Juz 27 — Adh-Dhariyat to Al-Hadid – Al-Qur’an

Juz · 27
الجزء السابع والعشرونJuz 27Adh-Dhariyat – Al-Hadid
7
Surah
399
Ayat
27
Juz Ke-

31
۞قَالَ فَمَا خَطۡبُكُمۡ أَيُّهَا ٱلۡمُرۡسَلُونَ
Qaala famaa khatbukum ayyuhal mursaloon
Dia (Ibrahim) berkata, "Apakah urusanmu yang penting wahai para utusan?"
Tafseer
32
قَالُوٓاْ إِنَّآ أُرۡسِلۡنَآ إِلَىٰ قَوۡمٖ مُّجۡرِمِينَ
Qaalooo innaaa ursilnaaa ilaa qawmim mujrimeen
Mereka menjawab, "Sesungguhnya kami diutus kepada kaum yang berdosa (kaum Luṭ),
Tafseer
33
لِنُرۡسِلَ عَلَيۡهِمۡ حِجَارَةٗ مِّن طِينٖ
Linursila 'alaihim hijaa ratam min teen
agar kami menimpa mereka dengan batu-batu dari tanah (yang keras),
Tafseer
34
مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ لِلۡمُسۡرِفِينَ
Musawwamatan 'inda rabbika lilmusrifeen
yang ditandai dari Tuhanmu untuk (membinasakan) orang-orang yang melampaui batas."
Tafseer
35
فَأَخۡرَجۡنَا مَن كَانَ فِيهَا مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Fa akhrajnaa man kaana feehaa minal mu'mineen
Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di dalamnya (negeri kaum Luṭ).
Tafseer
36
فَمَا وَجَدۡنَا فِيهَا غَيۡرَ بَيۡتٖ مِّنَ ٱلۡمُسۡلِمِينَ
Famaa wajadnaa feehaa ghaira baitim minal muslimeen
Maka Kami tidak mendapati di dalamnya (negeri itu), kecuali satu rumah dari orang-orang muslim (Luṭ).
Tafseer
37
وَتَرَكۡنَا فِيهَآ ءَايَةٗ لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ
Wa taraknaa feehaaa aayatal lillazeena yakhaafoonal 'azaabal aleem
Dan Kami tinggalkan padanya (negeri itu) suatu tanda bagi orang-orang yang takut kepada azab yang pedih.
Tafseer
38
وَفِي مُوسَىٰٓ إِذۡ أَرۡسَلۡنَٰهُ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٖ
Wa fee Moosaaa iz arsalnaahu ilaa Fir'wna bisultaa nim mubeen
Dan pada Musa (terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir'aun dengan membawa mukjizat yang nyata.
Tafseer
39
فَتَوَلَّىٰ بِرُكۡنِهِۦ وَقَالَ سَٰحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٞ
Fatawalla biruknihee wa qaala saahirun aw majnoon
Tetapi dia (Fir'aun) bersama bala tentaranya berpaling dan berkata, "Dia adalah seorang penyihir atau orang gila."
Tafseer
40
فَأَخَذۡنَٰهُ وَجُنُودَهُۥ فَنَبَذۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡيَمِّ وَهُوَ مُلِيمٞ
Fa akhaznaahu wa junoo dahoo fanabaznaahum fil yammi wa huwa muleem
Maka Kami siksa dia beserta bala tentaranya, lalu Kami lemparkan mereka ke dalam laut, dalam keadaan tercela.
Tafseer
41
وَفِي عَادٍ إِذۡ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمُ ٱلرِّيحَ ٱلۡعَقِيمَ
Wa fee 'Aadin iz arsalnaa 'alaihimur reehal'aqeem
Dan (juga) pada (kisah kaum) 'Ād, ketika Kami kirimkan kepada mereka angin yang membinasakan,
Tafseer
42
مَا تَذَرُ مِن شَيۡءٍ أَتَتۡ عَلَيۡهِ إِلَّا جَعَلَتۡهُ كَٱلرَّمِيمِ
Maa tazaru min shai'in atat 'alaihi illaa ja'alat hu karrameem
(angin itu) tidak membiarkan suatu apa pun yang dilandanya, bahkan dijadikannya seperti serbuk.
Tafseer
43
وَفِي ثَمُودَ إِذۡ قِيلَ لَهُمۡ تَمَتَّعُواْ حَتَّىٰ حِينٖ
Wa fee Samooda iz qeela lahum tamatta''oo hattaa heen
Dan pada (kisah kaum) Samud, ketika dikatakan kepada mereka, "Bersenang-senanglah kamu sampai waktu yang ditentukan."
Tafseer
44
فَعَتَوۡاْ عَنۡ أَمۡرِ رَبِّهِمۡ فَأَخَذَتۡهُمُ ٱلصَّـٰعِقَةُ وَهُمۡ يَنظُرُونَ
Fa'ataw 'an amri Rabbihim fa akhazal humus saa'iqatu wa hum yanzuroon
Lalu mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya, maka mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.
Tafseer
45
فَمَا ٱسۡتَطَٰعُواْ مِن قِيَامٖ وَمَا كَانُواْ مُنتَصِرِينَ
Famas tataa'oo min qiyaaminw wa maa kaanoo muntasireen
Maka mereka tidak mampu bangun dan juga tidak mendapat pertolongan.
Tafseer
46
وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَوۡمٗا فَٰسِقِينَ
Wa qawma Noohim min qablu innahum kaano qawman faasiqeen
Dan sebelum itu (telah Kami binasakan) kaum Nuh. Sungguh, mereka adalah kaum yang fasik.
Tafseer
47
وَٱلسَّمَآءَ بَنَيۡنَٰهَا بِأَيۡيْدٖ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ
Wassamaaa'a banainaa haa bi aydinw wa innaa lamoosi'oon
Dan langit Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan Kami benar-benar meluaskannya.
Tafseer
48
وَٱلۡأَرۡضَ فَرَشۡنَٰهَا فَنِعۡمَ ٱلۡمَٰهِدُونَ
Wal arda farashnaahaa fani'mal maahidoon
Dan bumi telah Kami hamparkan; maka (Kami) sebaik-baik yang menghamparkan.
Tafseer
49
وَمِن كُلِّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَا زَوۡجَيۡنِ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ
Wa min kulli shai'in khalaqnaa zawjaini la'allakum tazakkaroon
Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).
Tafseer
50
فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ
Fafirrooo ilal laahi innee lakum minhu nazeerum mubeen
Maka segeralah kembali kepada (menaati) Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
Tafseer
51
وَلَا تَجۡعَلُواْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَۖ إِنِّي لَكُم مِّنۡهُ نَذِيرٞ مُّبِينٞ
Wa laa taj'aloo ma'al laahi ilaahan aakhara innee lakum minhu nazeerum mubeen
Dan janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain selain Allah. Sungguh, aku seorang pemberi peringatan yang jelas dari Allah untukmu.
Tafseer
52
كَذَٰلِكَ مَآ أَتَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا قَالُواْ سَاحِرٌ أَوۡ مَجۡنُونٌ
Kazaalika maaa atal lazeena min qablihim mir Rasoolin illaa qaaloo saahirun aw majnoon
Demikianlah setiap kali seorang rasul yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, mereka (kaumnya) pasti mengatakan, "Dia itu penyihir atau orang gila."
Tafseer
53
أَتَوَاصَوۡاْ بِهِۦۚ بَلۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ
Atawaasaw bih; bal hum qawmun taaghoon
Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu. Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas.
Tafseer
54
فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡ فَمَآ أَنتَ بِمَلُومٖ
Fatawalla 'anhum famaaa anta bimaloom
Maka berpalinglah engkau dari mereka, dan engkau sama sekali tidak tercela.
Tafseer
55
وَذَكِّرۡ فَإِنَّ ٱلذِّكۡرَىٰ تَنفَعُ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
Wa zakkir fa innaz zikraa tanfa'ul mu'mineen
Dan tetaplah memberi peringatan, karena sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin.
Tafseer
56
وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ
Wa maa khalaqtul jinna wal insa illaa liya'budoon
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
Tafseer
57
مَآ أُرِيدُ مِنۡهُم مِّن رِّزۡقٖ وَمَآ أُرِيدُ أَن يُطۡعِمُونِ
Maaa ureedu minhum mir rizqinw wa maaa ureedu anyyut'imoon
Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki agar mereka memberi makan kepada-Ku.
Tafseer
58
إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلرَّزَّاقُ ذُو ٱلۡقُوَّةِ ٱلۡمَتِينُ
Innal laaha Huwar Razzaaqu Zul Quwwatil Mateen
Sungguh Allah, Dialah Pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.
Tafseer
59
فَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذَنُوبٗا مِّثۡلَ ذَنُوبِ أَصۡحَٰبِهِمۡ فَلَا يَسۡتَعۡجِلُونِ
Fa inna lillazeena zalamoo zanoobam misla zanoobi ashaabihim falaa yasta'jiloon
Maka sungguh, untuk orang-orang yang zalim ada bagian (azab) seperti bagian teman-teman mereka (dahulu); maka janganlah mereka meminta kepada-Ku untuk menyegerakannya.
Tafseer
60
فَوَيۡلٞ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن يَوۡمِهِمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ
Fawailul lillazeena kafaroo miny yawmihimul lazee yoo'adoon
Maka celakalah orang-orang yang kafir pada hari yang telah dijanjikan kepada mereka (hari Kiamat).
Tafseer
1
وَٱلطُّورِ
Wat-Toor
Demi gunung (Sinai),
Tafseer
2
وَكِتَٰبٖ مَّسۡطُورٖ
Wa kitaabim mastoor
dan demi Kitab yang ditulis,
Tafseer
3
فِي رَقّٖ مَّنشُورٖ
Fee raqqim manshoor
pada lembaran yang terbuka,
Tafseer
4
وَٱلۡبَيۡتِ ٱلۡمَعۡمُورِ
Wal baitil ma'moor
demi Baitulma'mur,
Tafseer
5
وَٱلسَّقۡفِ ٱلۡمَرۡفُوعِ
Wassaqfil marfoo'
demi atap yang ditinggikan (langit),
Tafseer
6
وَٱلۡبَحۡرِ ٱلۡمَسۡجُورِ
Wal bahril masjoor
demi lautan yang penuh gelombang,
Tafseer
7
إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ لَوَٰقِعٞ
Inna 'azaaba Rabbika lawaaqi'
sungguh, azab Tuhanmu pasti terjadi,
Tafseer
8
مَّا لَهُۥ مِن دَافِعٖ
Maa lahoo min daafi'
tidak sesuatu pun yang dapat menolaknya,
Tafseer
9
يَوۡمَ تَمُورُ ٱلسَّمَآءُ مَوۡرٗا
Yawma tamoorus samaaa'u mawraa
pada hari (ketika) langit berguncang sekeras-kerasnya,
Tafseer
10
وَتَسِيرُ ٱلۡجِبَالُ سَيۡرٗا
Wa taseerul jibaalu sairaa
dan gunung berjalan (berpindah-pindah).
Tafseer
11
فَوَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Fawailuny yawma 'izil lil mukaazzibeen
Maka celakalah pada hari itu orang-orang yang mendustakan.
Tafseer
12
ٱلَّذِينَ هُمۡ فِي خَوۡضٖ يَلۡعَبُونَ
Allazeena hum fee khawdiny yal'aboon
Orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan (perbuatan dosa).
Tafseer
13
يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا
Yawma yuda'-'oona ilaa naari jahannama da'-'aa
Pada hari (ketika) itu mereka di dorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.
Tafseer
14
هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ
Haazihin naarul latee kuntum bihaa tukazziboon
(Dikatakan kepada mereka), "Inilah neraka yang dahulu kamu mendustakannya."
Tafseer
15
أَفَسِحۡرٌ هَٰذَآ أَمۡ أَنتُمۡ لَا تُبۡصِرُونَ
Afasihrun haazaaaa am antum laa tubsiroon
Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?
Tafseer
16
ٱصۡلَوۡهَا فَٱصۡبِرُوٓاْ أَوۡ لَا تَصۡبِرُواْ سَوَآءٌ عَلَيۡكُمۡۖ إِنَّمَا تُجۡزَوۡنَ مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Islawhaa fasbirooo aw laa tasbiroo sawaaa'un 'alaikum innamaa tujzawna maa kuntum ta'maloon
Masuklah ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; sesungguhnya kamu hanya diberi balasan atas apa yang telah kamu kerjakan.
Tafseer
17
إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّـٰتٖ وَنَعِيمٖ
Innal muttaqeena fee jannaatinw wa na'eem
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan.
Tafseer
18
فَٰكِهِينَ بِمَآ ءَاتَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ وَوَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ عَذَابَ ٱلۡجَحِيمِ
Faakiheena bimaaa aataahum rabbuhum wa waqaahum rabbuhum 'azaabal jaheem
Mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan Tuhan kepada mereka; dan Tuhan memelihara mereka dari azab neraka.
Tafseer
19
كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Kuloo washraboo haneee 'am bimaa kuntum ta'maloon
(Dikatakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."
Tafseer
20
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ سُرُرٖ مَّصۡفُوفَةٖۖ وَزَوَّجۡنَٰهُم بِحُورٍ عِينٖ
Muttaki'eena 'alaa sururim masfoofatinw wa zawwaj naahum bihoorin 'een
Mereka bersandar di atas dipan-dipan yang tersusun, dan Kami berikan kepada mereka pasangan bidadari yang bermata indah.
Tafseer
21
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ كُلُّ ٱمۡرِيِٕۭ بِمَا كَسَبَ رَهِينٞ
Wallazeena aamanoo wattaba'at hum zurriyyatuhum bieemaanin alhaqnaa bihim zurriyyatahum wa maaa alatnaahum min 'amalihim min shai'; kullum ri'im bimaa kasaba raheen
Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya.
Tafseer
22
وَأَمۡدَدۡنَٰهُم بِفَٰكِهَةٖ وَلَحۡمٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ
Wa amdadnaahum bifaa kihatinw wa lahmim mimmaa yashtahoon
Dan Kami berikan kepada mereka tambahan berupa buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.
Tafseer
23
يَتَنَٰزَعُونَ فِيهَا كَأۡسٗا لَّا لَغۡوٞ فِيهَا وَلَا تَأۡثِيمٞ
Yatanaaza'oona feehaa kaasal laa laghwun feehaa wa laa taaseem
(Di dalam surga itu) mereka saling mengulurkan gelas yang isinya tidak (menimbulkan) ucapan sia-sia ataupun perbuatan dosa.
Tafseer
24
۞وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ غِلۡمَانٞ لَّهُمۡ كَأَنَّهُمۡ لُؤۡلُؤٞ مَّكۡنُونٞ
Wa yatoofu 'alaihim ghilmaanul lahum ka annahum lu'lu'um maknoon
Dan di sekitar mereka ada anak-anak muda yang berkeliling untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.
Tafseer
25
وَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَسَآءَلُونَ
Wa aqbala ba'duhum 'alaa ba'diny yatasaaa'aloon
Dan sebagian mereka berhadap-hadapan satu sama lain saling bertegur sapa.
Tafseer
26
قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا قَبۡلُ فِيٓ أَهۡلِنَا مُشۡفِقِينَ
Qaalooo innaa kunnaa qablu feee ahlinaa mushfiqeen
Mereka berkata, "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab).
Tafseer
27
فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيۡنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ
Famannnal laahu 'alainaa wa waqaanaa 'azaabas samoom
Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.
Tafseer
28
إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلُ نَدۡعُوهُۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡبَرُّ ٱلرَّحِيمُ
Innaa kunnaa min qablu nad'oohu innahoo huwal barrur raheem
Sesungguhnya kami menyembah-Nya sejak dahulu. Dialah Yang Maha Melimpahkan Kebaikan, Maha Penyayang."
Tafseer
29
فَذَكِّرۡ فَمَآ أَنتَ بِنِعۡمَتِ رَبِّكَ بِكَاهِنٖ وَلَا مَجۡنُونٍ
Fazakkir famaaa anta bini'mati rabbika bikaahininw wa laa majnoon
Maka peringatkanlah, karena dengan nikmat Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula orang gila.
Tafseer
30
أَمۡ يَقُولُونَ شَاعِرٞ نَّتَرَبَّصُ بِهِۦ رَيۡبَ ٱلۡمَنُونِ
Am yaqooloona shaa'irun natarabbasu bihee raibal manoon
Bahkan mereka berkata, "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya."
Tafseer
31
قُلۡ تَرَبَّصُواْ فَإِنِّي مَعَكُم مِّنَ ٱلۡمُتَرَبِّصِينَ
Qul tarabbasoo fa innee ma'akum minal mutarabbiseen
Katakanlah (Muhammad), "Tunggulah! Sesungguhnya aku pun termasuk orang yang sedang menunggu bersama kamu."
Tafseer
32
أَمۡ تَأۡمُرُهُمۡ أَحۡلَٰمُهُم بِهَٰذَآۚ أَمۡ هُمۡ قَوۡمٞ طَاغُونَ
Am taamuruhum ahlaamuhum bihaazaaa am hum qawmun taaghoon
Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan (tuduhan-tuduhan) ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?
Tafseer
33
أَمۡ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُۥۚ بَل لَّا يُؤۡمِنُونَ
Am yaqooloona taqawwalah; bal laa yu'minoon
Ataukah mereka berkata, "Dia (Muhammad) mereka-rekanya." Tidak! Merekalah yang tidak beriman.
Tafseer
34
فَلۡيَأۡتُواْ بِحَدِيثٖ مِّثۡلِهِۦٓ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ
Falyaatoo bihadeesim misliheee in kaanoo saadiqeen
Maka cobalah mereka membuat yang semisal dengannya (Al-Qur`an) jika mereka orang-orang yang benar.
Tafseer
35
أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ
Am khuliqoo min ghairi shai'in am humul khaaliqoon
Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?
Tafseer
36
أَمۡ خَلَقُواْ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ
Am khalaqus samaawaati wal ard; bal laa yooqinoon
Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
Tafseer
37
أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمۡ هُمُ ٱلۡمُصَۜيۡطِرُونَ
Am'indahum khazaaa'inu rabbika am humul musaitiroon
Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu ataukah mereka yang berkuasa?
Tafseer
38
أَمۡ لَهُمۡ سُلَّمٞ يَسۡتَمِعُونَ فِيهِۖ فَلۡيَأۡتِ مُسۡتَمِعُهُم بِسُلۡطَٰنٖ مُّبِينٍ
Am lahum sullamuny yastami'oona feehi falyaati mustami'uhum bisultaanim mubeen
Atau apakah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka itu datang membawa keterangan yang nyata.
Tafseer
39
أَمۡ لَهُ ٱلۡبَنَٰتُ وَلَكُمُ ٱلۡبَنُونَ
Am lahul banaatu wa lakumul banoon
Ataukah (pantas) untuk Dia anak-anak perempuan sedangkan untuk kamu anak-anak laki-laki?
Tafseer
40
أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ
Am tas'aluhum ajran fahum mim maghramim musqaloon
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan hutang?
Tafseer
41
أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ
Am 'indahumul ghaibu fahum yaktuboon
Ataukah di sisi mereka ada (pengetahuan) tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?
Tafseer
42
أَمۡ يُرِيدُونَ كَيۡدٗاۖ فَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ هُمُ ٱلۡمَكِيدُونَ
Am yureedoona kaidan fallazeena kafaroo humul makeedoon
Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya.
Tafseer
43
أَمۡ لَهُمۡ إِلَٰهٌ غَيۡرُ ٱللَّهِۚ سُبۡحَٰنَ ٱللَّهِ عَمَّا يُشۡرِكُونَ
Am lahum ilaahun ghairul laa; subhaanal laahi 'ammaa yushrikoon
Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah? Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
Tafseer
44
وَإِن يَرَوۡاْ كِسۡفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ سَاقِطٗا يَقُولُواْ سَحَابٞ مَّرۡكُومٞ
Wa iny yaraw kisfam minas samaaa'i saaqitany yaqooloo sahaabum markoom
Dan jika mereka melihat gumpalan-gumpalan awan berjatuhan dari langit, mereka berkata, "Itu adalah awan yang bertumpuk-tumpuk."
Tafseer
45
فَذَرۡهُمۡ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي فِيهِ يُصۡعَقُونَ
Fazarhum hatta yulaaqoo yawmahumul lazee feehi yus'aqoon
Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka, pada hari itu mereka dibinasakan,
Tafseer
46
يَوۡمَ لَا يُغۡنِي عَنۡهُمۡ كَيۡدُهُمۡ شَيۡـٔٗا وَلَا هُمۡ يُنصَرُونَ
Yawma laa yughnee 'anhum kaidumhum shai'anw wa laa hum yunsaroon
(yaitu) pada hari (ketika) tipu daya mereka tidak berguna sedikit pun bagi mereka, dan mereka tidak akan diberi pertolongan.
Tafseer
47
وَإِنَّ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ عَذَابٗا دُونَ ذَٰلِكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ
Wa inna lillazeena zalamoo 'azaaban doona zalika wa laakinna aksarahum laa ya'lamoon
Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang zalim masih ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.
Tafseer
48
وَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعۡيُنِنَاۖ وَسَبِّحۡ بِحَمۡدِ رَبِّكَ حِينَ تَقُومُ
Wasbir lihukmi rabbika fa innaka bi-a'yuninaa wa sabbih bihamdi rabbika heena taqoom
Dan bersabarlah (Muhammad) menunggu ketetapan Tuhanmu, karena sesungguhnya engkau berada dalam pengawasan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika engkau bangun.
Tafseer
49
وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَسَبِّحۡهُ وَإِدۡبَٰرَ ٱلنُّجُومِ
Wa minal laili fasabbihhu wa idbaaran nujoom
Dan pada sebagian malam bertasbihlah kepada-Nya dan (juga) pada waktu terbenamnya bintang-bintang (pada waktu fajar).
Tafseer
1
وَٱلنَّجۡمِ إِذَا هَوَىٰ
Wannajmi izaa hawaa
Demi bintang ketika terbenam,
Tafseer
2
مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمۡ وَمَا غَوَىٰ
Maa dalla saahibukum wa maa ghawaa
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak (pula) keliru,
Tafseer
3
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلۡهَوَىٰٓ
Wa maa yyantiqu 'anilhawaaa
dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur`an) menurut keinginannya.
Tafseer
4
إِنۡ هُوَ إِلَّا وَحۡيٞ يُوحَىٰ
In huwa illaa Wahyuny yoohaa
Tidak lain (Al-Qur`an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),
Tafseer
5
عَلَّمَهُۥ شَدِيدُ ٱلۡقُوَىٰ
'Allamahoo shadeedul quwaa
yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,
Tafseer
6
ذُو مِرَّةٖ فَٱسۡتَوَىٰ
Zoo mirratin fastawaa
yang mempunyai keteguhan; maka (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli (rupa yang bagus dan perkasa)
Tafseer
7
وَهُوَ بِٱلۡأُفُقِ ٱلۡأَعۡلَىٰ
Wa huwa bil ufuqil a'laa
Sedang dia berada di ufuk yang tinggi.
Tafseer
8
ثُمَّ دَنَا فَتَدَلَّىٰ
Summa danaa fatadalla
Kemudian dia mendekat (pada Muhammad), lalu bertambah dekat,
Tafseer
9
فَكَانَ قَابَ قَوۡسَيۡنِ أَوۡ أَدۡنَىٰ
Fakaana qaaba qawsaini aw adnaa
sehingga jaraknya (sekitar) dua busur panah atau lebih dekat (lagi).
Tafseer
10
فَأَوۡحَىٰٓ إِلَىٰ عَبۡدِهِۦ مَآ أَوۡحَىٰ
Fa awhaaa ilaa 'abdihee maaa awhaa
Lalu disampaikannya wahyu kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah diwahyukan Allah.
Tafseer
11
مَا كَذَبَ ٱلۡفُؤَادُ مَا رَأَىٰٓ
Maa kazabal fu'aadu maa ra aa
Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.
Tafseer
12
أَفَتُمَٰرُونَهُۥ عَلَىٰ مَا يَرَىٰ
Afatumaaroonahoo 'alaa maayaraa
Maka apakah kamu (musyrikin Mekkah) hendak membantahnya tentang apa yang dilihatnya itu?
Tafseer
13
وَلَقَدۡ رَءَاهُ نَزۡلَةً أُخۡرَىٰ
Wa laqad ra aahu nazlatan ukhraa
Dan sungguh, dia (Muhammad) telah melihatnya (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,
Tafseer
14
عِندَ سِدۡرَةِ ٱلۡمُنتَهَىٰ
'Inda sidratil muntaha
(yaitu) di Sidratilmuntahā,
Tafseer
15
عِندَهَا جَنَّةُ ٱلۡمَأۡوَىٰٓ
'Indahaa jannatul maawaa
di dekatnya ada surga tempat tinggal,
Tafseer
16
إِذۡ يَغۡشَى ٱلسِّدۡرَةَ مَا يَغۡشَىٰ
Iz yaghshas sidrata maa yaghshaa
(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntahā diliputi oleh sesuatu yang meliputinya,
Tafseer
17
مَا زَاغَ ٱلۡبَصَرُ وَمَا طَغَىٰ
Maa zaaghal basaru wa maa taghaa
penglihatannya (Muhammad) tidak menyimpang dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.
Tafseer
18
لَقَدۡ رَأَىٰ مِنۡ ءَايَٰتِ رَبِّهِ ٱلۡكُبۡرَىٰٓ
Laqad ra aa min aayaati Rabbihil kubraaa
Sungguh, dia telah melihat sebagian tanda-tanda (kebesaran) Tuhannya yang paling besar.
Tafseer
19
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱللَّـٰتَ وَٱلۡعُزَّىٰ
Afara'aytumul laata wal 'uzzaa
Maka apakah patut kamu (orang-orang musyrik) menganggap (berhala) Al-Lāta dan Al-'Uzzā,
Tafseer
20
وَمَنَوٰةَ ٱلثَّالِثَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰٓ
Wa manaatas saalisatal ukhraa
dan Manāt, yang ketiga yang paling kemudian (sebagai anak perempuan Allah).
Tafseer
21
أَلَكُمُ ٱلذَّكَرُ وَلَهُ ٱلۡأُنثَىٰ
A-lakumuz zakaru wa lahul unsaa
Apakah (pantas) untuk kamu yang laki-laki dan untuk-Nya yang perempuan?
Tafseer
22
تِلۡكَ إِذٗا قِسۡمَةٞ ضِيزَىٰٓ
Tilka izan qismatun deezaa
Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang timpang.
Tafseer
23
إِنۡ هِيَ إِلَّآ أَسۡمَآءٞ سَمَّيۡتُمُوهَآ أَنتُمۡ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلۡطَٰنٍۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَمَا تَهۡوَى ٱلۡأَنفُسُۖ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّن رَّبِّهِمُ ٱلۡهُدَىٰٓ
In hiya illaaa asmaaa'un sammaitumoohaaa antum wa aabaaa'ukum maaa anzalal laahu bihaa min sultaan; inyyattabi'oona illaz zanna wa maa tahwal anfusu wa laqad jaaa'ahum mir Rabbihimul hudaa
Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan apa pun untuk (menyembah)nya. Mereka hanya mengikuti dugaan, dan apa yang diingini oleh keinginannya. Padahal sungguh, telah datang petunjuk dari Tuhan mereka.
Tafseer
24
أَمۡ لِلۡإِنسَٰنِ مَا تَمَنَّىٰ
Am lil insaani maa taman naa
Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?
Tafseer
25
فَلِلَّهِ ٱلۡأٓخِرَةُ وَٱلۡأُولَىٰ
Falillaahil aakhiratu wal oolaa
(Tidak!) Maka milik Allah lah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.
Tafseer
26
۞وَكَم مِّن مَّلَكٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغۡنِي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡـًٔا إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ أَن يَأۡذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرۡضَىٰٓ
Wa kam mim malakin fissamaawaati laa tughnee shafaa'atuhum shai'an illaa mim ba'di anyyaazanal laahu limany yashaaa'u wa yardaa
Dan betapa banyak malaikat di langit, syafaat (pertolongan) mereka sedikit pun tidak berguna kecuali apabila Allah telah mengizinkan (dan hanya) bagi siapa yang Dia kehendaki dan Dia ridai.
Tafseer
27
إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ لَيُسَمُّونَ ٱلۡمَلَـٰٓئِكَةَ تَسۡمِيَةَ ٱلۡأُنثَىٰ
innal lazeena laa yu'minoona bil aakhirati la yusammoonal malaaa'ikata tasmiyatal unsaa
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, sungguh mereka menamakan para malaikat dengan nama perempuan.
Tafseer
28
وَمَا لَهُم بِهِۦ مِنۡ عِلۡمٍۖ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّۖ وَإِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغۡنِي مِنَ ٱلۡحَقِّ شَيۡـٔٗا
Wa maa lahum bihee min 'ilmin iny yattabi'oona illaz zanna wa innaz zanna laa yughnee minal haqqi shai'aa
Dan mereka tidak mempunyai ilmu tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti dugaan, dan sesungguhnya dugaan itu tidak berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.
Tafseer
29
فَأَعۡرِضۡ عَن مَّن تَوَلَّىٰ عَن ذِكۡرِنَا وَلَمۡ يُرِدۡ إِلَّا ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا
Fa a'rid 'am man tawallaa 'an zikrinaa wa lam yurid illal hayaatad dunyaa
Maka tinggalkanlah (Muhammad) orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan dia hanya mengingini kehidupan dunia.
Tafseer
30
ذَٰلِكَ مَبۡلَغُهُم مِّنَ ٱلۡعِلۡمِۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱهۡتَدَىٰ
Zalika mablaghuhum minal 'ilm; inna rabbaka huwa a'lamu biman dalla 'an sabee lihee wa huwa a'lamu bimanih tadaa
Itulah kadar ilmu mereka. Sungguh, Tuhanmu, Dia lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pula yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.
Tafseer
31
وَلِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ لِيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَسَـٰٓـُٔواْ بِمَا عَمِلُواْ وَيَجۡزِيَ ٱلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ بِٱلۡحُسۡنَى
Wa lillaahi maa fis samaawaati wa maa fil ardi liyajziyal lazeena asaaa'oo bimaa 'amiloo wa yajziyal lazeena ahsanoo bilhusnaa
Dan milik Allah lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan, dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).
Tafseer
32
ٱلَّذِينَ يَجۡتَنِبُونَ كَبَـٰٓئِرَ ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡفَوَٰحِشَ إِلَّا ٱللَّمَمَۚ إِنَّ رَبَّكَ وَٰسِعُ ٱلۡمَغۡفِرَةِۚ هُوَ أَعۡلَمُ بِكُمۡ إِذۡ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ وَإِذۡ أَنتُمۡ أَجِنَّةٞ فِي بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡۖ فَلَا تُزَكُّوٓاْ أَنفُسَكُمۡۖ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓ
Allazeena yajtaniboona kabaaa'iral ismi walfawaa hisha illal lamam; inna rabbaka waasi'ul maghfirah; huwa a'lamu bikum iz ansha akum minal ardi wa iz antum ajinnatun fee butooni umma haatikum falaa tuzakkooo anfusakum huwa a'lamu bimanit taqaa
(Yaitu) mereka yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji, kecuali kesalahan-kesalahan kecil. Sungguh, Tuhanmu Mahaluas ampunan-Nya. Dia mengetahui tentang kamu, sejak Dia menjadikan kamu dari tanah lalu ketika kamu masih janin dalam perut ibumu. Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dia mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Tafseer
33
أَفَرَءَيۡتَ ٱلَّذِي تَوَلَّىٰ
Afara'ayatal lazee tawallaa
Maka tidakkah engkau melihat orang yang berpaling (dari Al-Qur`an)?
Tafseer
34
وَأَعۡطَىٰ قَلِيلٗا وَأَكۡدَىٰٓ
Wa a'taa qaleelanw wa akdaa
dan dia memberikan sedikit (dari apa yang dijanjikan) lalu menahan sisanya.
Tafseer
35
أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ
A'indahoo 'ilmul ghaibi fahuwa yaraa
Apakah dia mempunyai ilmu tentang yang gaib sehingga dia dapat melihat(nya)?
Tafseer
36
أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ
Am lam yunabbaa bimaa fee suhuhfi Moosa
Ataukah belum diberitakan (kepadanya) apa yang ada dalam lembaran-lembaran (Kitab Suci yang diturunkan kepada) Musa?
Tafseer
37
وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ
Wa Ibraaheemal lazee waffaaa
Dan (lembaran-lembaran) Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?
Tafseer
38
أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ
Allaa taziru waaziratunw wizra ukhraa
(yaitu) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,
Tafseer
39
وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ
Wa al laisa lil insaani illaa maa sa'aa
dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,
Tafseer
40
وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ
Wa anna sa'yahoo sawfa yuraa
dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
Tafseer
41
ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ
Summa yujzaahul jazaaa 'al awfaa
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
Tafseer
42
وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ
Wa anna ilaa rabbikal muntahaa
dan sesungguhnya kepada Tuhanmulah kesudahannya (segala sesuatu),
Tafseer
43
وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ
Wa annahoo huwa adhaka wa abkaa
dan sesungguhnya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,
Tafseer
44
وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا
Wa annahoo huwa amaata wa ahyaa
dan sesungguhnya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,
Tafseer
45
وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ
Wa annahoo khalaqaz zawjainiz zakara wal unsaa
dan sesungguhnya Dialah yang menciptakan pasangan laki-laki dan perempuan,
Tafseer
46
مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ
Min nutfatin izaa tumnaa
dari mani, apabila dipancarkan,
Tafseer
47
وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ
Wa anna 'alaihin nash atal ukhraa
dan sesungguhnya Dialah yang menetapkan penciptaan yang lain (kebangkitan setelah mati),
Tafseer
48
وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ
Wa annahoo huwa aghnaa wa aqnaa
dan sesungguhnya Dialah yang memberikan kekayaan dan kecukupan.
Tafseer
49
وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ
Wa annahoo huwa rabbush shi'raa
dan sesungguhnya Dialah Tuhan (yang memiliki) bintang Syi'rā,
Tafseer
50
وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ
Wa annahooo ahlak a 'Aadanil oolaa
dan sesungguhnya Dialah yang telah membinasakan kaum 'Ād dahulu kala,
Tafseer
51
وَثَمُودَاْ فَمَآ أَبۡقَىٰ
Wa samooda famaaa abqaa
dan kaum Samud, tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup),
Tafseer
52
وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ هُمۡ أَظۡلَمَ وَأَطۡغَىٰ
Wa qawma Noohim min qablu innahum kaanoo hum azlama wa atghaa
dan (juga) kaum Nuh sebelum itu. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang paling zalim dan paling durhaka.
Tafseer
53
وَٱلۡمُؤۡتَفِكَةَ أَهۡوَىٰ
Wal mu'tafikata ahwaa
Dan prahara angin telah meruntuhkan (negeri kaum Luṭ),
Tafseer
54
فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ
Faghashshaahaa maa ghashshaa
lalu menimbuni negeri itu (sebagai azab) dengan (puing-puing) yang menimpanya.
Tafseer
55
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbika tatamaaraa
Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah yang masih kamu ragukan?
Tafseer
56
هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ
Haazaa nazeerum minan nuzuril oolaa
Ini (Muhammad) salah seorang pemberi peringatan di antara para pemberi peringatan yang telah terdahulu.
Tafseer
57
أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ
Azifatil laazifah
Yang dekat (hari Kiamat) telah makin mendekat.
Tafseer
58
لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ
Laisa lahaa min doonil laahi kaashifah
Tidak ada yang akan dapat mengungkapkan (terjadinya hari itu) selain Allah.
Tafseer
59
أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ
Afamin hazal hadeesi ta'jaboon
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?
Tafseer
60
وَتَضۡحَكُونَ وَلَا تَبۡكُونَ
Wa tadhakoona wa laa tabkoon
dan kamu tertawakan dan tidak menangis,
Tafseer
61
وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ
Wa antum saamidoon
sedang kamu lengah (darinya).
Tafseer
62
فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩
Fasjudoo lillaahi wa'budoo
Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)!
Tafseer
1
ٱقۡتَرَبَتِ ٱلسَّاعَةُ وَٱنشَقَّ ٱلۡقَمَرُ
Iqtarabatis Saa'atu wsan shaqqal qamar
Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah.
Tafseer
2
وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ وَيَقُولُواْ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ
Wa iny yaraw aayatany yu'ridoo wa yaqooloo sihrum mustamirr
Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus."
Tafseer
3
وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ
Wa kazzaboo wattaba'ooo ahwaaa'ahum; wa kullu amrim mustaqirr
Dan mereka mendustakan (Muhammad) dan mengikuti nafsu mereka, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
Tafseer
4
وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ
Wa laqad jaaa'ahum minal ambaaa'i maa feehi muzdajar
Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),
Tafseer
5
حِكۡمَةُۢ بَٰلِغَةٞۖ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ
Hikmatum baalighatun famaa tughnin nuzur
(itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),
Tafseer
6
فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ يَوۡمَ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ
Fatawalla 'anhum; yawma yad'ud daa'i ilaa shai 'in nukur
maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka pada hari (ketika) penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),
Tafseer
7
خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ
khushsha'an absaaruhum yakrujoona minal ajdaasi ka annahum jaraadum muntashir
pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,
Tafseer
8
مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ
Muhti'eena ilad daa'i yaqoolul kafiroona haazaa yawmun 'asir
dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang sulit."
Tafseer
9
۞كَذَّبَتۡ قَبۡلَهُمۡ قَوۡمُ نُوحٖ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ وَٱزۡدُجِرَ
Kazzabat qablahum qawmu Noohin fakazzaboo 'abdanaa wa qaaloo majnoo nunw wazdujir
Sebelum mereka, kaum Nuh juga telah mendustakan (rasul), maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, "Dia orang gila!" Lalu diusirnya dengan ancaman.
Tafseer
10
فَدَعَا رَبَّهُۥٓ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ
Fada'aa Rabbahooo annee maghloobun fantasir
Maka dia (Nuh) mengadu kepada Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah dikalahkan, maka tolonglah (aku)."
Tafseer
11
فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ
Fafatahnaaa abwaabas sa maaa'i bimaa'im munhamir
Lalu Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah,
Tafseer
12
وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ قَدۡ قُدِرَ
Wa fajjamal arda 'uyoonan faltaqal maaa'u 'alaaa amrin qad qudir
dan Kami jadikan bumi menyemburkan mata-mata air maka bertemulah (air-air) itu sehinggga (meluap menimbulkan) keadaaan (bencana) yang telah ditetapkan.
Tafseer
13
وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ
Wa hamalnaahu 'alaa zaati alwaahinw wa dusur
Dan Kami angkut dia (Nuh) ke atas (kapal) yang terbuat dari papan dan pasak,
Tafseer
14
تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ
Tajree bi a'yuninaa jazaaa 'al liman kaana kufir
yang berlayar dengan pemeliharaan (pengawasan) Kami sebagai balasan bagi orang yang telah diingkari (kaumnya).
Tafseer
15
وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
Wa laqat taraknaahaad aayatan fahal mim muddakir
Dan sungguh, kapal itu telah Kami jadikan sebagai tanda (pelajaran). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafseer
16
فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
Fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
Tafseer
17
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
Wa laqad yassamal Quraana liz zikri fahal mimmuddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafseer
18
كَذَّبَتۡ عَادٞ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
Kazzabat 'Aadun fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur
Kaum 'Ād pun telah mendustakan. Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
Tafseer
19
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ رِيحٗا صَرۡصَرٗا فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ مُّسۡتَمِرّٖ
Innaa arsalnaa 'alaihim reehan sarsaran fee Yawmi nahsim mustamirr
Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus,
Tafseer
20
تَنزِعُ ٱلنَّاسَ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ
Tanzi;un naasa ka anna huma'jaazu nakhlim munqa'ir
yang membuat manusia bergelimpangan, mereka bagaikan pohon-pohon kurma yang tumbang dengan akar-akarnya.
Tafseer
21
فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
'Fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
Tafseer
22
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
Wa laqad yassamal Quraana liz zikri fahal mim muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafseer
23
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ بِٱلنُّذُرِ
Kazzabat Samoodu binnuzur
Kaum Samud pun telah mendustakan peringatan itu.
Tafseer
24
فَقَالُوٓاْ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ إِنَّآ إِذٗا لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ
Faqaalooo a-basharam minnaa waahidan nattabi'uhooo innaa izal lafee dalaalinw wa su'ur
Maka mereka berkata, "Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita? Sungguh, kalau begitu kita benar-benar telah sesat dan gila.
Tafseer
25
أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ
'A-ulqiyaz zikru 'alaihi mim baininaa bal huwa kazzaabun ashir
Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Pastilah dia (Saleh) seorang yang sangat pendusta (dan) sombong."
Tafseer
26
سَيَعۡلَمُونَ غَدٗا مَّنِ ٱلۡكَذَّابُ ٱلۡأَشِرُ
Sa-ya'lamoona ghadam manil kazzaabul ashir
Kelak mereka akan mengetahui siapa yang sebenarnya sangat pendusta (dan) sombong itu.
Tafseer
27
إِنَّا مُرۡسِلُواْ ٱلنَّاقَةِ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ
Innaa mursilun naaqati fitnatal lahum fartaqibhum wastabir
Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah mereka dan bersabarlah (Saleh).
Tafseer
28
وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ
Wa nabbi'hum annal maaa'a qismatum bainahum kullu shirbim muhtadar
Dan beritahukanlah kepada mereka bahwa air itu dibagi di antara mereka (dengan unta betina itu); setiap orang berhak mendapat giliran minum.
Tafseer
29
فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ فَتَعَاطَىٰ فَعَقَرَ
Fanaadaw saahibahum fata'aataa fa'aqar
Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya.
Tafseer
30
فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ
Fakaifa kaana 'azaabee wa nuzur
Maka betapa dahsyatnya azab-Ku dan peringatan-Ku!
Tafseer
31
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ صَيۡحَةٗ وَٰحِدَةٗ فَكَانُواْ كَهَشِيمِ ٱلۡمُحۡتَظِرِ
Innaaa arsalnaa 'alaihim saihatanw waahidatan fakaano kahasheemil muhtazir
Kami kirimkan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti batang-batang kering yang lapuk.
Tafseer
32
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
Wa laqad yassarnal quraana liz zikri fahal mim muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafseer
33
كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ بِٱلنُّذُرِ
Kazzabat qawmu lootim binnuzur
Kaum Luṭ pun telah mendustakan peringatan itu.
Tafseer
34
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا عَلَيۡهِمۡ حَاصِبًا إِلَّآ ءَالَ لُوطٖۖ نَّجَّيۡنَٰهُم بِسَحَرٖ
Innaa arsalnaa 'alaihim haasiban illaaa aala Loot najjainaahum bisahar
Sesungguhnya Kami kirimkan kepada mereka badai yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luṭ. Kami selamatkan mereka sebelum fajar menyingsing,
Tafseer
35
نِّعۡمَةٗ مِّنۡ عِندِنَاۚ كَذَٰلِكَ نَجۡزِي مَن شَكَرَ
Ni'matam min 'indinaa; kazaalika najzee man shakar
sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.
Tafseer
36
وَلَقَدۡ أَنذَرَهُم بَطۡشَتَنَا فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ
Wa laqad anzarahum batshatanaa fatamaaraw binnuzur
Dan sungguh, dia (Luṭ) telah memperingatkan mereka akan hukuman Kami, tetapi mereka mendustakan peringatan-Ku.
Tafseer
37
وَلَقَدۡ رَٰوَدُوهُ عَن ضَيۡفِهِۦ فَطَمَسۡنَآ أَعۡيُنَهُمۡ فَذُوقُواْ عَذَابِي وَنُذُرِ
Wa laqad raawadoohu 'andaifee fatamasnaaa a'yunahum fazooqoo 'azaabee wa nuzur
Dan sungguh, mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!
Tafseer
38
وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ
Wa laqad sabbahahum bukratan 'azaabum mustaqirr
Dan sungguh, pada esok harinya mereka benar-benar ditimpa azab yang tetap.
Tafseer
39
فَذُوقُواْ عَذَابِي وَنُذُرِ
Fazooqoo 'azaabee wa nuzur
Maka rasakanlah azab-Ku dan peringatan-Ku!
Tafseer
40
وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
Wa laqad yassarnal Quraana liz zikri fahal mim muddakir
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafseer
41
وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ٱلنُّذُرُ
Wa laqad jaaa'a Aala Fir'awnan nuzur
Dan sungguh, peringatan telah datang kepada keluarga Fir'aun.
Tafseer
42
كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذۡنَٰهُمۡ أَخۡذَ عَزِيزٖ مُّقۡتَدِرٍ
Kazzaboo bi Aayaatinaa kullihaa fa akhaznaahum akhza 'azeezim muqtadir
Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semuanya, maka Kami azab mereka dengan azab dari Żat Yang Mahaperkasa, Mahakuasa.
Tafseer
43
أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَـٰٓئِكُمۡ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ
Akuffaarukum khairum min ulaaa'ikum am lakum baraaa'atun fiz Zubur
Apakah orang-orang kafir di lingkunganmu (kaum musyrikin) lebih baik dari mereka, ataukah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab terdahulu?
Tafseer
44
أَمۡ يَقُولُونَ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ
Am yaqooloona nahnu jamee'um muntasir
Atau mereka mengatakan, "Kami ini golongan yang bersatu yang pasti menang."
Tafseer
45
سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ
Sa yuhzamul jam'u wa yuwalloonad dubur
Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.
Tafseer
46
بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ
Balis Saa'atu maw'iduhum was Saa'atu adhaa wa amarr
Bahkan hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan hari Kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.
Tafseer
47
إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ
Innal mujrimeena fee dalaalinw wa su'ur
Sungguh, orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan akan berada dalam neraka (di akhirat).
Tafseer
48
يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ
Yawma yushaboona fin Naari'alaa wujoohimim zooqoo massa saqar
Pada hari mereka diseret ke neraka pada wajahnya. (Dikatakan kepada mereka), "Rasakanlah sentuhan api neraka."
Tafseer
49
إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ
Innaa kulla shai'in khalaqnaahu biqadar
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.
Tafseer
50
وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ
Wa maaa amrunaaa illaa waahidatun kalamhim bilbasar
Dan perintah Kami hanyalah (dengan) satu perkataan seperti kejapan mata.
Tafseer
51
وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ
Wa laqad ahlaknaaa ashyaa'akum fahal mim muddakir
Dan sungguh, telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu (kekafirannya). Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?
Tafseer
52
وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ
Wa kullu shai'in fa'aloohu fiz Zubur
Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.
Tafseer
53
وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ
Wa kullu sagheerinw wa kabeerim mustatar
Dan segala (sesuatu) yang kecil maupun yang besar (semuanya) tertulis.
Tafseer
54
إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي جَنَّـٰتٖ وَنَهَرٖ
Innal muttaqeena fee jannaatinw wa nahar
Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada di taman-taman dan sungai-sungai,
Tafseer
55
فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ
Fee maq'adi sidqin 'inda Maleekim Muqtadir
di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Mahakuasa.
Tafseer
1
ٱلرَّحۡمَٰنُ
Ar Rahmaan
(Allah) Yang Maha Pengasih,
Tafseer
2
عَلَّمَ ٱلۡقُرۡءَانَ
'Allamal Quran
Yang telah mengajarkan Al-Qur`an.
Tafseer
3
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ
Khalaqal insaan
Dia menciptakan manusia,
Tafseer
4
عَلَّمَهُ ٱلۡبَيَانَ
'Allamalhul bayaan
mengajarnya pandai berbicara.
Tafseer
5
ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ بِحُسۡبَانٖ
Ashshamsu walqamaru bihusbaan
Matahari dan bulan beredar menurut perhitungan,
Tafseer
6
وَٱلنَّجۡمُ وَٱلشَّجَرُ يَسۡجُدَانِ
Wannajmu washshajaru yasjudan
Bintang dan pepohonan, keduanya tunduk (kepada-Nya).
Tafseer
7
وَٱلسَّمَآءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ ٱلۡمِيزَانَ
Wassamaaa'a rafa'ahaa wa wada'al Meezan
Dan langit telah ditinggikan-Nya dan Dia ciptakan keseimbangan,
Tafseer
8
أَلَّا تَطۡغَوۡاْ فِي ٱلۡمِيزَانِ
Allaa tatghaw fil meezaan
agar kamu jangan merusak keseimbangan itu.
Tafseer
9
وَأَقِيمُواْ ٱلۡوَزۡنَ بِٱلۡقِسۡطِ وَلَا تُخۡسِرُواْ ٱلۡمِيزَانَ
Wa aqeemul wazna bilqisti wa laa tukhsirul meezaan
Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu.
Tafseer
10
وَٱلۡأَرۡضَ وَضَعَهَا لِلۡأَنَامِ
Wal arda wada'ahaa lilanaame
Dan bumi telah dibentangkan-Nya untuk makhluk(-Nya).
Tafseer
11
فِيهَا فَٰكِهَةٞ وَٱلنَّخۡلُ ذَاتُ ٱلۡأَكۡمَامِ
Feehaa faakihatunw wan nakhlu zaatul akmaam
Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,
Tafseer
12
وَٱلۡحَبُّ ذُو ٱلۡعَصۡفِ وَٱلرَّيۡحَانُ
Walhabbu zul 'asfi war Raihaanu
dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.
Tafseer
13
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
14
خَلَقَ ٱلۡإِنسَٰنَ مِن صَلۡصَٰلٖ كَٱلۡفَخَّارِ
Khalaqal insaana min salsaalin kalfakhkhaari
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.
Tafseer
15
وَخَلَقَ ٱلۡجَآنَّ مِن مَّارِجٖ مِّن نَّارٖ
Wa khalaqal jaaan mim maarijim min naar
Dan Dia menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.
Tafseer
16
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
17
رَبُّ ٱلۡمَشۡرِقَيۡنِ وَرَبُّ ٱلۡمَغۡرِبَيۡنِ
Rabbul mashriqayni wa Rabbul maghribayni
Tuhan (yang memelihara) dua Timur dan Tuhan (yang memelihara) dua Barat.
Tafseer
18
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
19
مَرَجَ ٱلۡبَحۡرَيۡنِ يَلۡتَقِيَانِ
Marajal bahrayni yalta qiyaani
Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu,
Tafseer
20
بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٞ لَّا يَبۡغِيَانِ
Bainahumaa barzakhul laa yabghiyaan
di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.
Tafseer
21
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
22
يَخۡرُجُ مِنۡهُمَا ٱللُّؤۡلُؤُ وَٱلۡمَرۡجَانُ
Yakhruju minhumal lu 'lu u wal marjaanu
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.
Tafseer
23
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
24
وَلَهُ ٱلۡجَوَارِ ٱلۡمُنشَـَٔاتُ فِي ٱلۡبَحۡرِ كَٱلۡأَعۡلَٰمِ
Wa lahul jawaaril mun sha'aatu fil bahri kal a'laam
Milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan bagaikan gunung-gunung.
Tafseer
25
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
26
كُلُّ مَنۡ عَلَيۡهَا فَانٖ
Kullu man 'alaihaa faan
Semua yang ada di bumi itu akan binasa,
Tafseer
27
وَيَبۡقَىٰ وَجۡهُ رَبِّكَ ذُو ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ
Wa yabqaa wajhu rabbika zul jalaali wal ikraam
tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.
Tafseer
28
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
29
يَسۡـَٔلُهُۥ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ كُلَّ يَوۡمٍ هُوَ فِي شَأۡنٖ
Yas'aluhoo man fissamaawaati walard; kulla ywmin huwa fee shaan
Apa yang di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.
Tafseer
30
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
31
سَنَفۡرُغُ لَكُمۡ أَيُّهَ ٱلثَّقَلَانِ
Sanafrughu lakum ayyuhas saqalaan
Kami akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu wahai (golongan) manusia dan jin!
Tafseer
32
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
33
يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ
Yaa ma'sharal jinni wal insi inis tata'tum an tanfuzoo min aqtaaris samaawaati wal ardi fanfuzoo; laa tanfuzoona illaa bisultaan
Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan (dari Allah).
Tafseer
34
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
35
يُرۡسَلُ عَلَيۡكُمَا شُوَاظٞ مِّن نَّارٖ وَنُحَاسٞ فَلَا تَنتَصِرَانِ
Yursalu 'alaikumaa shuwaazum min naarifiw-wa nuhaasun falaa tantasiraan
Kepada kamu (jin dan manusia), akan dikirim nyala api dan cairan tembaga (panas) sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri (darinya).
Tafseer
36
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
37
فَإِذَا ٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَكَانَتۡ وَرۡدَةٗ كَٱلدِّهَانِ
Fa-izan shaqqatis samaaa'u fakaanat wardatan kaddihaan
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak.
Tafseer
38
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
39
فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يُسۡـَٔلُ عَن ذَنۢبِهِۦٓ إِنسٞ وَلَا جَآنّٞ
Fa-yawma'izil laa yus'alu 'an zambiheee insunw wa laa jaann
Maka pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.
Tafseer
40
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
41
يُعۡرَفُ ٱلۡمُجۡرِمُونَ بِسِيمَٰهُمۡ فَيُؤۡخَذُ بِٱلنَّوَٰصِي وَٱلۡأَقۡدَامِ
Yu'raful mujrimoona biseemaahum fa'yu'khazu binna waasi wal aqdaam
Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.
Tafseer
42
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
43
هَٰذِهِۦ جَهَنَّمُ ٱلَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا ٱلۡمُجۡرِمُونَ
Haazihee jahannamul latee yukazzibu bihal mujrimoon
Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang yang berdosa.
Tafseer
44
يَطُوفُونَ بَيۡنَهَا وَبَيۡنَ حَمِيمٍ ءَانٖ
Yatoofoona bainahaa wa baina hameemim aan
Mereka berkeliling di sana dan di antara air yang mendidih.
Tafseer
45
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
46
وَلِمَنۡ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِ
Wa liman khaafa maqaama rabbihee jannataan
Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.
Tafseer
47
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
48
ذَوَاتَآ أَفۡنَانٖ
Zawaataaa afnaan
Kedua surga itu mempunyai aneka pepohonan dan buah-buahan.
Tafseer
49
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
50
فِيهِمَا عَيۡنَانِ تَجۡرِيَانِ
Feehimaa 'aynaani tajriyaan
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar.
Tafseer
51
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
52
فِيهِمَا مِن كُلِّ فَٰكِهَةٖ زَوۡجَانِ
Feehimaa min kulli faakihatin zawjaan
Di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.
Tafseer
53
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
54
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ فُرُشِۭ بَطَآئِنُهَا مِنۡ إِسۡتَبۡرَقٖۚ وَجَنَى ٱلۡجَنَّتَيۡنِ دَانٖ
Muttaki'eena 'alaa furushim bataaa'inuhaa min istabraq; wajanal jannataini daan
Mereka bersandar di atas permadani yang bagian dalamnya dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.
Tafseer
55
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
56
فِيهِنَّ قَٰصِرَٰتُ ٱلطَّرۡفِ لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ
Feehinna qaasiratut tarfi lam yatmishunna insun qablahum wa laa jaaann
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang membatasi pandangan, yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.
Tafseer
57
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
58
كَأَنَّهُنَّ ٱلۡيَاقُوتُ وَٱلۡمَرۡجَانُ
ka annahunnal yaaqootu wal marjaan
Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.
Tafseer
59
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
60
هَلۡ جَزَآءُ ٱلۡإِحۡسَٰنِ إِلَّا ٱلۡإِحۡسَٰنُ
Hal jazaaa'ul ihsaani illal ihsaan
Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan (pula).
Tafseer
61
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
62
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ
Wa min doonihimaa jannataan
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.
Tafseer
63
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
64
مُدۡهَآمَّتَانِ
Mudhaaammataan
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.
Tafseer
65
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
66
فِيهِمَا عَيۡنَانِ نَضَّاخَتَانِ
Feehimaa 'aynaani nad daakhataan
Di dalam keduanya (surga itu) ada dua mata air yang memancar.
Tafseer
67
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
68
فِيهِمَا فَٰكِهَةٞ وَنَخۡلٞ وَرُمَّانٞ
Feehimaa faakihatunw wa nakhlunw wa rummaan
Di dalam kedua surga itu ada buah-buahan, kurma dan delima.
Tafseer
69
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
70
فِيهِنَّ خَيۡرَٰتٌ حِسَانٞ
Feehinna khairaatun hisaan
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan jelita.
Tafseer
71
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
72
حُورٞ مَّقۡصُورَٰتٞ فِي ٱلۡخِيَامِ
Hoorum maqsooraatun fil khiyaam
Bidadari-bidadari yang dipelihara di dalam kemah-kemah.
Tafseer
73
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
74
لَمۡ يَطۡمِثۡهُنَّ إِنسٞ قَبۡلَهُمۡ وَلَا جَآنّٞ
Lam yatmis hunna insun qablahum wa laa jaaann
Mereka sebelumnya tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin.
Tafseer
75
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
76
مُتَّكِـِٔينَ عَلَىٰ رَفۡرَفٍ خُضۡرٖ وَعَبۡقَرِيٍّ حِسَانٖ
Muttaki'eena 'alaa rafratin khudrinw wa 'abqariyyin hisaan
Mereka bersandar pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.
Tafseer
77
فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fabi ayyi aalaaa'i Rabbikumaa tukazzibaan.
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
Tafseer
78
تَبَٰرَكَ ٱسۡمُ رَبِّكَ ذِي ٱلۡجَلَٰلِ وَٱلۡإِكۡرَامِ
Tabaarakasmu Rabbika Zil-Jalaali wal-Ikraam
Mahasuci nama Tuhanmu Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.
Tafseer
1
إِذَا وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ
Izaa waqa'atil waaqi'ah
Apabila terjadi hari Kiamat.
Tafseer
2
لَيۡسَ لِوَقۡعَتِهَا كَاذِبَةٌ
Laisa liwaq'atihaa kaazibah
Terjadinya tidak dapat didustakan (disangkal).
Tafseer
3
خَافِضَةٞ رَّافِعَةٌ
Khafidatur raafi'ah
(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).
Tafseer
4
إِذَا رُجَّتِ ٱلۡأَرۡضُ رَجّٗا
Izaa rujjatil ardu rajjaa
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya,
Tafseer
5
وَبُسَّتِ ٱلۡجِبَالُ بَسّٗا
Wa bussatil jibaalu bassaa
dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,
Tafseer
6
فَكَانَتۡ هَبَآءٗ مُّنۢبَثّٗا
Fakaanat habaaa'am mumbassaa
maka jadilah ia debu yang berterbangan,
Tafseer
7
وَكُنتُمۡ أَزۡوَٰجٗا ثَلَٰثَةٗ
Wa kuntum azwaajan salaasah
dan kamu menjadi tiga golongan,
Tafseer
8
فَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَيۡمَنَةِ
Fa as haabul maimanati maaa as haabul maimanah
yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,
Tafseer
9
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡمَشۡـَٔمَةِ
Wa as haabul mash'amati maaa as haabul mash'amah
dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu,
Tafseer
10
وَٱلسَّـٰبِقُونَ ٱلسَّـٰبِقُونَ
Wassaabiqoonas saabiqoon
dan orang-orang yang paling dahulu (beriman), merekalah yang paling dahulu (masuk surga).
Tafseer
11
أُوْلَـٰٓئِكَ ٱلۡمُقَرَّبُونَ
Ulaaa'ikal muqarraboon
mereka itulah orang yang dekat (kepada Allah),
Tafseer
12
فِي جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Fee Jannaatin Na'eem
Berada dalam surga kenikmatan,
Tafseer
13
ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ
Sullatum minal awwaleen
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
Tafseer
14
وَقَلِيلٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ
Wa qaleelum minal aa khireen
dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.
Tafseer
15
عَلَىٰ سُرُرٖ مَّوۡضُونَةٖ
'Alaa sururim mawdoonah
Mereka berada di atas dipan-dipan yang bertahtakan emas dan permata,
Tafseer
16
مُّتَّكِـِٔينَ عَلَيۡهَا مُتَقَٰبِلِينَ
Muttaki'eena 'alaihaa mutaqabileen
mereka bersandar di atasnya berhadap-hadapan.
Tafseer
17
يَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ
Yatoofu 'alaihim wildaa num mukkhalladoon
Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,
Tafseer
18
بِأَكۡوَابٖ وَأَبَارِيقَ وَكَأۡسٖ مِّن مَّعِينٖ
Bi akwaabinw wa abaareeq, wa kaasim mim ma'een
dengan membawa gelas, cerek dan gelas besar (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,
Tafseer
19
لَّا يُصَدَّعُونَ عَنۡهَا وَلَا يُنزِفُونَ
Laa yusadda'oona 'anhaa wa laa yunzifoon
mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,
Tafseer
20
وَفَٰكِهَةٖ مِّمَّا يَتَخَيَّرُونَ
Wa faakihatim mimmaa yatakhaiyaroon
dan buah-buahan apa pun yang mereka pilih,
Tafseer
21
وَلَحۡمِ طَيۡرٖ مِّمَّا يَشۡتَهُونَ
Wa lahmi tairim mimmaa yashtahoon
dan daging burung apa pun yang mereka inginkan.
Tafseer
22
وَحُورٌ عِينٞ
Wa hoorun'een
dan ada bidadari-bidadari yang bermata indah,
Tafseer
23
كَأَمۡثَٰلِ ٱللُّؤۡلُوِٕ ٱلۡمَكۡنُونِ
Ka amsaalil lu'lu'il maknoon
laksana mutiara yang tersimpan baik.
Tafseer
24
جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
Jazaaa'am bimaa kaanoo ya'maloon
Sebagai balasan atas apa yang mereka kerjakan.
Tafseer
25
لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا
Laa yasma'oona feehaa laghwanw wa laa taaseemaa
Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia maupun yang menimbulkan dosa,
Tafseer
26
إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا
Illaa qeelan salaaman salaamaa
tetapi mereka mendengar ucapan salam.
Tafseer
27
وَأَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلۡيَمِينِ
Wa as haabul yameeni maaa as haabul Yameen
Dan golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.
Tafseer
28
فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ
Fee sidrim makhdood
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
Tafseer
29
وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ
Wa talhim mandood
dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),
Tafseer
30
وَظِلّٖ مَّمۡدُودٖ
Wa zillim mamdood
dan naungan yang terbentang luas,
Tafseer
31
وَمَآءٖ مَّسۡكُوبٖ
Wa maaa'im maskoob
dan air yang mengalir terus-menerus,
Tafseer
32
وَفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ
Wa faakihatin kaseerah
dan buah-buahan yang banyak,
Tafseer
33
لَّا مَقۡطُوعَةٖ وَلَا مَمۡنُوعَةٖ
Laa maqtoo'atinw wa laa mamnoo'ah
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya,
Tafseer
34
وَفُرُشٖ مَّرۡفُوعَةٍ
Wa furushim marfoo'ah
dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.
Tafseer
35
إِنَّآ أَنشَأۡنَٰهُنَّ إِنشَآءٗ
Innaaa anshaanaahunna inshaaa'aa
Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung,
Tafseer
36
فَجَعَلۡنَٰهُنَّ أَبۡكَارًا
Faja'alnaahunna abkaaraa
lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,
Tafseer
37
عُرُبًا أَتۡرَابٗا
'Uruban atraabaa
yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya,
Tafseer
38
لِّأَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
Li as haabil yameen
untuk golongan kanan,
Tafseer
39
ثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأَوَّلِينَ
Sullatum minal awwa leen
segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,
Tafseer
40
وَثُلَّةٞ مِّنَ ٱلۡأٓخِرِينَ
Wa sullatum minal aakhireen
dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.
Tafseer
41
وَأَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَٰبُ ٱلشِّمَالِ
Wa as haabush shimaali maaa as haabush shimaal
Dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.
Tafseer
42
فِي سَمُومٖ وَحَمِيمٖ
Fee samoominw wa hameem
(Mereka) dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih,
Tafseer
43
وَظِلّٖ مِّن يَحۡمُومٖ
Wa zillim miny yahmoom
dan naungan asap yang hitam,
Tafseer
44
لَّا بَارِدٖ وَلَا كَرِيمٍ
Laa baaridinw wa laa kareem
tidak sejuk dan tidak menyenangkan.
Tafseer
45
إِنَّهُمۡ كَانُواْ قَبۡلَ ذَٰلِكَ مُتۡرَفِينَ
Innaahum kaanoo qabla zaalika mutrafeen
Sesungguhnya mereka sebelum itu (dahulu) hidup bermewah-mewah,
Tafseer
46
وَكَانُواْ يُصِرُّونَ عَلَى ٱلۡحِنثِ ٱلۡعَظِيمِ
Wa kaanoo yusirroona 'alal hinsil 'azeem
dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar,
Tafseer
47
وَكَانُواْ يَقُولُونَ أَئِذَا مِتۡنَا وَكُنَّا تُرَابٗا وَعِظَٰمًا أَءِنَّا لَمَبۡعُوثُونَ
Wa kaanoo yaqooloona a'izaa mitnaa wa kunnaa turaabanw wa izaaman'ainnaa lamab'oosoon
dan mereka berkata, "Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?
Tafseer
48
أَوَءَابَآؤُنَا ٱلۡأَوَّلُونَ
Awa aabaaa'unal awwaloon
Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"
Tafseer
49
قُلۡ إِنَّ ٱلۡأَوَّلِينَ وَٱلۡأٓخِرِينَ
Qul innal awwaleena wal aakhireen
Katakanlah, "(Ya), sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian,
Tafseer
50
لَمَجۡمُوعُونَ إِلَىٰ مِيقَٰتِ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ
Lamajmoo'oona ilaa meeqaati yawmim ma'loon
semuanya pasti akan dikumpulkan pada waktu tertentu, pada hari yang sudah dimaklumi.
Tafseer
51
ثُمَّ إِنَّكُمۡ أَيُّهَا ٱلضَّآلُّونَ ٱلۡمُكَذِّبُونَ
summa innakum ayyuhad daaalloonal mukazziboon
Kemudian sesungguhnya kamu, wahai orang-orang yang sesat lagi mendustakan!
Tafseer
52
لَأٓكِلُونَ مِن شَجَرٖ مِّن زَقُّومٖ
La aakiloona min shaja rim min zaqqoom
pasti akan memakan pohon zaqqum,
Tafseer
53
فَمَالِـُٔونَ مِنۡهَا ٱلۡبُطُونَ
Famaali'oona minhal butoon
Maka akan penuh perutmu dengannya.
Tafseer
54
فَشَٰرِبُونَ عَلَيۡهِ مِنَ ٱلۡحَمِيمِ
Fashaariboona 'alaihi minal hameem
Setelah itu kamu akan memimun air yang sangat panas.
Tafseer
55
فَشَٰرِبُونَ شُرۡبَ ٱلۡهِيمِ
Fashaariboona shurbal heem
Maka kamu minum seperti unta (yang sangat haus) minum.
Tafseer
56
هَٰذَا نُزُلُهُمۡ يَوۡمَ ٱلدِّينِ
Haazaa nuzuluhum yawmad deen
Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan."
Tafseer
57
نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ
Nahnu khalaqnaakum falaw laa tusaddiqoon
Kami telah menciptakan kamu, mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?
Tafseer
58
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ
Afara'aytum maa tumnoon
Maka adakah kamu perhatikan, tentang (benih manusia) yang kamu pancarkan.
Tafseer
59
ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونَ
'A-antum takhluqoo nahooo am nahnul khaaliqoon
Kamukah yang menciptakannya, ataukah Kami penciptanya?
Tafseer
60
نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ
Nahnu qaddarnaa baina kumul mawta wa maa nahnu bimasbooqeen
Kami telah menentukan kematian masing-masing kamu dan Kami tidak lemah,
Tafseer
61
عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ وَنُنشِئَكُمۡ فِي مَا لَا تَعۡلَمُونَ
'Alaaa an nubaddila amsaalakum wa nunshi'akum fee maa laa ta'lamoon
untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (di dunia) dan membangkitkan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.
Tafseer
62
وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ
Wa laqad 'alimtumun nash atal oolaa falaw laa tazakkaroon
Dan sungguh, kamu telah tahu penciptaan yang pertama, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?
Tafseer
63
أَفَرَءَيۡتُم مَّا تَحۡرُثُونَ
Afara'aytum maa tahrusoon
Pernahkah kamu perhatikan benih yang kamu tanam?
Tafseer
64
ءَأَنتُمۡ تَزۡرَعُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلزَّـٰرِعُونَ
'A-antum tazra'oonahooo am nahnuz zaari'ooon
Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkan?
Tafseer
65
لَوۡ نَشَآءُ لَجَعَلۡنَٰهُ حُطَٰمٗا فَظَلۡتُمۡ تَفَكَّهُونَ
Law nashaaa'u laja'al naahu hutaaman fazaltum tafakkahoon
Sekiranya Kami kehendaki, niscaya Kami hancurkan sampai lumat; maka kamu akan heran tercengang,
Tafseer
66
إِنَّا لَمُغۡرَمُونَ
Innaa lamughramoon
(sambil berkata), "Sungguh, kami benar-benar menderita kerugian,
Tafseer
67
بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ
Bal nahnu mahroomoon
bahkan kami tidak mendapat hasil apa pun."
Tafseer
68
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ
Afara'aytumul maaa'allazee tashraboon
Pernahkah kamu memperhatikan air yang kamu minum?
Tafseer
69
ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ
'A-antum anzaltumoohu minal muzni am nahnul munziloon
Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?
Tafseer
70
لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ
Law nashaaa'u ja'alnaahu ujaajan falaw laa tashkuroon
Sekiranya Kami menghendaki, niscaya Kami menjadikannya asin, mengapa kamu tidak bersyukur?
Tafseer
71
أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلنَّارَ ٱلَّتِي تُورُونَ
Afara'aytumun naaral latee tooroon
Maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan (dengan kayu)?
Tafseer
72
ءَأَنتُمۡ أَنشَأۡتُمۡ شَجَرَتَهَآ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنشِـُٔونَ
'A-antum anshaatum shajaratahaaa am nahnul munshi'oon
Kamukah yang menumbuhkan kayu itu ataukah Kami yang menumbuhkan?
Tafseer
73
نَحۡنُ جَعَلۡنَٰهَا تَذۡكِرَةٗ وَمَتَٰعٗا لِّلۡمُقۡوِينَ
Nahnu ja'alnaahaa tazkira tanw wa mataa'al lilmuqween
Kami menjadikannya (api itu) untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir.
Tafseer
74
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
Fasabbih bismi Rabbikal 'azeem
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
Tafseer
75
۞فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَوَٰقِعِ ٱلنُّجُومِ
Falaa uqsimu bimaawaa qi'innujoom
Lalu Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.
Tafseer
76
وَإِنَّهُۥ لَقَسَمٞ لَّوۡ تَعۡلَمُونَ عَظِيمٌ
Wa innahoo laqasamul lawta'lamoona'azeem
Dan sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang besar sekiranya kamu mengetahui,
Tafseer
77
إِنَّهُۥ لَقُرۡءَانٞ كَرِيمٞ
Innahoo la quraanun kareem
dan (ini) sesungguhnya Al-Qur`an yang sangat mulia,
Tafseer
78
فِي كِتَٰبٖ مَّكۡنُونٖ
Fee kitaabim maknoon
dalam Kitab yang terpelihara (Lauḥ Maḥfūẓ),
Tafseer
79
لَّا يَمَسُّهُۥٓ إِلَّا ٱلۡمُطَهَّرُونَ
Laa yamassuhooo illal mutahharoon
tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan.
Tafseer
80
تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Tanzeelum mir Rabbil'aalameen
Diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Tafseer
81
أَفَبِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ أَنتُم مُّدۡهِنُونَ
Afabihaazal hadeesi antum mudhinoon
Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur`an)?
Tafseer
82
وَتَجۡعَلُونَ رِزۡقَكُمۡ أَنَّكُمۡ تُكَذِّبُونَ
Wa taj'aloona rizqakum annakum tukazziboon
dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan(-Nya).
Tafseer
83
فَلَوۡلَآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلۡحُلۡقُومَ
Falaw laaa izaa balaghatil hulqoom
Maka kalau begitu mengapa (tidak mencegah) ketika (nyawa) telah sampai di kerongkongan,
Tafseer
84
وَأَنتُمۡ حِينَئِذٖ تَنظُرُونَ
Wa antum heena'izin tanzuroon
dan kamu ketika itu melihat,
Tafseer
85
وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنكُمۡ وَلَٰكِن لَّا تُبۡصِرُونَ
Wa nahnu aqrabu ilaihi minkum wa laakil laa tubsiroon
dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat,
Tafseer
86
فَلَوۡلَآ إِن كُنتُمۡ غَيۡرَ مَدِينِينَ
Falaw laaa in kuntum ghira madeeneen
maka mengapa jika kamu memang tidak dikuasai (oleh Allah),
Tafseer
87
تَرۡجِعُونَهَآ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ
Tarji'oonahaaa in kuntum saadiqeen
kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang yang benar?
Tafseer
88
فَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُقَرَّبِينَ
Fa ammaaa in kaana minal muqarrabeen
Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),
Tafseer
89
فَرَوۡحٞ وَرَيۡحَانٞ وَجَنَّتُ نَعِيمٖ
Farawhunw wa raihaa nunw wa jannatu na'eem
maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga (yang penuh) kenikmatan.
Tafseer
90
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
Wa ammaaa in kaana min as haabil yameen
Dan jika dia termasuk golongan kanan,
Tafseer
91
فَسَلَٰمٞ لَّكَ مِنۡ أَصۡحَٰبِ ٱلۡيَمِينِ
Fasalaamul laka min as haabil yameen
maka, "Salam bagimu (wahai) dari golongan kanan!" (sambut malaikat).
Tafseer
92
وَأَمَّآ إِن كَانَ مِنَ ٱلۡمُكَذِّبِينَ ٱلضَّآلِّينَ
Wa ammaaa in kaana minal mukazzibeenad daaalleen
Namun jika dia termasuk golongan yang mendustakan dan sesat,
Tafseer
93
فَنُزُلٞ مِّنۡ حَمِيمٖ
Fanuzulum min hameem
maka dia disambut siraman air yang mendidih,
Tafseer
94
وَتَصۡلِيَةُ جَحِيمٍ
Wa tasliyatu jaheem
dan dibakar di dalam neraka.
Tafseer
95
إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ حَقُّ ٱلۡيَقِينِ
Inna haaza lahuwa haqqul yaqeen
Sungguh, inilah keyakinan yang benar.
Tafseer
96
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
Fasabbih bismi rabbikal 'azeem
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahabesar.
Tafseer
1
سَبَّحَ لِلَّهِ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡحَكِيمُ
Sabbaha lillaahi maa fissamaawaati wal ardi wa Huwal 'Azeezul Hakeem
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
Tafseer
2
لَهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ يُحۡيِۦ وَيُمِيتُۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ
Lahoo mulkus samaawaati wal ardi yuhyee wa yumeetu wa Huwa 'alaa kulli shai'in Qadeer
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi, Dia menghidupkan dan mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafseer
3
هُوَ ٱلۡأَوَّلُ وَٱلۡأٓخِرُ وَٱلظَّـٰهِرُ وَٱلۡبَاطِنُۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ
Huwal Awwalu wal'Aakhiru waz Zaahiru wal Baatinu wa huwa bikulli shai'in Aleem
Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
Tafseer
4
هُوَ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يَعۡلَمُ مَا يَلِجُ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَمَا يَخۡرُجُ مِنۡهَا وَمَا يَنزِلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ وَمَا يَعۡرُجُ فِيهَاۖ وَهُوَ مَعَكُمۡ أَيۡنَ مَا كُنتُمۡۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ
Huwal lazee khalaqas samaawaati wal arda fee sittati ayyaamin summas tawaa 'alal 'Arsh; ya'lamu maa yaliju filardi wa maa yakhruju minhaa wa maa yanzilu minas samaaa'i wa maa ya'ruju feeha wa Huwa ma'akum ayna maa kuntum; wallaahu bimaa ta'maloona Baseer
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa; kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari dalamnya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana . Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Tafseer
5
لَّهُۥ مُلۡكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرۡجَعُ ٱلۡأُمُورُ
Lahoo mulkus samaawaati wal ard; wa ilal laahi turja'ul umoor
Milik-Nyalah kerajaan langit dan bumi. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembali­kan.
Tafseer
6
يُولِجُ ٱلَّيۡلَ فِي ٱلنَّهَارِ وَيُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِي ٱلَّيۡلِۚ وَهُوَ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
Yoolijul laila fin nahaari wa yoolijun nahaara fil lail; wa Huwa 'Aleemum bizaatis sudoor
Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam. Dan Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafseer
7
ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَأَنفِقُواْ مِمَّا جَعَلَكُم مُّسۡتَخۡلَفِينَ فِيهِۖ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَأَنفَقُواْ لَهُمۡ أَجۡرٞ كَبِيرٞ
Aaaminoo billaahi wa Rasoolihee wa anfiqoo mimmaa ja'alakum mustakh lafeena feehi fallazeena aamanoo minkum wa anfaqoo lahum ajrun kabeer
Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan infakkanlah (di jalan Allah) sebagian dari harta yang Dia telah menjadikan kamu sebagai penguasanya (amanah). Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menginfakkan (hartanya di jalan Allah) memperoleh pahala yang besar.
Tafseer
8
وَمَا لَكُمۡ لَا تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلرَّسُولُ يَدۡعُوكُمۡ لِتُؤۡمِنُواْ بِرَبِّكُمۡ وَقَدۡ أَخَذَ مِيثَٰقَكُمۡ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ
Wa maa lakum laa tu'minoona billaahi war Rasoolu yad'ookum lituu'minoo bi Rabbikum wa qad akhaza meesaaqakum in kuntum mu'mineen
Dan mengapa kamu tidak beriman kepada Allah, padahal Rasul mengajak kamu beriman kepada Tuhanmu? Dan Dia telah mengambil janji (setia)mu, jika kamu orang-orang mukmin.
Tafseer
9
هُوَ ٱلَّذِي يُنَزِّلُ عَلَىٰ عَبۡدِهِۦٓ ءَايَٰتِۭ بَيِّنَٰتٖ لِّيُخۡرِجَكُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ بِكُمۡ لَرَءُوفٞ رَّحِيمٞ
Huwal lazee yunazzilu 'alaa 'abdiheee Aayaatim baiyinaatil liyukhrijakum minaz zulumaati ilan noor; wa innal laaha bikum la Ra'oofur Raheem
Dialah yang menurunkan ayat-ayat yang terang (Al-Qur`an) kepada hamba-Nya (Muhammad) untuk mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya. Dan sungguh, terhadap kamu Allah Maha Penyantun, Maha Penyayang.
Tafseer
10
وَمَا لَكُمۡ أَلَّا تُنفِقُواْ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلِلَّهِ مِيرَٰثُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ لَا يَسۡتَوِي مِنكُم مَّنۡ أَنفَقَ مِن قَبۡلِ ٱلۡفَتۡحِ وَقَٰتَلَۚ أُوْلَـٰٓئِكَ أَعۡظَمُ دَرَجَةٗ مِّنَ ٱلَّذِينَ أَنفَقُواْ مِنۢ بَعۡدُ وَقَٰتَلُواْۚ وَكُلّٗا وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلۡحُسۡنَىٰۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ
Wa maa lakum allaa tunfiqoo fee sabeelil laahi wa lillaahi meeraasus samaawaati wal-ard; laa yastawee minkum man anfaqa min qablil fat-hi wa qaatal; ulaaaika a'zamu darajatam minal lazeena anfaqoo mim ba'du wa qaataloo; wa kullanw wa'adallaahul husnaa; wallaahu bimaa ta'maloona Khabeer
Dan mengapa kamu tidak menginfakkan hartamu di jalan Allah, padahal milik Allah semua pusaka langit dan bumi? Tidak sama orang yang menginfakkan (hartanya di jalan Allah) di antara kamu dan berperang sebelum penaklukan (Mekkah). Mereka lebih tinggi derajatnya daripada orang-orang yang menginfakkan (hartanya) dan berperang setelah itu. Dan Allah menjanjikan kepada masing-masing mereka (balasan) yang lebih baik. Dan Allah Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.
Tafseer
11
مَّن ذَا ٱلَّذِي يُقۡرِضُ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا فَيُضَٰعِفَهُۥ لَهُۥ وَلَهُۥٓ أَجۡرٞ كَرِيمٞ
man zal lazee yuqridul laaha qardan hasanan fa yudaa'ifahoo lahoo wa lahooo ajrun kareem
Barangsiapa meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan mengembalikannya berlipat ganda untuknya, dan baginya pahala yang mulia,
Tafseer
12
يَوۡمَ تَرَى ٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِ يَسۡعَىٰ نُورُهُم بَيۡنَ أَيۡدِيهِمۡ وَبِأَيۡمَٰنِهِمۖ بُشۡرَىٰكُمُ ٱلۡيَوۡمَ جَنَّـٰتٞ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلۡفَوۡزُ ٱلۡعَظِيمُ
Yawma taral mu'mineena walmu'minaati yas'aa nooruhum baina aydeehim wa biaymaanihim bushraakumul yawma jannaatun tajree min tahtihal anhaaru khaalideena feeha; zaalika huwal fawzul 'azeem
pada hari engkau akan melihat orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, betapa cahaya mereka bersinar di depan dan di samping kanan mereka, (dikatakan kepada mereka), "Pada hari ini ada berita gembira untukmu, (yaitu) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah kemenangan yang agung."
Tafseer
13
يَوۡمَ يَقُولُ ٱلۡمُنَٰفِقُونَ وَٱلۡمُنَٰفِقَٰتُ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱنظُرُونَا نَقۡتَبِسۡ مِن نُّورِكُمۡ قِيلَ ٱرۡجِعُواْ وَرَآءَكُمۡ فَٱلۡتَمِسُواْ نُورٗاۖ فَضُرِبَ بَيۡنَهُم بِسُورٖ لَّهُۥ بَابُۢ بَاطِنُهُۥ فِيهِ ٱلرَّحۡمَةُ وَظَٰهِرُهُۥ مِن قِبَلِهِ ٱلۡعَذَابُ
Yawma yaqoolul munaa fiqoona walmunaafiqaatu lillazeena aamanun zuroonaa naqtabis min noorikum qeelarji'oo waraaa'akum faltamisoo nooran faduriba bainahum bisooril lahoo baab, baatinuhoo feehir rahmatu wa zaahiruhoo min qibalihi-'azaab
Pada hari orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman, "Tunggulah kami! Kami ingin mengambil cahayamu." (Kepada mereka) dikatakan, "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untukmu)." Lalu di antara mereka dipasang dinding (pemisah) yang berpintu. Di bagian dalam ada rahmat dan di luarnya hanya ada azab.
Tafseer
14
يُنَادُونَهُمۡ أَلَمۡ نَكُن مَّعَكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمۡ فَتَنتُمۡ أَنفُسَكُمۡ وَتَرَبَّصۡتُمۡ وَٱرۡتَبۡتُمۡ وَغَرَّتۡكُمُ ٱلۡأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَآءَ أَمۡرُ ٱللَّهِ وَغَرَّكُم بِٱللَّهِ ٱلۡغَرُورُ
Yunaadoonahum alam nakum ma'akum qaaloo balaa wa laakinnakum fatantum anfusakum wa tarabbastum wartabtum wa gharratkumul amaaniyyu hatta jaaa'a amrul laahi wa gharrakum billaahil gharoor
Orang-orang munafik memanggil orang-orang mukmin, "Bukankah kami dahulu bersama kamu?" Mereka menjawab, "Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.
Tafseer
15
فَٱلۡيَوۡمَ لَا يُؤۡخَذُ مِنكُمۡ فِدۡيَةٞ وَلَا مِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْۚ مَأۡوَىٰكُمُ ٱلنَّارُۖ هِيَ مَوۡلَىٰكُمۡۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ
Fal Yawma laa yu'khazu minkum fidyatunw wa laa minal lazeena kafaroo; maawaakumun Naaru hiya maw laakum wa bi'sal maseer
Maka pada hari ini tidak akan diterima tebusan dari kamu maupun dari orang-orang kafir. Tempat kamu di neraka. Itulah tempat berlindungmu, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali."
Tafseer
16
۞أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ
Alam yaani laillzeena aamanooo an takhsha'a quloo buhum lizikril laahi wa maa nazala minal haqqi wa laa yakoonoo kallazeena ootul Kitaaba min qablu fataala 'alaihimul amadu faqasat quloobuhum wa kaseerum minhum faasiqoon
Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan (kepada mereka), dan janganlah mereka (berlaku) seperti orang-orang yang telah menerima kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik.
Tafseer
17
ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ
I'lamooo annal laaha yuhyil arda ba'da mawtihaa; qad baiyannaa lakumul Aayaati la'allakum ta'qiloon
Ketahuilah bahwa Allah yang menghidupkan bumi setelah matinya (kering). Sungguh, telah Kami jelaskan kepadamu tanda-tanda (kebesaran Kami) agar kamu mengerti.
Tafseer
18
إِنَّ ٱلۡمُصَّدِّقِينَ وَٱلۡمُصَّدِّقَٰتِ وَأَقۡرَضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗا يُضَٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ أَجۡرٞ كَرِيمٞ
Innal mussaddiqeena wal mussaddiqaati wa aqradul laaha qardan hassanany yudaa'afu lahum wa lahum ajrun kareem
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia.
Tafseer
19
وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦٓ أُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصِّدِّيقُونَۖ وَٱلشُّهَدَآءُ عِندَ رَبِّهِمۡ لَهُمۡ أَجۡرُهُمۡ وَنُورُهُمۡۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ أُوْلَـٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ
Wallazeena aamanoo billaahi wa Rusuliheee ulaaa'ika humus siddeeqoona wash shuhadaaa'u 'inda Rabbihim lahum ajruhum wa nooruhum wallazeena kafaroo wa kazzaboo bi aayaatinaaa ulaaaika As haabul jaheem
Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, mereka itu orang-orang yang tulus hati (pecinta kebenaran) dan saksi-saksi di sisi Tuhan mereka. Mereka berhak mendapat pahala dan cahaya. Tetapi orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni-penghuni neraka.
Tafseer
20
ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَا لَعِبٞ وَلَهۡوٞ وَزِينَةٞ وَتَفَاخُرُۢ بَيۡنَكُمۡ وَتَكَاثُرٞ فِي ٱلۡأَمۡوَٰلِ وَٱلۡأَوۡلَٰدِۖ كَمَثَلِ غَيۡثٍ أَعۡجَبَ ٱلۡكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمٗاۖ وَفِي ٱلۡأٓخِرَةِ عَذَابٞ شَدِيدٞ وَمَغۡفِرَةٞ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضۡوَٰنٞۚ وَمَا ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلۡغُرُورِ
I'lamooo annamal hayaa tud dunyaa la'ibunw wa lahwunw wa zeenatunw wa takaasurun bainakum wa takaasurn fil amwaali wal awlaad, kamasali ghaisin a'jabal kuffaara nabaatuhoo summa yaheeju fataraahu musfaaran summa yakoonu hutaamaa; wa fil aakhirati 'azaabun shadeedunw wa magh firatum minal laahi wa ridwaan; wa mal haiyaa tuddun yaaa illaa mataa'ul ghuroor
Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering, dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.
Tafseer
21
سَابِقُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا كَعَرۡضِ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ أُعِدَّتۡ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرُسُلِهِۦۚ ذَٰلِكَ فَضۡلُ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ
Saabiqooo ilaa maghfiratim mir Rabbikum wa jannatin 'arduhaa ka-'ardis samaaa'i wal ardi u'iddat lillazeena aamanoo billaahi wa Rusulih; zaalika fadlul laahi yu'teehi many yashaaa'; wal laahu zul fadlil 'azeem
Berlomba-lombalah kamu untuk mendapatkan ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Tafseer
22
مَآ أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا فِيٓ أَنفُسِكُمۡ إِلَّا فِي كِتَٰبٖ مِّن قَبۡلِ أَن نَّبۡرَأَهَآۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٞ
Maaa asaaba mim musee batin fil ardi wa laa feee anfusikum illaa fee kitaabim min qabli an nabra ahaa; innaa zaalika 'alal laahi yaseer
Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauḥ Maḥfūẓ) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.
Tafseer
23
لِّكَيۡلَا تَأۡسَوۡاْ عَلَىٰ مَا فَاتَكُمۡ وَلَا تَفۡرَحُواْ بِمَآ ءَاتَىٰكُمۡۗ وَٱللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٍ
Likailaa taasaw 'alaa maa faatakum wa laa tafrahoo bimaaa aataakum; wallaahu laa yuhibbu kulla mukhtaalin fakhoor
Agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri,
Tafseer
24
ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ وَيَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِۗ وَمَن يَتَوَلَّ فَإِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡغَنِيُّ ٱلۡحَمِيدُ
Allazeeena yabkhaloona wa yaamuroonan naasa bil bukhl; wa many yatawalla fa innal laaha Huwal Ghaniyyul Hameed
yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir. Barangsiapa berpaling (dari perintah-perintah Allah), maka sesungguhnya Allah, Dia Mahakaya, Maha Terpuji.
Tafseer
25
لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا رُسُلَنَا بِٱلۡبَيِّنَٰتِ وَأَنزَلۡنَا مَعَهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمِيزَانَ لِيَقُومَ ٱلنَّاسُ بِٱلۡقِسۡطِۖ وَأَنزَلۡنَا ٱلۡحَدِيدَ فِيهِ بَأۡسٞ شَدِيدٞ وَمَنَٰفِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعۡلَمَ ٱللَّهُ مَن يَنصُرُهُۥ وَرُسُلَهُۥ بِٱلۡغَيۡبِۚ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٞ
Laqad arsalnaa Rusulanaa bilbaiyinaati wa anzalnaa ma'ahumul Kitaaba wal Meezaana liyaqooman naasu bilqist, wa anzalnal hadeeda feehi baasun shadeedunw wa manaafi'u linnaasi wa liya'lamal laahu many yansuruhoo wa Rusulahoo bilghaib; innal laaha Qawiyyn 'Azeez
Sungguh, Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan bukti-bukti yang nyata, dan Kami turunkan bersama mereka Kitab dan neraca (keadilan) agar manusia dapat berlaku adil. Dan Kami menciptakan besi yang mempunyai kekuatan hebat dan banyak manfaat bagi manusia, dan agar Allah mengetahui siapa yang menolong (agama)-Nya dan rasul-rasul-Nya walaupun (Allah) tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Mahakuat, Mahaperkasa.
Tafseer
26
وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحٗا وَإِبۡرَٰهِيمَ وَجَعَلۡنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا ٱلنُّبُوَّةَ وَٱلۡكِتَٰبَۖ فَمِنۡهُم مُّهۡتَدٖۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ
Wa laqad arsalnaa Noohanw wa Ibraaheema wa ja'alnaa fee zurriyyatihiman nubuwwata wal Kitaaba faminhum muhtad; wa kaseerum minhum faasiqoon
Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim, dan Kami berikan kenabian dan kitab (wahyu) kepada keturunan keduanya, di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik.
Tafseer
27
ثُمَّ قَفَّيۡنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيۡنَا بِعِيسَى ٱبۡنِ مَرۡيَمَ وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَۖ وَجَعَلۡنَا فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأۡفَةٗ وَرَحۡمَةٗۚ وَرَهۡبَانِيَّةً ٱبۡتَدَعُوهَا مَا كَتَبۡنَٰهَا عَلَيۡهِمۡ إِلَّا ٱبۡتِغَآءَ رِضۡوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوۡهَا حَقَّ رِعَايَتِهَاۖ فَـَٔاتَيۡنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنۡهُمۡ أَجۡرَهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ
Summa qaffainaa 'alaa aasaarihim bi Rusulinaa wa qaffainaa be 'Eesab ni Maryama wa aatainaahul Injeela wa ja'alnaa fee quloobil lazeenat taba' oohu raafatanw wa rahmatanw wa rahbaaniyyatanib tada' oohaa maa katanaahaa 'alaihim illab tighaaa'a ridwaanil laahi famaa ra'awhaa haqqa ri'aayatihaa fa aatainal lazeena aamanoo minhum ajrahum wa kaseerum minhum faasiqoon
Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan raḥbāniyyah, padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka, (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.
Tafseer
28
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَءَامِنُواْ بِرَسُولِهِۦ يُؤۡتِكُمۡ كِفۡلَيۡنِ مِن رَّحۡمَتِهِۦ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ نُورٗا تَمۡشُونَ بِهِۦ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ
Yaaa ayyuhal lazeena aamaanut taqullaaha wa aaminoo bi Rasoolihee yu'tikum kiflaini mir rahmatihee wa yaj'al lakum nooran tamshoona bihee wa yaghfir lakum; wallaahu Ghafoorur Raheem
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan berimanlah kepada Rasul-Nya (Muhammad), niscaya Allah memberikan rahmat-Nya kepada dua bagian, dan menjadikan cahaya untukmu yang dengan cahaya itu kamu dapat berjalan serta Dia mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tafseer
29
لِّئَلَّا يَعۡلَمَ أَهۡلُ ٱلۡكِتَٰبِ أَلَّا يَقۡدِرُونَ عَلَىٰ شَيۡءٖ مِّن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَأَنَّ ٱلۡفَضۡلَ بِيَدِ ٱللَّهِ يُؤۡتِيهِ مَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ
Li'alla ya'lama Ahlul kitaabi allaa yaqdiroona 'alaa shai'im min fadlil laahi wa annal fadla bi Yadil laahi u'teehi many yashaaa'; wallaahu Zul fadilil 'azeem
Agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Tafseer