Juz 29 — Al-Mulk to Al-Mursalat – Al-Qur’an

Juz · 29
الجزء التاسع والعشرونJuz 29Al-Mulk – Al-Mursalat
11
Surah
431
Ayat
29
Juz Ke-

1
تَبَٰرَكَ ٱلَّذِي بِيَدِهِ ٱلۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٌ
Tabaarakal lazee biyadihil mulku wa huwa 'alaa kulli shai-in qadeer
Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
Tafseer
2
ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلۡمَوۡتَ وَٱلۡحَيَوٰةَ لِيَبۡلُوَكُمۡ أَيُّكُمۡ أَحۡسَنُ عَمَلٗاۚ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلۡغَفُورُ
Allazee khalaqal mawta walhayaata liyabluwakum ayyukum ahsanu 'amalaa; wa huwal 'azeezul ghafoor
Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.
Tafseer
3
ٱلَّذِي خَلَقَ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗاۖ مَّا تَرَىٰ فِي خَلۡقِ ٱلرَّحۡمَٰنِ مِن تَفَٰوُتٖۖ فَٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ هَلۡ تَرَىٰ مِن فُطُورٖ
Allazee khalaqa sab'a samaawaatin tibaaqam maa taraa fee khalqir rahmaani min tafaawutin farji'il basara hal taraa min futoor
Yang menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?
Tafseer
4
ثُمَّ ٱرۡجِعِ ٱلۡبَصَرَ كَرَّتَيۡنِ يَنقَلِبۡ إِلَيۡكَ ٱلۡبَصَرُ خَاسِئٗا وَهُوَ حَسِيرٞ
Summar ji'il basara karrataini yanqalib ilaikal basaru khaasi'anw wa huwa haseer
Kemudian ulangi pandangan(mu) sekali lagi (dan) sekali lagi, niscaya pandanganmu akan kembali kepadamu tanpa menemukan cacat dan ia (pandanganmu) dalam keadaan letih.
Tafseer
5
وَلَقَدۡ زَيَّنَّا ٱلسَّمَآءَ ٱلدُّنۡيَا بِمَصَٰبِيحَ وَجَعَلۡنَٰهَا رُجُومٗا لِّلشَّيَٰطِينِۖ وَأَعۡتَدۡنَا لَهُمۡ عَذَابَ ٱلسَّعِيرِ
Wa laqad zaiyannas samaaa'ad dunyaa bimasaa beeha wa ja'alnaahaa rujoomal lish shayaateeni wa a'tadnaa lahum 'azaabas sa'eer
Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang, dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.
Tafseer
6
وَلِلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمۡ عَذَابُ جَهَنَّمَۖ وَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ
Wa lillazeena kafaroo bi rabbihim 'azaabu jahannama wa bi'sal maseer
Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya, akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
Tafseer
7
إِذَآ أُلۡقُواْ فِيهَا سَمِعُواْ لَهَا شَهِيقٗا وَهِيَ تَفُورُ
Izaaa ulqoo feehaa sami'oo lahaa shaheeqanw wa hiya tafoor
Apabila mereka dilemparkan ke dalamnya, mereka mendengar suara neraka yang mengerikan, sedang neraka itu membara,
Tafseer
8
تَكَادُ تَمَيَّزُ مِنَ ٱلۡغَيۡظِۖ كُلَّمَآ أُلۡقِيَ فِيهَا فَوۡجٞ سَأَلَهُمۡ خَزَنَتُهَآ أَلَمۡ يَأۡتِكُمۡ نَذِيرٞ
Takaadu tamayyazu minal ghaizi kullamaaa uliqya feehaa fawjun sa alahum khazanatuhaaa alam yaatikum nazeer
(neraka itu) hampir meledak karena marah. Setiap kali ada sekumpulan (orang-orang kafir) dilemparkan ke dalamnya, penjaga-penjaga (neraka itu) bertanya kepada mereka, "Apakah belum pernah ada orang yang datang memberi peringatan kepadamu (di dunia)?"
Tafseer
9
قَالُواْ بَلَىٰ قَدۡ جَآءَنَا نَذِيرٞ فَكَذَّبۡنَا وَقُلۡنَا مَا نَزَّلَ ٱللَّهُ مِن شَيۡءٍ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا فِي ضَلَٰلٖ كَبِيرٖ
Qaaloo balaa qad jaaa'anaa nazeerun fakazzabnaa wa qulnaa maa nazzalal laahu min shai in in antum illaa fee dalaalin kabeer
Mereka menjawab, "Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, "Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar."
Tafseer
10
وَقَالُواْ لَوۡ كُنَّا نَسۡمَعُ أَوۡ نَعۡقِلُ مَا كُنَّا فِيٓ أَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ
Wa qaaloo law kunnaa nasma'u awna'qilu maa kunnaa feee as haabis sa'eer
Dan mereka berkata, "Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala."
Tafseer
11
فَٱعۡتَرَفُواْ بِذَنۢبِهِمۡ فَسُحۡقٗا لِّأَصۡحَٰبِ ٱلسَّعِيرِ
Fa'tarafoo bizambihim fasuhqal li as haabis sa'eer
Maka mereka mengakui dosanya. Tetapi jauhlah (dari rahmat Allah) bagi penghuni neraka yang menyala-nyala itu.
Tafseer
12
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَخۡشَوۡنَ رَبَّهُم بِٱلۡغَيۡبِ لَهُم مَّغۡفِرَةٞ وَأَجۡرٞ كَبِيرٞ
Innal lazeena yakhshawna rabbahum bilghaibi lahum maghfiratunw wa ajrun kabeer
Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya yang tidak terlihat oleh mereka, mereka memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
Tafseer
13
وَأَسِرُّواْ قَوۡلَكُمۡ أَوِ ٱجۡهَرُواْ بِهِۦٓۖ إِنَّهُۥ عَلِيمُۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ
Wa asirroo qawlakum awijharoo bihee innahoo 'aleemum bizaatis sudoor
Dan rahasiakanlah perkataanmu atau nyatakanlah. Sungguh, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafseer
14
أَلَا يَعۡلَمُ مَنۡ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلۡخَبِيرُ
Alaa ya'lamu man khalaq wa huwal lateeful khabeer
Apakah (pantas) Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui? Dan Dia Mahahalus, Maha Mengetahui.
Tafseer
15
هُوَ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ ذَلُولٗا فَٱمۡشُواْ فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُواْ مِن رِّزۡقِهِۦۖ وَإِلَيۡهِ ٱلنُّشُورُ
Huwal lazee ja'ala lakumul arda zaloolan famshoo fee manaakibihaa wa kuloo mir rizqihee wa ilaihin nushoor
Dialah yang menjadikan bumi untuk kamu yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.
Tafseer
16
ءَأَمِنتُم مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ أَن يَخۡسِفَ بِكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فَإِذَا هِيَ تَمُورُ
'A-amintum man fissamaaa'i aiyakhsifa bi kumul arda fa izaa hiya tamoor
Sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan membuat kamu ditelan bumi ketika tiba-tiba ia terguncang?
Tafseer
17
أَمۡ أَمِنتُم مَّن فِي ٱلسَّمَآءِ أَن يُرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبٗاۖ فَسَتَعۡلَمُونَ كَيۡفَ نَذِيرِ
Am amintum man fissamaaa'i ai yursila 'alaikum haasiban fasata'lamoona kaifa nazeer
atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.
Tafseer
18
وَلَقَدۡ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ فَكَيۡفَ كَانَ نَكِيرِ
Wa laqad kazzabal lazeena min qablihim fakaifa kaana nakeer
Dan sungguh, orang-orang yang sebelum mereka pun telah mendustakan (rasul-rasul-Nya). Maka betapa hebatnya kemurkaan-Ku!
Tafseer
19
أَوَلَمۡ يَرَوۡاْ إِلَى ٱلطَّيۡرِ فَوۡقَهُمۡ صَـٰٓفَّـٰتٖ وَيَقۡبِضۡنَۚ مَا يُمۡسِكُهُنَّ إِلَّا ٱلرَّحۡمَٰنُۚ إِنَّهُۥ بِكُلِّ شَيۡءِۭ بَصِيرٌ
Awalam yaraw ilat tairi fawqahum saaaffaatinw wa yaqbidn; maa yumsikuhunna illaar rahmaan; innahoo bikulli shai im baseer
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang mengembangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang menahannya (di udara) selain Yang Maha Pengasih. Sungguh, Dia Maha Melihat segala sesuatu.
Tafseer
20
أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي هُوَ جُندٞ لَّكُمۡ يَنصُرُكُم مِّن دُونِ ٱلرَّحۡمَٰنِۚ إِنِ ٱلۡكَٰفِرُونَ إِلَّا فِي غُرُورٍ
Amman haazal lazee huwa jundul lakum yansurukum min doonir rahmaan; inilkaafiroona illaa fee ghuroor
Atau siapakah yang akan menjadi bala tentara bagimu yang dapat membelamu selain (Allah) Yang Maha Pengasih? Orang-orang kafir itu hanyalah dalam (keadaan) tertipu.
Tafseer
21
أَمَّنۡ هَٰذَا ٱلَّذِي يَرۡزُقُكُمۡ إِنۡ أَمۡسَكَ رِزۡقَهُۥۚ بَل لَّجُّواْ فِي عُتُوّٖ وَنُفُورٍ
Amman haazal lazee yarzuqukum in amsaka rizqah; bal lajjoo fee 'utuwwinw wa nufoor
Atau siapakah yang dapat memberimu rezeki jika Dia menahan rezeki-Nya? Bahkan mereka terus-menerus dalam kesombongan dan menjauhkan diri (dari kebenaran).
Tafseer
22
أَفَمَن يَمۡشِي مُكِبًّا عَلَىٰ وَجۡهِهِۦٓ أَهۡدَىٰٓ أَمَّن يَمۡشِي سَوِيًّا عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ
Afamai yamshee mukibban 'alaa wajhihee ahdaaa ammany yamshee sawiyyan 'alaa siratim mustaqeem
Apakah orang yang merangkak dengan wajah tertelungkup yang lebih terpimpin (dalam kebenaran) ataukah orang yang berjalan tegap di atas jalan yang lurus?
Tafseer
23
قُلۡ هُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَكُمۡ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡـِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ
Qul huwal lazee ansha akum wa ja'ala lakumus sam'a wal absaara wal af'idata qaleelam maa tashkuroon
Katakanlah, "Dialah yang menciptakan kamu dan menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati nurani bagi kamu. (Tetapi) sedikit sekali kamu bersyukur.
Tafseer
24
قُلۡ هُوَ ٱلَّذِي ذَرَأَكُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَإِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ
Qul huwal lazee zara akum fil ardi wa ilaihi tuhsharoon
Katakanlah, "Dialah yang menjadikan kamu berkembang biak di muka bumi, dan hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan."
Tafseer
25
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلۡوَعۡدُ إِن كُنتُمۡ صَٰدِقِينَ
Wa yaqooloona mataa haazal wa'du in kuntum saadiqeen
Dan mereka berkata, "Kapan (datangnya) ancaman itu jika kamu orang yang benar?"
Tafseer
26
قُلۡ إِنَّمَا ٱلۡعِلۡمُ عِندَ ٱللَّهِ وَإِنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٞ
Qul innamal 'ilmu 'indallaahi wa innamaaa ana nazeerum mubeen
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya ilmu (tentang hari Kiamat itu) hanya ada pada Allah. Dan aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang menjelaskan."
Tafseer
27
فَلَمَّا رَأَوۡهُ زُلۡفَةٗ سِيٓـَٔتۡ وُجُوهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَقِيلَ هَٰذَا ٱلَّذِي كُنتُم بِهِۦ تَدَّعُونَ
Falaammaa ra-awhu zulfatan seee'at wujoohul lazeena kafaroo wa qeela haazal lazee kuntum bihee tadda'oon
Maka ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dan dikatakan (kepada mereka), "Inilah (azab) yang dahulu kamu memintanya."
Tafseer
28
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَهۡلَكَنِيَ ٱللَّهُ وَمَن مَّعِيَ أَوۡ رَحِمَنَا فَمَن يُجِيرُ ٱلۡكَٰفِرِينَ مِنۡ عَذَابٍ أَلِيمٖ
Qul ara'aytum in ahlaka niyal laahu wa mam ma'iya aw rahimanaa famai-yujeerul kaafireena min 'azaabin aleem
Katakanlah (Muhammad), "Tahukah kamu jika Allah mematikan aku dan orang-orang yang bersamaku atau memberi rahmat kepada kami, (maka kami akan masuk surga), lalu siapa yang dapat melindungi orang-orang kafir dari azab yang pedih?"
Tafseer
29
قُلۡ هُوَ ٱلرَّحۡمَٰنُ ءَامَنَّا بِهِۦ وَعَلَيۡهِ تَوَكَّلۡنَاۖ فَسَتَعۡلَمُونَ مَنۡ هُوَ فِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ
Qul huwar rahmaanu aamannaa bihee wa 'alaihi tawakkalnaa fasata'lamoona man huwa fee dalaalim mubeen
Katakanlah, "Dialah Yang Maha Pengasih, kami beriman kepada-Nya dan kepada-Nya kami bertawakal. Maka kelak kamu akan tahu siapa yang berada dalam kesesatan yang nyata."
Tafseer
30
قُلۡ أَرَءَيۡتُمۡ إِنۡ أَصۡبَحَ مَآؤُكُمۡ غَوۡرٗا فَمَن يَأۡتِيكُم بِمَآءٖ مَّعِينِۭ
Qul ara'aytum in asbaha maaa'ukum ghawran famai yaateekum bimaaa'im ma'een
Katakanlah (Muhammad), "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapa yang akan memberimu air yang mengalir?"
Tafseer
1
نٓۚ وَٱلۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُونَ
Noon; walqalami wa maa yasturoon
Nūn. Demi pena dan apa yang mereka tuliskan,
Tafseer
2
مَآ أَنتَ بِنِعۡمَةِ رَبِّكَ بِمَجۡنُونٖ
Maa anta bini'mati Rabbika bimajnoon
dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.
Tafseer
3
وَإِنَّ لَكَ لَأَجۡرًا غَيۡرَ مَمۡنُونٖ
Wa inna laka la ajran ghaira mamnoon
Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.
Tafseer
4
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٖ
Wa innaka la'alaa khuluqin 'azeem
Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur.
Tafseer
5
فَسَتُبۡصِرُ وَيُبۡصِرُونَ
Fasatubsiru wa yubsiroon
Maka kelak engkau akan melihat dan mereka (orang-orang kafir) pun akan melihat,
Tafseer
6
بِأَييِّكُمُ ٱلۡمَفۡتُونُ
Bi ayyikumul maftoon
siapa di antara kamu yang gila?
Tafseer
7
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعۡلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ وَهُوَ أَعۡلَمُ بِٱلۡمُهۡتَدِينَ
Innaa Rabbaka Huwa a'lamu biman dalla 'an sabeelihee wa Huwa a'lamu bilmuhtadeen
Sungguh, Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya; dan Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang mendapat petunjuk.
Tafseer
8
فَلَا تُطِعِ ٱلۡمُكَذِّبِينَ
Falaa tuti'il mukazzibeen
Maka janganlah engkau patuhi orang-orang yang mendustakan (ayat-ayat Allah).
Tafseer
9
وَدُّواْ لَوۡ تُدۡهِنُ فَيُدۡهِنُونَ
Waddoo law tudhinu fa-yudhinoon
Mereka menginginkan agar engkau bersikap lunak maka mereka bersikap lunak (pula).
Tafseer
10
وَلَا تُطِعۡ كُلَّ حَلَّافٖ مَّهِينٍ
Wa laa tuti' kulla hallaa fim maheen
Dan janganlah engkau patuhi setiap orang yang suka bersumpah dan suka menghina,
Tafseer
11
هَمَّازٖ مَّشَّآءِۭ بِنَمِيمٖ
Hammaazim mash shaaa'im binameem
suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah,
Tafseer
12
مَّنَّاعٖ لِّلۡخَيۡرِ مُعۡتَدٍ أَثِيمٍ
Mannaa'il lilkhairi mu'tadin aseem
yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa,
Tafseer
13
عُتُلِّۭ بَعۡدَ ذَٰلِكَ زَنِيمٍ
'Utullim ba'da zaalika zaneem
yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya,
Tafseer
14
أَن كَانَ ذَا مَالٖ وَبَنِينَ
An kaana zaa maalinw-wa baneen
karena dia kaya dan banyak anak.
Tafseer
15
إِذَا تُتۡلَىٰ عَلَيۡهِ ءَايَٰتُنَا قَالَ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ
Izaa tutlaa 'alaihi aayaatunaa qaala asaateerul awwaleen
Apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepadanya, dia berkata, "(Ini adalah) dongeng-dongeng orang dahulu."
Tafseer
16
سَنَسِمُهُۥ عَلَى ٱلۡخُرۡطُومِ
Sanasimuhoo 'alal khurtoom
Kelak dia akan Kami beri tanda pada belalai(nya).
Tafseer
17
إِنَّا بَلَوۡنَٰهُمۡ كَمَا بَلَوۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡجَنَّةِ إِذۡ أَقۡسَمُواْ لَيَصۡرِمُنَّهَا مُصۡبِحِينَ
Innaa balawnaahum kamaa balawnaaa As-haabal jannati iz 'aqsamoo la-yasri munnahaa musbiheen
Sungguh, Kami telah menguji mereka (orang musyrik Mekkah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah pasti akan memetik (hasil)nya pada pagi hari,
Tafseer
18
وَلَا يَسۡتَثۡنُونَ
Wa laa yastasnoon
tetapi mereka tidak mengecualikan (dengan mengucapkan, "Insya Allah").
Tafseer
19
فَطَافَ عَلَيۡهَا طَآئِفٞ مِّن رَّبِّكَ وَهُمۡ نَآئِمُونَ
Fataafa 'alaihaa taaa'i fum mir rabbika wa hum naaa'imoon
Lalu kebun itu ditimpa bencana (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.
Tafseer
20
فَأَصۡبَحَتۡ كَٱلصَّرِيمِ
Fa asbahat kassareem
Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita,
Tafseer
21
فَتَنَادَوۡاْ مُصۡبِحِينَ
Fatanaadaw musbiheen
lalu pada pagi hari mereka saling memanggil.
Tafseer
22
أَنِ ٱغۡدُواْ عَلَىٰ حَرۡثِكُمۡ إِن كُنتُمۡ صَٰرِمِينَ
Anighdoo 'alaa harsikum in kuntum saarimeen
"Pergilah pagi-pagi ke kebunmu jika kamu hendak memetik hasil."
Tafseer
23
فَٱنطَلَقُواْ وَهُمۡ يَتَخَٰفَتُونَ
Fantalaqoo wa hum yatakhaafatoon
Maka mereka pun berangkat sambil berbisik-bisik.
Tafseer
24
أَن لَّا يَدۡخُلَنَّهَا ٱلۡيَوۡمَ عَلَيۡكُم مِّسۡكِينٞ
Al laa yadkhulannahal yawma 'alaikum miskeen
"Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu."
Tafseer
25
وَغَدَوۡاْ عَلَىٰ حَرۡدٖ قَٰدِرِينَ
Wa ghadaw 'alaa hardin qaadireen
Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka mampu (menolongnya).
Tafseer
26
فَلَمَّا رَأَوۡهَا قَالُوٓاْ إِنَّا لَضَآلُّونَ
Falammaa ra awhaa qaalooo innaa ladaaalloon
Maka ketika mereka melihat kebun itu, mereka berkata, "Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat,
Tafseer
27
بَلۡ نَحۡنُ مَحۡرُومُونَ
Bal nahnu mahroomoon
bahkan kita tak memperoleh apa pun."
Tafseer
28
قَالَ أَوۡسَطُهُمۡ أَلَمۡ أَقُل لَّكُمۡ لَوۡلَا تُسَبِّحُونَ
Qaala awsatuhum alam aqul lakum law laa tusabbihoon
Berkatalah seorang yang paling bijak di antara mereka, "Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, mengapa kamu tidak bertasbih (kepada Tuhanmu)."
Tafseer
29
قَالُواْ سُبۡحَٰنَ رَبِّنَآ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ
Qaaloo subhaana rabbinaaa innaa kunnaa zaalimeen
Mereka mengucapkan, "Mahasuci Tuhan kami, sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."
Tafseer
30
فَأَقۡبَلَ بَعۡضُهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ يَتَلَٰوَمُونَ
Fa aqbala ba'duhum 'alaa ba'diny yatalaawamoon
Lalu mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan.
Tafseer
31
قَالُواْ يَٰوَيۡلَنَآ إِنَّا كُنَّا طَٰغِينَ
Qaaloo yaa wailanaaa innaa kunnaa taagheen
Mereka berkata, "Celaka kita! Sesungguhnya kita orang-orang yang melampaui batas.
Tafseer
32
عَسَىٰ رَبُّنَآ أَن يُبۡدِلَنَا خَيۡرٗا مِّنۡهَآ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا رَٰغِبُونَ
'Asaa rabbunaaa any yubdilanaa khairam minhaaa innaaa ilaa rabbinaa raaghiboon
Mudah-mudahan Tuhan memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada yang ini, sungguh, kita mengharapkan ampunan dari Tuhan kita.
Tafseer
33
كَذَٰلِكَ ٱلۡعَذَابُۖ وَلَعَذَابُ ٱلۡأٓخِرَةِ أَكۡبَرُۚ لَوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ
Kazaalikal azaab, wa la'azaabul aakhirati akbar; law kaanoo ya'lamoon
Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.
Tafseer
34
إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ عِندَ رَبِّهِمۡ جَنَّـٰتِ ٱلنَّعِيمِ
Inna lilmuttaqeena 'inda rabbihim jannaatin na'eem
Sungguh, bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.
Tafseer
35
أَفَنَجۡعَلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ كَٱلۡمُجۡرِمِينَ
Afanaj'alul muslimeena kalmujrimeen
Apakah patut Kami memperlakukan orang-orang Islam itu seperti orang-orang yang berdosa (orang kafir)?
Tafseer
36
مَا لَكُمۡ كَيۡفَ تَحۡكُمُونَ
Maa lakum kaifa tahhkumoon
Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimana kamu mengambil keputusan?
Tafseer
37
أَمۡ لَكُمۡ كِتَٰبٞ فِيهِ تَدۡرُسُونَ
Am lakum kitaabun feehi tadrusoon
Atau apakah kamu mempunyai kitab (yang diturunkan Allah) yang kamu pelajari?
Tafseer
38
إِنَّ لَكُمۡ فِيهِ لَمَا تَخَيَّرُونَ
Inna lakum feehi lamaa takhaiyaroon
Sesungguhnya kamu dapat memilih apa saja yang ada di dalamnya.
Tafseer
39
أَمۡ لَكُمۡ أَيۡمَٰنٌ عَلَيۡنَا بَٰلِغَةٌ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّ لَكُمۡ لَمَا تَحۡكُمُونَ
Am lakum aymaanun 'alainaa baalighatun ilaa yawmil qiyaamati inna lakum lamaa tahkumoon
Atau apakah kamu memperoleh (janji-janji yang diperkuat dengan) sumpah dari Kami, yang tetap berlaku sampai hari Kiamat; bahwa kamu dapat mengambil keputusan (sekehendakmu)?
Tafseer
40
سَلۡهُمۡ أَيُّهُم بِذَٰلِكَ زَعِيمٌ
Salhum ayyuhum bizaa lika za'eem
Tanyakanlah kepada mereka, "Siapakah di antara mereka yang bertanggung jawab terhadap (keputusan yang diambil itu)?"
Tafseer
41
أَمۡ لَهُمۡ شُرَكَآءُ فَلۡيَأۡتُواْ بِشُرَكَآئِهِمۡ إِن كَانُواْ صَٰدِقِينَ
Am lahum shurakaaa'u falyaatoo bishurakaaa 'ihim in kaanoo saadiqeen
Atau apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu? Kalau begitu hendaklah mereka mendatangkan sekutu-sekutunya jika mereka orang-orang yang benar.
Tafseer
42
يَوۡمَ يُكۡشَفُ عَن سَاقٖ وَيُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ
Yawma yukshafu 'am saaqinw wa yud'awna ilas sujoodi falaa yastatee'oon
(Ingatlah) pada hari ketika betis disingkapkan dan mereka diseru untuk bersujud; maka mereka tidak mampu,
Tafseer
43
خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۖ وَقَدۡ كَانُواْ يُدۡعَوۡنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمۡ سَٰلِمُونَ
Khaashi'atan absaaruhum tarhaquhum zillatunw wa qad kaanoo yud'awna ilassujoodi wa hum saalimoon
pandangan mereka tertunduk ke bawah, diliputi kehinaan. Dan sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud waktu mereka sehat (tetapi mereka tidak melakukan).
Tafseer
44
فَذَرۡنِي وَمَن يُكَذِّبُ بِهَٰذَا ٱلۡحَدِيثِۖ سَنَسۡتَدۡرِجُهُم مِّنۡ حَيۡثُ لَا يَعۡلَمُونَ
Fazarnee wa many yukazzibu bihaazal hadeesi sanastad rijuhum min haisu laa ya'lamoon
Maka serahkanlah kepada-Ku (urusannya) dan orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al-Qur`an). Kelak akan Kami hukum mereka berangsur-angsur dari arah yang tidak mereka ketahui,
Tafseer
45
وَأُمۡلِي لَهُمۡۚ إِنَّ كَيۡدِي مَتِينٌ
Wa umlee lahum; inna kaidee mateen
dan Aku memberi tenggang waktu kepada mereka. Sungguh, rencana-Ku sangat teguh.
Tafseer
46
أَمۡ تَسۡـَٔلُهُمۡ أَجۡرٗا فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ
Am tas'aluhum ajran fahum mim maghramim musqaloon
Ataukah engkau (Muhammad) meminta imbalan kepada mereka, sehingga mereka dibebani dengan hutang?
Tafseer
47
أَمۡ عِندَهُمُ ٱلۡغَيۡبُ فَهُمۡ يَكۡتُبُونَ
Am 'indahumul ghaibu fahum yaktuboon
Ataukah mereka mengetahui yang gaib, lalu mereka menuliskannya?
Tafseer
48
فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تَكُن كَصَاحِبِ ٱلۡحُوتِ إِذۡ نَادَىٰ وَهُوَ مَكۡظُومٞ
Fasbir lihkmi rabbika wa laa takun kasaahibil boot; iz naadaa wa huwa makzoom
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) terhadap ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau seperti (Yunus) orang yang berada dalam (perut) ikan ketika dia berdoa dengan hati sedih.
Tafseer
49
لَّوۡلَآ أَن تَدَٰرَكَهُۥ نِعۡمَةٞ مِّن رَّبِّهِۦ لَنُبِذَ بِٱلۡعَرَآءِ وَهُوَ مَذۡمُومٞ
Law laaa an tadaara kahoo ni'matum mir rabbihee lanubiza bil'araaa'i wa huwa mazmoom
Sekiranya dia tidak segera mendapat nikmat dari Tuhannya, pastilah dia dicampakkan ke tanah tandus dalam keadaan tercela.
Tafseer
50
فَٱجۡتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَجَعَلَهُۥ مِنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
Fajtabaahu rabbuhoo faja'alahoo minas saaliheen
Lalu Tuhannya memilihnya dan menjadikannya termasuk orang yang saleh.
Tafseer
51
وَإِن يَكَادُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَيُزۡلِقُونَكَ بِأَبۡصَٰرِهِمۡ لَمَّا سَمِعُواْ ٱلذِّكۡرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُۥ لَمَجۡنُونٞ
Wa iny-yakaadul lazeena kafaroo la-yuzliqoonaka biabsaarihim lammaa saml'uz-Zikra wa yaqooloona innahoo lamajnoon
Dan sungguh, orang-orang kafir itu hampir-hampir menggelincirkanmu dengan pandangan mata mereka, ketika mereka mendengar Al-Qur`an dan mereka berkata, "Dia (Muhammad) itu benar-benar orang gila."
Tafseer
52
وَمَا هُوَ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ
Wa maa huwa illaa zikrul lil'aalameen
Padahal Al-Qur`an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam.
Tafseer
1
ٱلۡحَآقَّةُ
Al haaaqqah
Hari kiamat,
Tafseer
2
مَا ٱلۡحَآقَّةُ
Mal haaaqqah
apakah hari Kiamat itu?
Tafseer
3
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا ٱلۡحَآقَّةُ
Wa maaa adraaka mal haaaqqah
Dan tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
Tafseer
4
كَذَّبَتۡ ثَمُودُ وَعَادُۢ بِٱلۡقَارِعَةِ
Kazzabat samoodu wa 'Aadum bil qaari'ah
Kaum Samud, dan 'Ād telah mendustakan hari Kiamat.
Tafseer
5
فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهۡلِكُواْ بِٱلطَّاغِيَةِ
Fa-ammaa Samoodu fauhlikoo bittaaghiyah
Maka adapun kaum Samud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang sangat keras,
Tafseer
6
وَأَمَّا عَادٞ فَأُهۡلِكُواْ بِرِيحٖ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٖ
Wa ammaa 'Aadun fa uhlikoo bireehin sarsarin 'aatiyah
sedangkan kaum 'Ād, mereka telah dibinasakan dengan angin topan yang sangat dingin,
Tafseer
7
سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ
Sakhkharahaa 'alaihim sab'a la yaalinw wa samaaniyata ayyaamin husooman fataral qawma feehaa sar'aa ka annahum a'jaazu nakhlin khaawiyah
Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam delapan hari terus-menerus; maka kamu melihat kaum 'Ād pada waktu itu mati bergelimpangan seperti batang-batang pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
Tafseer
8
فَهَلۡ تَرَىٰ لَهُم مِّنۢ بَاقِيَةٖ
Fahal taraa lahum mim baaqiyah
Maka adakah kamu melihat seorang pun yang masih tersisa di antara mereka?
Tafseer
9
وَجَآءَ فِرۡعَوۡنُ وَمَن قَبۡلَهُۥ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَٰتُ بِٱلۡخَاطِئَةِ
Wa jaaa'a Firawnu wa man qablahoo wal mu'tafikaatu bilhaati'ah
Kemudian datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar.
Tafseer
10
فَعَصَوۡاْ رَسُولَ رَبِّهِمۡ فَأَخَذَهُمۡ أَخۡذَةٗ رَّابِيَةً
Fa'ansaw Rasoola Rabbihim fa akhazahum akhzatar raabiyah
Maka mereka mendurhakai utusan Tuhannya, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
Tafseer
11
إِنَّا لَمَّا طَغَا ٱلۡمَآءُ حَمَلۡنَٰكُمۡ فِي ٱلۡجَارِيَةِ
Innaa lammaa taghal maaa'u hamalnaakum fil jaariyah
Sesungguhnya ketika air naik (sampai ke gunung), Kami membawa (nenek moyang) kamu ke dalam kapal,
Tafseer
12
لِنَجۡعَلَهَا لَكُمۡ تَذۡكِرَةٗ وَتَعِيَهَآ أُذُنٞ وَٰعِيَةٞ
Linaj'alahaa lakum tazki ratanw-wa ta'iyahaa unzununw waa'iyah
agar Kami jadikan (peristiwa itu) sebagai peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
Tafseer
13
فَإِذَا نُفِخَ فِي ٱلصُّورِ نَفۡخَةٞ وَٰحِدَةٞ
Fa izaa nufikha fis soori nafkhatunw waahidah
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup,
Tafseer
14
وَحُمِلَتِ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةٗ وَٰحِدَةٗ
Wa humilatil ardu wal jibaalu fadukkataa dakkatanw waahidah
dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali benturan.
Tafseer
15
فَيَوۡمَئِذٖ وَقَعَتِ ٱلۡوَاقِعَةُ
Fa yawma'izinw waqa'atil waaqi'ah
Maka pada hari itu terjadilah hari Kiamat,
Tafseer
16
وَٱنشَقَّتِ ٱلسَّمَآءُ فَهِيَ يَوۡمَئِذٖ وَاهِيَةٞ
Wanshaqqatis samaaa'u fahiya yawma 'izinw-waahiyah
dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi rapuh.
Tafseer
17
وَٱلۡمَلَكُ عَلَىٰٓ أَرۡجَآئِهَاۚ وَيَحۡمِلُ عَرۡشَ رَبِّكَ فَوۡقَهُمۡ يَوۡمَئِذٖ ثَمَٰنِيَةٞ
Wal malaku 'alaaa arjaaa'ihaa; wa yahmilu 'Arsha Rabbika fawqahum yawma'izin samaaniyah
Dan para malaikat berada di berbagai penjuru langit. Pada hari itu delapan malaikat menjunjung Arasy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
Tafseer
18
يَوۡمَئِذٖ تُعۡرَضُونَ لَا تَخۡفَىٰ مِنكُمۡ خَافِيَةٞ
Yawma'izin tu'radoona laa takhfaa min kum khaafiyah
Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tidak ada sesuatu pun dari kamu yang tersembunyi (bagi Allah).
Tafseer
19
فَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَيَقُولُ هَآؤُمُ ٱقۡرَءُواْ كِتَٰبِيَهۡ
Fa ammaa man ootiya kitaabahoo biyameenihee fa yaqoolu haaa'umuq ra'oo kitaabiyah
Adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kanannya, maka dia berkata, "Ambillah, bacalah kitabku (ini)."
Tafseer
20
إِنِّي ظَنَنتُ أَنِّي مُلَٰقٍ حِسَابِيَهۡ
Innee zannantu annee mulaaqin hisaabiyah
Sesungguhnya aku yakin, bahwa (suatu saat) aku akan menerima perhitungan terhadap diriku.
Tafseer
21
فَهُوَ فِي عِيشَةٖ رَّاضِيَةٖ
Fahuwa fee 'eeshatir raadiyah
Maka orang itu berada dalam kehidupan yang diridai,
Tafseer
22
فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٖ
Fee jannnatin 'aaliyah
dalam surga yang tinggi,
Tafseer
23
قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ
Qutoofuhaa daaniyah
buah-buahannya dekat,
Tafseer
24
كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَآ أَسۡلَفۡتُمۡ فِي ٱلۡأَيَّامِ ٱلۡخَالِيَةِ
Kuloo washraboo haneee'am bimaaa aslaftum fil ayyaamil khaliyah
(kepada mereka dikatakan), "Makan dan minumlah dengan nikmat karena amal yang telah kamu kerjakan pada hari-hari yang telah lalu."
Tafseer
25
وَأَمَّا مَنۡ أُوتِيَ كِتَٰبَهُۥ بِشِمَالِهِۦ فَيَقُولُ يَٰلَيۡتَنِي لَمۡ أُوتَ كِتَٰبِيَهۡ
Wa ammaa man ootiya kitaabahoo bishimaalihee fa yaqoolu yaalaitanee lam oota kitaaabiyah
Dan adapun orang yang kitabnya diberikan di tangan kirinya, maka dia berkata, "Alangkah baiknya jika kitabku (ini) tidak diberikan kepadaku.
Tafseer
26
وَلَمۡ أَدۡرِ مَا حِسَابِيَهۡ
Wa lam adri maa hisaabiyah
Sehingga aku tidak mengetahui bagaimana perhitunganku,
Tafseer
27
يَٰلَيۡتَهَا كَانَتِ ٱلۡقَاضِيَةَ
Yaa laitahaa kaanatil qaadiyah
Wahai, kiranya (kematian) itulah yang menyudahi segala sesuatu.
Tafseer
28
مَآ أَغۡنَىٰ عَنِّي مَالِيَهۡۜ
Maaa aghnaa 'annee maaliyah
Hartaku sama sekali tidak berguna bagiku.
Tafseer
29
هَلَكَ عَنِّي سُلۡطَٰنِيَهۡ
Halaka 'annee sultaaniyah
Kekuasaanku telah hilang dariku."
Tafseer
30
خُذُوهُ فَغُلُّوهُ
Khuzoohu faghullooh
(Allah berfirman), "Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya."
Tafseer
31
ثُمَّ ٱلۡجَحِيمَ صَلُّوهُ
Summal Jaheema sallooh
Kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala.
Tafseer
32
ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ
Summa fee silsilatin zar'uhaa sab'oona ziraa'an faslukooh
Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.
Tafseer
33
إِنَّهُۥ كَانَ لَا يُؤۡمِنُ بِٱللَّهِ ٱلۡعَظِيمِ
Innahoo kaana laa yu'minubillaahil 'Azeem
Sesungguhnya dialah orang yang tidak beriman kepada Allah Yang Mahabesar.
Tafseer
34
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلۡمِسۡكِينِ
wa laa yahuddu 'alaa ta'aamil miskeen
Dan juga dia tidak mendorong (orang lain) untuk memberi makan orang miskin.
Tafseer
35
فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَٰهُنَا حَمِيمٞ
Falaysa lahul yawma haahunaa hameem
Maka pada hari ini di sini tidak ada seorang teman pun baginya.
Tafseer
36
وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٖ
Wa laa ta'aamun illaa min ghisleen
Dan tidak ada makanan (baginya) kecuali dari darah dan nanah.
Tafseer
37
لَّا يَأۡكُلُهُۥٓ إِلَّا ٱلۡخَٰطِـُٔونَ
Laa yaakuluhooo illal khati'oon
Tidak ada yang memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.
Tafseer
38
فَلَآ أُقۡسِمُ بِمَا تُبۡصِرُونَ
Falaaa uqsimu bimaa tubsiroon
Maka Aku bersumpah demi apa yang kamu lihat,
Tafseer
39
وَمَا لَا تُبۡصِرُونَ
Wa maa laa tubsiroon
dan demi apa yang tidak kamu lihat.
Tafseer
40
إِنَّهُۥ لَقَوۡلُ رَسُولٖ كَرِيمٖ
Innahoo laqawlu Rasoolin kareem
Sesungguhnya ia (Al-Qur`an) benar-benar wahyu (yang diturunkan kepada) Rasul yang mulia,
Tafseer
41
وَمَا هُوَ بِقَوۡلِ شَاعِرٖۚ قَلِيلٗا مَّا تُؤۡمِنُونَ
Wa ma huwa biqawli shaa'ir; qaleelam maa tu'minoon
dan ia (Al-Qur`an) bukanlah perkataan seorang penyair. Sedikit sekali kamu yang beriman kepadanya.
Tafseer
42
وَلَا بِقَوۡلِ كَاهِنٖۚ قَلِيلٗا مَّا تَذَكَّرُونَ
Wa laa biqawli kaahin; qaleelam maa tazakkaroon
Dan bukan pula perkataan tukang tenung. Sedikit sekali kamu yang mengambil pelajaran darinya.
Tafseer
43
تَنزِيلٞ مِّن رَّبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ
Tanzeelum mir rabbil 'aalameen
Ia (Al-Qur`an) adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan seluruh alam.
Tafseer
44
وَلَوۡ تَقَوَّلَ عَلَيۡنَا بَعۡضَ ٱلۡأَقَاوِيلِ
Wa law taqawwala 'alainaa ba'dal aqaaweel
Dan sekiranya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
Tafseer
45
لَأَخَذۡنَا مِنۡهُ بِٱلۡيَمِينِ
La-akhaznaa minhu bilyameen
pasti Kami pegang dia pada tangan kanannya.
Tafseer
46
ثُمَّ لَقَطَعۡنَا مِنۡهُ ٱلۡوَتِينَ
Summa laqata'naa minhul wateen
Kemudian Kami potong pembuluh jantungnya.
Tafseer
47
فَمَا مِنكُم مِّنۡ أَحَدٍ عَنۡهُ حَٰجِزِينَ
Famaa minkum min ahadin'anhu haajizeen
Maka tidak seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami untuk menghukumnya).
Tafseer
48
وَإِنَّهُۥ لَتَذۡكِرَةٞ لِّلۡمُتَّقِينَ
Wa innahoo latazkiratul lilmuttaqeen
Dan sungguh, Al-Qur`an itu pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa.
Tafseer
49
وَإِنَّا لَنَعۡلَمُ أَنَّ مِنكُم مُّكَذِّبِينَ
Wa inna lana'lamu anna minkum mukazzibeen
Dan sungguh, Kami mengetahui bahwa di antara kamu ada orang yang mendustakan.
Tafseer
50
وَإِنَّهُۥ لَحَسۡرَةٌ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ
Wa innahu lahasratun 'alal kaafireen
Dan sungguh, Al-Qur`an itu akan menimbulkan penyesalan bagi orang-orang kafir (di akhirat).
Tafseer
51
وَإِنَّهُۥ لَحَقُّ ٱلۡيَقِينِ
Wa innahoo lahaqqul yaqeen
Dan sungguh, Al-Qur`an itu kebenaran yang meyakinkan.
Tafseer
52
فَسَبِّحۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلۡعَظِيمِ
Fasbbih bismi Rabbikal 'Azeem
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.
Tafseer
1
سَأَلَ سَآئِلُۢ بِعَذَابٖ وَاقِعٖ
Sa ala saaa'ilum bi'azaa binw-waaqi'
Seseorang bertanya tentang azab yang pasti terjadi,
Tafseer
2
لِّلۡكَٰفِرِينَ لَيۡسَ لَهُۥ دَافِعٞ
Lilkaafireen laisa lahoo daafi'
Bagi orang-orang kafir, yang tidak seorang pun dapat menolaknya,
Tafseer
3
مِّنَ ٱللَّهِ ذِي ٱلۡمَعَارِجِ
Minal laahi zil ma'aarij
(Azab) dari Allah, yang memiliki tempat-tempat naik.
Tafseer
4
تَعۡرُجُ ٱلۡمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ إِلَيۡهِ فِي يَوۡمٖ كَانَ مِقۡدَارُهُۥ خَمۡسِينَ أَلۡفَ سَنَةٖ
Ta'rujul malaaa'ikatu war Roohu ilaihi fee yawmin kaana miqdaaruhoo khamseena alfa sanah
Para malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun.
Tafseer
5
فَٱصۡبِرۡ صَبۡرٗا جَمِيلًا
Fasbir ssabran jameelaa
Maka bersabarlah engkau (Muhammad) dengan kesabaran yang baik.
Tafseer
6
إِنَّهُمۡ يَرَوۡنَهُۥ بَعِيدٗا
Inaahum yarawnahoo ba'eedaa
Mereka memandang (azab) itu jauh (mustahil).
Tafseer
7
وَنَرَىٰهُ قَرِيبٗا
Wa naraahu qareebaa
Sedang Kami memandangnya dekat (pasti terjadi).
Tafseer
8
يَوۡمَ تَكُونُ ٱلسَّمَآءُ كَٱلۡمُهۡلِ
Yawma takoonus samaaa'u kalmuhl
(Ingatlah) pada hari ketika langit menjadi bagaikan cairan tembaga,
Tafseer
9
وَتَكُونُ ٱلۡجِبَالُ كَٱلۡعِهۡنِ
Wa takoonul jibaalu kal'ihn
dan gunung-gunung bagaikan bulu (yang beterbangan),
Tafseer
10
وَلَا يَسۡـَٔلُ حَمِيمٌ حَمِيمٗا
Wa laa yas'alu hameemun hameemaa
dan tidak ada seorang teman karib pun menanyakan temannya,
Tafseer
11
يُبَصَّرُونَهُمۡۚ يَوَدُّ ٱلۡمُجۡرِمُ لَوۡ يَفۡتَدِي مِنۡ عَذَابِ يَوۡمِئِذِۭ بِبَنِيهِ
Yubassaroonahum; ya waddul mujrimu law yaftadee min 'azaabi yawma'izim bibaneeh
sedang mereka saling melihat. Pada hari itu, orang yang berdosa ingin sekiranya dia dapat menebus (dirinya) dari azab dengan anak-anaknya,
Tafseer
12
وَصَٰحِبَتِهِۦ وَأَخِيهِ
Wa saahibatihee wa akheeh
dan istrinya juga saudaranya,
Tafseer
13
وَفَصِيلَتِهِ ٱلَّتِي تُـٔۡوِيهِ
Wa faseelathil latee tu'weeh
dan keluarga yang melindunginya (di dunia),
Tafseer
14
وَمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا ثُمَّ يُنجِيهِ
Wa man fil ardi jamee'an summa yunjeeh
dan orang-orang di bumi seluruhnya, kemudian mengharapkan (tebusan) itu dapat menyelamatkannya.
Tafseer
15
كَلَّآۖ إِنَّهَا لَظَىٰ
Kallaa innahaa lazaa
Sama sekali tidak! Sungguh, neraka itu api yang bergejolak,
Tafseer
16
نَزَّاعَةٗ لِّلشَّوَىٰ
Nazzaa'atal lishshawaa
yang mengelupaskan kulit kepala.
Tafseer
17
تَدۡعُواْ مَنۡ أَدۡبَرَ وَتَوَلَّىٰ
Tad'oo man adbara wa tawallaa
Yang memanggil orang yang membelakangi dan yang berpaling (dari agama),
Tafseer
18
وَجَمَعَ فَأَوۡعَىٰٓ
W jama'a fa aw'aa
dan orang yang mengumpulkan (harta benda) lalu menyimpannya.
Tafseer
19
۞إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا
Innal insaana khuliqa haloo'aa
Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh.
Tafseer
20
إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا
Izaa massahush sharru jazoo'aa
Apabila dia ditimpa kesusahan dia berkeluh kesah,
Tafseer
21
وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا
Wa izaa massahul khairu manoo'aa
dan apabila mendapat kebaikan (harta) dia jadi kikir,
Tafseer
22
إِلَّا ٱلۡمُصَلِّينَ
Illal musalleen
kecuali orang-orang yang melaksanakan salat,
Tafseer
23
ٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ دَآئِمُونَ
Allazeena hum 'alaa Salaatihim daaa'imoon
mereka yang tetap setia melaksanakan salatnya,
Tafseer
24
وَٱلَّذِينَ فِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ مَّعۡلُومٞ
Wallazeena feee amwaalihim haqqum ma'loom
dan orang-orang yang dalam hartanya disiapkan bagian tertentu,
Tafseer
25
لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ
Lissaaa 'ili walmahroom
bagi orang (miskin) yang meminta dan yang tidak meminta,
Tafseer
26
وَٱلَّذِينَ يُصَدِّقُونَ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ
Wallazeena yusaddiqoona bi yawmid Deen
dan orang-orang yang mempercayai hari pembalasan,
Tafseer
27
وَٱلَّذِينَ هُم مِّنۡ عَذَابِ رَبِّهِم مُّشۡفِقُونَ
Wallazeena hum min 'azaabi Rabbihim mushfiqoon
dan orang-orang yang takut terhadap azab Tuhannya,
Tafseer
28
إِنَّ عَذَابَ رَبِّهِمۡ غَيۡرُ مَأۡمُونٖ
Inna 'azaaba Rabbihim ghairu maamoon
sesungguhnya terhadap azab Tuhan mereka, tidak ada seseorang yang merasa aman (dari kedatangannya),
Tafseer
29
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِفُرُوجِهِمۡ حَٰفِظُونَ
Wallazeena hum lifuroo jihim haafizoon
dan orang-orang yang memelihara kemaluannya,
Tafseer
30
إِلَّا عَلَىٰٓ أَزۡوَٰجِهِمۡ أَوۡ مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُمۡ فَإِنَّهُمۡ غَيۡرُ مَلُومِينَ
Illaa 'alaaa azwaajihim aw maa malakat aymaanuhum fainnahum ghairu maloomeen
kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki maka sesungguhnya mereka tidak tercela.
Tafseer
31
فَمَنِ ٱبۡتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡعَادُونَ
Famanib taghaa waraaa'a zaalika fa ulaaa'ika humul 'aadoon
Maka barangsiapa mencari di luar itu (seperti zina, homoseks, dan lesbian), mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.
Tafseer
32
وَٱلَّذِينَ هُمۡ لِأَمَٰنَٰتِهِمۡ وَعَهۡدِهِمۡ رَٰعُونَ
Wallazeena hum li amaa naatihim wa 'ahdihim raa'oon
Dan orang-orang yang memelihara amanat dan janjinya,
Tafseer
33
وَٱلَّذِينَ هُم بِشَهَٰدَٰتِهِمۡ قَآئِمُونَ
Wallazeena hum bishahaadaatihim qaaa'imoon
dan orang-orang yang berpegang teguh pada kesaksiannya,
Tafseer
34
وَٱلَّذِينَ هُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ
Wallazeena hum 'alaa salaatihim yuhaafizoon
dan orang-orang yang memelihara salatnya.
Tafseer
35
أُوْلَـٰٓئِكَ فِي جَنَّـٰتٖ مُّكۡرَمُونَ
Ulaaa'ika fee jannaatim mukramoon
Mereka itu dimuliakan di dalam surga.
Tafseer
36
فَمَالِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ قِبَلَكَ مُهۡطِعِينَ
Famaa lil lazeena kafaroo qibalaka muhti'een
Maka mengapa orang-orang kafir itu datang bergegas ke hadapanmu (Muhammad),
Tafseer
37
عَنِ ٱلۡيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ عِزِينَ
'Anil yameeni wa 'anish shimaali 'izeen
dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok?
Tafseer
38
أَيَطۡمَعُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُدۡخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٖ
Ayatma'u kullum ri'im minhum anyyudkhala jannata Na'eem
Apakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk surga yang penuh kenikmatan?
Tafseer
39
كَلَّآۖ إِنَّا خَلَقۡنَٰهُم مِّمَّا يَعۡلَمُونَ
Kallaaa innaa khalaq nahum mimmaa ya'lamoon
tidak mungkin! Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.
Tafseer
40
فَلَآ أُقۡسِمُ بِرَبِّ ٱلۡمَشَٰرِقِ وَٱلۡمَغَٰرِبِ إِنَّا لَقَٰدِرُونَ
Falaaa uqsimu bi Rabbil mashaariqi wal maghaaribi innaa laqaadiroon
Maka Aku bersumpah demi Tuhan yang mengatur tempat-tempat terbit dan terbenamnya (matahari, bulan dan bintang), sungguh, Kami pasti mampu,
Tafseer
41
عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ خَيۡرٗا مِّنۡهُمۡ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ
'Alaaa an nubaddila khairam minhum wa maa Nahnu bimasbooqeen
untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami tidak dapat dikalahkan.
Tafseer
42
فَذَرۡهُمۡ يَخُوضُواْ وَيَلۡعَبُواْ حَتَّىٰ يُلَٰقُواْ يَوۡمَهُمُ ٱلَّذِي يُوعَدُونَ
Fazarhum yakhoodoo wa yal'aboo hattaa yulaaqoo yaw mahumul lazee yoo'adoon
Maka biarkanlah mereka tenggelam dan bermain-main (dalam kesesatan) sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka,
Tafseer
43
يَوۡمَ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ سِرَاعٗا كَأَنَّهُمۡ إِلَىٰ نُصُبٖ يُوفِضُونَ
Yawma yakhrujoona minal ajdaasi siraa'an ka anna hum ilaa nusubiny yoofidoon
(yaitu) pada hari ketika mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia),
Tafseer
44
خَٰشِعَةً أَبۡصَٰرُهُمۡ تَرۡهَقُهُمۡ ذِلَّةٞۚ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلَّذِي كَانُواْ يُوعَدُونَ
Khaashi'atan absaaruhum tarhaquhum zillah; zaalikal yawmul lazee kaanoo yoo'adoon
pandangan mereka tertunduk ke bawah diliputi kehinaan. Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.
Tafseer
1
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ أَنۡ أَنذِرۡ قَوۡمَكَ مِن قَبۡلِ أَن يَأۡتِيَهُمۡ عَذَابٌ أَلِيمٞ
Innaaa arsalnaa Noohan ilaa qawmihee an anzir qawmaka min qabli any yaatiyahum 'azaabun aleem
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya (dengan perintah), "Berilah kaummu peringatan sebelum datang kepadanya azab yang pedih."
Tafseer
2
قَالَ يَٰقَوۡمِ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ
Qaala yaa qawmi innee lakum nazeerum mubeen
Dia (Nuh) berkata, "Wahai kaumku! Sesungguhnya aku ini seorang pemberi peringatan yang menjelaskan kepada kamu,
Tafseer
3
أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱتَّقُوهُ وَأَطِيعُونِ
Ani'udul laaha watta qoohu wa atee'oon
(yaitu) sembahlah Allah, bertakwalah kepada-Nya dan taatlah kepadaku,
Tafseer
4
يَغۡفِرۡ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمۡ وَيُؤَخِّرۡكُمۡ إِلَىٰٓ أَجَلٖ مُّسَمًّىۚ إِنَّ أَجَلَ ٱللَّهِ إِذَا جَآءَ لَا يُؤَخَّرُۚ لَوۡ كُنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
Yaghfir lakum min zunoobikum wa yu'akhkhirkum ilaaa ajalim musammaa; innaa ajalal laahi izaa jaaa'a laa yu'akhkhar; law kuntum ta'lamoon
niscaya Dia mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu (memanjangkan umurmu) sampai pada batas waktu yang ditentukan. Sungguh, ketetapan Allah itu apabila telah datang tidak dapat ditunda, seandainya kamu mengetahui."
Tafseer
5
قَالَ رَبِّ إِنِّي دَعَوۡتُ قَوۡمِي لَيۡلٗا وَنَهَارٗا
Qaala rabbi innee da'awtu qawmee lailanw wa naharaa
Dia (Nuh) berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku siang dan malam,
Tafseer
6
فَلَمۡ يَزِدۡهُمۡ دُعَآءِيٓ إِلَّا فِرَارٗا
Falam yazid hum du'aaa 'eee illaa firaaraa
tetapi seruanku itu tidak menambah (iman) mereka, justru mereka lari (dari kebenaran).
Tafseer
7
وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوۡتُهُمۡ لِتَغۡفِرَ لَهُمۡ جَعَلُوٓاْ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ وَٱسۡتَغۡشَوۡاْ ثِيَابَهُمۡ وَأَصَرُّواْ وَٱسۡتَكۡبَرُواْ ٱسۡتِكۡبَارٗا
Wa inee kullamaa da'awtuhum litaghfira lahum ja'alooo asaabi'ahum fee aazaanihim wastaghshaw siyaabahum wa asaarroo wastakbarus tikbaaraa
Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri.
Tafseer
8
ثُمَّ إِنِّي دَعَوۡتُهُمۡ جِهَارٗا
Summa innee da'aw tuhum jihaara
Lalu sesungguhnya aku menyeru mereka dengan cara terang-terangan.
Tafseer
9
ثُمَّ إِنِّيٓ أَعۡلَنتُ لَهُمۡ وَأَسۡرَرۡتُ لَهُمۡ إِسۡرَارٗا
Summaa inneee a'lantu lahum wa asrartu lahum israaraa
Kemudian aku menyeru mereka secara terbuka dan dengan diam-diam,
Tafseer
10
فَقُلۡتُ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ إِنَّهُۥ كَانَ غَفَّارٗا
Faqultus taghfiroo Rabakam innahoo kaana Ghaffaaraa
maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun,
Tafseer
11
يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا
Yursilis samaaa'a 'alaikum midraaraa
niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu,
Tafseer
12
وَيُمۡدِدۡكُم بِأَمۡوَٰلٖ وَبَنِينَ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ جَنَّـٰتٖ وَيَجۡعَل لَّكُمۡ أَنۡهَٰرٗا
Wa yumdidkum bi am waalinw wa baneena wa yaj'al lakum Jannaatinw wa yaj'al lakum anhaaraa
dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu."
Tafseer
13
مَّا لَكُمۡ لَا تَرۡجُونَ لِلَّهِ وَقَارٗا
Maa lakum laa tarjoona lillaahi waqaaraa
Mengapa kamu tidak takut akan kebesaran Allah?
Tafseer
14
وَقَدۡ خَلَقَكُمۡ أَطۡوَارًا
Wa qad khalaqakum at waaraa
Dan sungguh, Dia telah menciptakan kamu dalam beberapa fase (kejadian).
Tafseer
15
أَلَمۡ تَرَوۡاْ كَيۡفَ خَلَقَ ٱللَّهُ سَبۡعَ سَمَٰوَٰتٖ طِبَاقٗا
Alam taraw kaifa khalaqal laahu sab'a samaawaatin tibaaqaa
Tidakkah kamu memperhatikan bagaimana Allah telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis?
Tafseer
16
وَجَعَلَ ٱلۡقَمَرَ فِيهِنَّ نُورٗا وَجَعَلَ ٱلشَّمۡسَ سِرَاجٗا
Wa ja'alal qamara feehinna nooranw wa ja'alash shamsa siraajaa
Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)?
Tafseer
17
وَٱللَّهُ أَنۢبَتَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ نَبَاتٗا
Wallaahu ambatakum minal ardi nabaataa
Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah, tumbuh (berangsur-angsur),
Tafseer
18
ثُمَّ يُعِيدُكُمۡ فِيهَا وَيُخۡرِجُكُمۡ إِخۡرَاجٗا
Summa yu'eedukum feehaa wa ukhrijukum ikhraajaa
kemudian Dia akan mengembalikan kamu ke dalamnya (tanah) dan mengeluarkan kamu (pada hari Kiamat) dengan pasti.
Tafseer
19
وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ بِسَاطٗا
Wallaahu ja'ala lakumul arda bisaataa
Dan Allah menjadikan bumi untukmu sebagai hamparan,
Tafseer
20
لِّتَسۡلُكُواْ مِنۡهَا سُبُلٗا فِجَاجٗا
Litaslukoo minhaa subulan fijaajaa
agar kamu dapat pergi kian kemari di jalan-jalan yang luas.
Tafseer
21
قَالَ نُوحٞ رَّبِّ إِنَّهُمۡ عَصَوۡنِي وَٱتَّبَعُواْ مَن لَّمۡ يَزِدۡهُ مَالُهُۥ وَوَلَدُهُۥٓ إِلَّا خَسَارٗا
Qaala Noohur Robbi innahum 'asawnee wattaba'oo mal lam yazid hu maaluhoo wa waladuhooo illaa khasaara
Nuh berkata, "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka durhaka kepadaku, dan mereka mengikuti orang-orang yang harta dan anak-anaknya hanya menambah kerugian baginya,
Tafseer
22
وَمَكَرُواْ مَكۡرٗا كُبَّارٗا
Wa makaroo makran kubbaaraa
dan mereka melakukan tipu daya yang sangat besar."
Tafseer
23
وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا
Wa qaaloo laa tazarunna aalihatakum wa laa tazarunna Waddanw wa laa Suwaa'anw wa laa Yaghoosa wa Ya'ooqa wa Nasraa
Dan mereka berkata, "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) Wadd, dan jangan pula Suwā', Yagūṡ, Ya'ūq dan Nasr."
Tafseer
24
وَقَدۡ أَضَلُّواْ كَثِيرٗاۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا ضَلَٰلٗا
Wa qad adalloo kasee ranw wa laa tazidiz zaalimeena illaa dalaalaa
Dan sungguh, mereka telah menyesatkan orang banyak; dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kesesatan.
Tafseer
25
مِّمَّا خَطِيٓـَٰٔتِهِمۡ أُغۡرِقُواْ فَأُدۡخِلُواْ نَارٗا فَلَمۡ يَجِدُواْ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ أَنصَارٗا
Mimmaa khateee' aatihim ughriqoo fa udkhiloo Naaran falam yajidoo lahum min doonil laahi ansaaraa
Disebabkan kesalahan-kesalahan mereka, mereka ditenggelamkan lalu dimasukkan ke neraka, maka mereka tidak mendapat penolong selain Allah.
Tafseer
26
وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا
Wa qaala Noohur Rabbi laa tazar 'alal ardi minal kaafireena daiyaaraa
Dan Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
Tafseer
27
إِنَّكَ إِن تَذَرۡهُمۡ يُضِلُّواْ عِبَادَكَ وَلَا يَلِدُوٓاْ إِلَّا فَاجِرٗا كَفَّارٗا
Innaka in tazarhum yudil loo 'ibaadaka wa laa yalidooo illaa faajiran kaffaaraa
Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur.
Tafseer
28
رَّبِّ ٱغۡفِرۡ لِي وَلِوَٰلِدَيَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيۡتِيَ مُؤۡمِنٗا وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۖ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّـٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارَۢا
Rabbigh fir lee wa liwaa lidaiya wa liman dakhala baitiya mu'minanw wa lil mu'mineena wal mu'minaati wa laa tazidiz zaalimeena illaa tabaaraa
Ya Tuhanku, ampunilah aku, ibu bapakku, dan siapa pun yang memasuki rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kehancuran."
Tafseer
1
قُلۡ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ ٱسۡتَمَعَ نَفَرٞ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَقَالُوٓاْ إِنَّا سَمِعۡنَا قُرۡءَانًا عَجَبٗا
Qul oohiya ilaiya annna hustama'a nafarum minal jinnni faqaalooo innaa sami'naa quraanan 'ajabaa
Katakanlah (Muhammad), "Telah diwahyukan kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (bacaan)," lalu mereka berkata, "Kami telah mendengarkan bacaan yang menakjubkan (Al-Qur`an),
Tafseer
2
يَهۡدِيٓ إِلَى ٱلرُّشۡدِ فَـَٔامَنَّا بِهِۦۖ وَلَن نُّشۡرِكَ بِرَبِّنَآ أَحَدٗا
Yahdeee ilar rushdi fa aamannaa bihee wa lan nushrika bi rabbinaaa ahadaa
(yang) memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan sesuatu pun dengan Tuhan kami,
Tafseer
3
وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةٗ وَلَا وَلَدٗا
Wa annahoo Ta'aalaa jaddu Rabbinaa mat takhaza saahibatanw wa la waladaa
dan sesungguhnya Mahatinggi keagungan Tuhan kami, Dia tidak beristri dan tidak beranak."
Tafseer
4
وَأَنَّهُۥ كَانَ يَقُولُ سَفِيهُنَا عَلَى ٱللَّهِ شَطَطٗا
Wa annahoo kaana yaqoolu safeehunaa 'alal laahi shatataa
Dan sesungguhnya orang yang bodoh di antara kami dahulu selalu mengucapkan (perkataan) yang melampaui batas terhadap Allah,
Tafseer
5
وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن تَقُولَ ٱلۡإِنسُ وَٱلۡجِنُّ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبٗا
Wa annaa zanannaaa al lan taqoolal insu wal jinnu 'alal laahi kazibaa
dan sesungguhnya kami mengira, bahwa manusia dan jin itu tidak akan mengatakan perkataan yang dusta terhadap Allah,
Tafseer
6
وَأَنَّهُۥ كَانَ رِجَالٞ مِّنَ ٱلۡإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٖ مِّنَ ٱلۡجِنِّ فَزَادُوهُمۡ رَهَقٗا
Wa annahoo kaana rijaa lum minal insi ya'oozoona birijaalim minal jinni fazaa doohum rahaqaa
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
Tafseer
7
وَأَنَّهُمۡ ظَنُّواْ كَمَا ظَنَنتُمۡ أَن لَّن يَبۡعَثَ ٱللَّهُ أَحَدٗا
Wa annahum zannoo kamaa zanantum al lany yab'asal laahu ahadaa
Dan sesungguhnya mereka (jin) mengira seperti kamu (orang musyrik Mekkah) yang juga mengira bahwa Allah tidak akan membangkitkan kembali siapa pun (pada hari Kiamat).
Tafseer
8
وَأَنَّا لَمَسۡنَا ٱلسَّمَآءَ فَوَجَدۡنَٰهَا مُلِئَتۡ حَرَسٗا شَدِيدٗا وَشُهُبٗا
Wa annaa lamasnas sa maaa'a fa wajadnaahaa muli'at harasan shadeedanw wa shuhubaa
Dan sesungguhnya kami (jin) telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api,
Tafseer
9
وَأَنَّا كُنَّا نَقۡعُدُ مِنۡهَا مَقَٰعِدَ لِلسَّمۡعِۖ فَمَن يَسۡتَمِعِ ٱلۡأٓنَ يَجِدۡ لَهُۥ شِهَابٗا رَّصَدٗا
Wa annaa kunnaa naq'udu minhaa maqaa'ida lis'sam'i famany yastami'il aana yajid lahoo shihaabar rasada
dan sesungguhnya kami (jin) dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mencuri dengar (berita-beritanya). Tetapi sekarang siapa (mencoba) mencuri dengar (seperti itu) pasti akan menjumpai panah-panah api yang mengintai (untuk membakarnya).
Tafseer
10
وَأَنَّا لَا نَدۡرِيٓ أَشَرٌّ أُرِيدَ بِمَن فِي ٱلۡأَرۡضِ أَمۡ أَرَادَ بِهِمۡ رَبُّهُمۡ رَشَدٗا
Wa annaa laa nadreee asharrun ureeda biman fil ardi am araada bihim rabbuhum rashadaa
Dan sesungguhnya kami (jin) tidak mengetahui (adanya penjagaan itu) apakah keburukan yang dikehendaki bagi orang yang di bumi ataukah Tuhan mereka menghendaki kebaikan baginya.
Tafseer
11
وَأَنَّا مِنَّا ٱلصَّـٰلِحُونَ وَمِنَّا دُونَ ذَٰلِكَۖ كُنَّا طَرَآئِقَ قِدَدٗا
Wa annaa minnas saalihoona wa minnaa doona zaalika kunnaa taraaa'ilqa qidadaa
Dan sesungguhnya di antara kami (jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.
Tafseer
12
وَأَنَّا ظَنَنَّآ أَن لَّن نُّعۡجِزَ ٱللَّهَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَن نُّعۡجِزَهُۥ هَرَبٗا
Wa annaa zanannaaa al lan nu'jizal laaha fil ardi wa lan nu'jizahoo harabaa
Dan sesungguhnya kami (jin) telah menduga, bahwa kami tidak akan mampu melepaskan diri (dari kekuasaan) Allah di bumi dan tidak (pula) dapat lari melepaskan diri (dari)-Nya.
Tafseer
13
وَأَنَّا لَمَّا سَمِعۡنَا ٱلۡهُدَىٰٓ ءَامَنَّا بِهِۦۖ فَمَن يُؤۡمِنۢ بِرَبِّهِۦ فَلَا يَخَافُ بَخۡسٗا وَلَا رَهَقٗا
Wa annaa lammaa sami'nal hudaaa aamannaa bihee famany yu'mim bi rabbihee falaa yakhaafu bakhsanw wa laa rahaqaa
Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur`an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa.
Tafseer
14
وَأَنَّا مِنَّا ٱلۡمُسۡلِمُونَ وَمِنَّا ٱلۡقَٰسِطُونَۖ فَمَنۡ أَسۡلَمَ فَأُوْلَـٰٓئِكَ تَحَرَّوۡاْ رَشَدٗا
Wa annaa minnal muslimoona wa minnal qaasitoona faman aslama fa ulaaa'ika taharraw rashadaa
Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus.
Tafseer
15
وَأَمَّا ٱلۡقَٰسِطُونَ فَكَانُواْ لِجَهَنَّمَ حَطَبٗا
Wa ammal qaasitoona fa kaanoo li jahannama hatabaa
Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahanam."
Tafseer
16
وَأَلَّوِ ٱسۡتَقَٰمُواْ عَلَى ٱلطَّرِيقَةِ لَأَسۡقَيۡنَٰهُم مَّآءً غَدَقٗا
Wa alla wis taqaamoo 'alat tareeqati la asqaynaahum maa'an ghadaqaa
Dan sekiranya mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), niscaya Kami akan mencurahkan kepada mereka air yang cukup.
Tafseer
17
لِّنَفۡتِنَهُمۡ فِيهِۚ وَمَن يُعۡرِضۡ عَن ذِكۡرِ رَبِّهِۦ يَسۡلُكۡهُ عَذَابٗا صَعَدٗا
Linaftinahum feeh; wa many yu'rid 'an zikri rabbihee yasluk hu 'azaaban sa'adaa
Dengan (cara) itu Kami hendak menguji mereka. Dan barangsiapa berpaling dari peringatan Tuhannya, niscaya akan dimasukkan-Nya ke dalam azab yang sangat berat.
Tafseer
18
وَأَنَّ ٱلۡمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدٗا
Wa annal masaajida lillaahi falaa tad'oo ma'al laahi ahadaa
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.
Tafseer
19
وَأَنَّهُۥ لَمَّا قَامَ عَبۡدُ ٱللَّهِ يَدۡعُوهُ كَادُواْ يَكُونُونَ عَلَيۡهِ لِبَدٗا
Wa annahoo lammaa qaama 'adul laahi yad'oohu kaadoo yakoonoona 'alaihi libadaa
Dan sesungguhnya ketika hamba Allah (Muhammad) berdiri menyembah-Nya (melaksanakan salat), mereka (jin-jin) itu berdesakan mengerumuninya.
Tafseer
20
قُلۡ إِنَّمَآ أَدۡعُواْ رَبِّي وَلَآ أُشۡرِكُ بِهِۦٓ أَحَدٗا
Qul innamaaa ad'oo rabbee wa laaa ushriku biheee ahadaa
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya."
Tafseer
21
قُلۡ إِنِّي لَآ أَمۡلِكُ لَكُمۡ ضَرّٗا وَلَا رَشَدٗا
Qul innee laaa amliku lakum darranw wa laa rashadaa
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudarat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu."
Tafseer
22
قُلۡ إِنِّي لَن يُجِيرَنِي مِنَ ٱللَّهِ أَحَدٞ وَلَنۡ أَجِدَ مِن دُونِهِۦ مُلۡتَحَدًا
Qul innee lany yujeeranee minal laahi ahad, wa lan ajida min doonihee multahadaa
Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.
Tafseer
23
إِلَّا بَلَٰغٗا مِّنَ ٱللَّهِ وَرِسَٰلَٰتِهِۦۚ وَمَن يَعۡصِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا
Illaa balaagham minal laahi wa risaalaatih; wa many ya'sil laaha wa rasoolahoo fa inna lahoo naara jahannama khaalideena feehaaa abadaa
(Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya."
Tafseer
24
حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوۡاْ مَا يُوعَدُونَ فَسَيَعۡلَمُونَ مَنۡ أَضۡعَفُ نَاصِرٗا وَأَقَلُّ عَدَدٗا
Hattaaa izaa ra aw maa yoo'adoona fasaya'lamoona man ad'afu naasiranw wa aqallu 'adadaa
Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.
Tafseer
25
قُلۡ إِنۡ أَدۡرِيٓ أَقَرِيبٞ مَّا تُوعَدُونَ أَمۡ يَجۡعَلُ لَهُۥ رَبِّيٓ أَمَدًا
Qul in adreee a qareebum maa too'adoona am yaj'alu lahoo rabbeee amadaa
Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama."
Tafseer
26
عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلَىٰ غَيۡبِهِۦٓ أَحَدًا
'Aalimul ghaibi falaa yuzhiru alaa ghaibiheee ahadaa
Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.
Tafseer
27
إِلَّا مَنِ ٱرۡتَضَىٰ مِن رَّسُولٖ فَإِنَّهُۥ يَسۡلُكُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ رَصَدٗا
Illaa manir tadaa mir rasoolin fa innahoo yasluku mim baini yadihi wa min khalfihee rasadaa
Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.
Tafseer
28
لِّيَعۡلَمَ أَن قَدۡ أَبۡلَغُواْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّهِمۡ وَأَحَاطَ بِمَا لَدَيۡهِمۡ وَأَحۡصَىٰ كُلَّ شَيۡءٍ عَدَدَۢا
Liya'lama an qad ablaghoo risaalaati rabbihim wa ahaata bima ladihim wa ahsaa kulla shai'in 'adadaa
Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh, telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang (ilmu-Nya) meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.
Tafseer
1
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ
Yaw ayyuhal muzzammil
Wahai orang yang berselimut (Muhammad)!
Tafseer
2
قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا
Qumil laila illaa qaleelaa
Bangunlah (untuk salat) pada malam hari, kecuali sebagian kecil.
Tafseer
3
نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا
Nisfahooo awinqus minhu qaleelaa
(Yaitu) separuhnya atau kurang sedikit dari itu,
Tafseer
4
أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا
Aw zid 'alaihi wa rattilil Qur'aana tarteela
atau lebih dari (seperdua) itu, dan bacalah Al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan.
Tafseer
5
إِنَّا سَنُلۡقِي عَلَيۡكَ قَوۡلٗا ثَقِيلًا
Innaa sanulqee 'alika qawalan saqeelaa
Sesungguhnya Kami akan menurunkan perkataan yang berat kepadamu.
Tafseer
6
إِنَّ نَاشِئَةَ ٱلَّيۡلِ هِيَ أَشَدُّ وَطۡـٔٗا وَأَقۡوَمُ قِيلًا
Inn naashi'atal laili hiya ashadddu wat anw wa aqwamu qeelaa
Sungguh, bangun malam itu lebih kuat (mengisi jiwa); dan (bacaan di waktu itu) lebih berkesan.
Tafseer
7
إِنَّ لَكَ فِي ٱلنَّهَارِ سَبۡحٗا طَوِيلٗا
Inna laka fin nahaari sabhan taweelaa
Sesungguhnya pada siang hari engkau sangat sibuk dengan urusan-urusan yang panjang.
Tafseer
8
وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلۡ إِلَيۡهِ تَبۡتِيلٗا
Wazkuris ma rabbika wa tabattal ilaihi tabteelaa
Dan sebutlah nama Tuhanmu, dan beribadahlah kepada-Nya dengan sepenuh hati.
Tafseer
9
رَّبُّ ٱلۡمَشۡرِقِ وَٱلۡمَغۡرِبِ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ فَٱتَّخِذۡهُ وَكِيلٗا
Rabbul mashriqi wal maghriibi laaa ilaaha illaa Huwa fattakhizhu wakeelaa
(Dialah) Tuhan timur dan barat, tidak ada tuhan selain Dia, maka jadikanlah Dia sebagai pelindung.
Tafseer
10
وَٱصۡبِرۡ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَٱهۡجُرۡهُمۡ هَجۡرٗا جَمِيلٗا
Wasbir 'alaa maa yaqoo loona wahjurhum hajran jameelaa
Dan bersabarlah (Muhammad) terhadap apa yang mereka katakan dan tinggalkanlah mereka dengan cara yang baik.
Tafseer
11
وَذَرۡنِي وَٱلۡمُكَذِّبِينَ أُوْلِي ٱلنَّعۡمَةِ وَمَهِّلۡهُمۡ قَلِيلًا
Wa zarnee walmukaz zibeena ulin na'mati wa mahhilhum qaleelaa
Dan biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang-orang yang mendustakan, yang memiliki segala kenikmatan hidup, dan berilah mereka penangguhan sebentar.
Tafseer
12
إِنَّ لَدَيۡنَآ أَنكَالٗا وَجَحِيمٗا
Inna ladainaaa ankaalanw wa jaheemaa
Sungguh, di sisi Kami ada belenggu-belenggu (yang berat) dan neraka yang menyala-nyala,
Tafseer
13
وَطَعَامٗا ذَا غُصَّةٖ وَعَذَابًا أَلِيمٗا
Wa ta'aaman zaa ghussa tinw wa'azaaban aleemaa
dan (ada) makanan yang menyumbat di kerongkongan dan azab yang pedih.
Tafseer
14
يَوۡمَ تَرۡجُفُ ٱلۡأَرۡضُ وَٱلۡجِبَالُ وَكَانَتِ ٱلۡجِبَالُ كَثِيبٗا مَّهِيلًا
Yawma tarjuful ardu waljibaalu wa kaanatil jibaalu kaseebam maheelaa
(Ingatlah) pada hari (ketika) bumi dan gunung-gunung berguncang keras, dan jadilah gunung-gunung itu seperti onggokan pasir yang dicurahkan.
Tafseer
15
إِنَّآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ رَسُولٗا شَٰهِدًا عَلَيۡكُمۡ كَمَآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ رَسُولٗا
Innaa arsalnaaa ilaikum rasoolan shahidan 'alikum kamaaa arsalnaaa ilaa Fir'awna Rasoolna
Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kamu, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir'aun.
Tafseer
16
فَعَصَىٰ فِرۡعَوۡنُ ٱلرَّسُولَ فَأَخَذۡنَٰهُ أَخۡذٗا وَبِيلٗا
Fa'asaa Fir'awnur Rasoola fa akhaznaahu akhzanw wabeelaa
Namun Fir'aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.
Tafseer
17
فَكَيۡفَ تَتَّقُونَ إِن كَفَرۡتُمۡ يَوۡمٗا يَجۡعَلُ ٱلۡوِلۡدَٰنَ شِيبًا
Fakaifa tattaqoona in kafartum yawmany yaj'alul wildaana sheeba
Lalu bagaimanakah kamu akan dapat menjaga dirimu jika kamu tetap kafir kepada hari yang menjadikan anak-anak beruban.
Tafseer
18
ٱلسَّمَآءُ مُنفَطِرُۢ بِهِۦۚ كَانَ وَعۡدُهُۥ مَفۡعُولًا
Assamaaa'u munfatirum bih; kaana wa'duhoo maf'oola
Langit terbelah pada hari itu. Janji Allah pasti terlaksana.
Tafseer
19
إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلًا
Inna haazihee tazkiratun fa man shaaa'at takhaza ilaa Rabbihee sabeelaa
Sungguh, ini adalah peringatan. Barangsiapa menghendaki, niscaya dia mengambil jalan (yang lurus) kepada Tuhannya.
Tafseer
20
۞إِنَّ رَبَّكَ يَعۡلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدۡنَىٰ مِن ثُلُثَيِ ٱلَّيۡلِ وَنِصۡفَهُۥ وَثُلُثَهُۥ وَطَآئِفَةٞ مِّنَ ٱلَّذِينَ مَعَكَۚ وَٱللَّهُ يُقَدِّرُ ٱلَّيۡلَ وَٱلنَّهَارَۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحۡصُوهُ فَتَابَ عَلَيۡكُمۡۖ فَٱقۡرَءُواْ مَا تَيَسَّرَ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِۚ عَلِمَ أَن سَيَكُونُ مِنكُم مَّرۡضَىٰ وَءَاخَرُونَ يَضۡرِبُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ يَبۡتَغُونَ مِن فَضۡلِ ٱللَّهِ وَءَاخَرُونَ يُقَٰتِلُونَ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۖ فَٱقۡرَءُواْ مَا تَيَسَّرَ مِنۡهُۚ وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَقۡرِضُواْ ٱللَّهَ قَرۡضًا حَسَنٗاۚ وَمَا تُقَدِّمُواْ لِأَنفُسِكُم مِّنۡ خَيۡرٖ تَجِدُوهُ عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيۡرٗا وَأَعۡظَمَ أَجۡرٗاۚ وَٱسۡتَغۡفِرُواْ ٱللَّهَۖ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمُۢ
Inna Rabbaka ya'lamu annaka taqoomu adnaa min sulusa yil laili wa nisfahoo wa sulusahoo wa taaa'ifatum minal lazeena ma'ak; wal laahu yuqaddirul laila wanna haar; 'alima al lan tuhsoohu fataaba 'alaikum faqra'oo maa tayassara minal quraan; 'alima an sa yakoonu minkum mardaa wa aakharoona yadriboona fil ardi yabtaghoona min fadlil laahi wa aakharoona yuqaatiloona fee sabeelil laahi faqra'oo ma tayassara minhu wa aqeemus salaata wa aatuz zakaata wa aqridul laaha qardan hasanaa; wa maa tuqadimoo li anfusikum min khairin tajidoohu 'indal laahi huwa khayranw wa a'zama ajraa; wastaghfirul laahaa innal laaha ghafoorur raheem.
Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau (Muhammad) berdiri (salat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam atau sepertiganya dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur`an; Dia mengetahui bahwa akan ada di antara kamu orang-orang yang sakit, dan yang lain berjalan di bumi mencari sebagian karunia Allah; dan yang lain berperang di jalan Allah, maka bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur`an dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat dan berikanlah pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling baik dan yang paling besar pahalanya. Dan mohonlah ampunan kepada Allah; sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
Tafseer
1
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُدَّثِّرُ
Yaaa ayyuhal muddassir
Wahai orang yang berkemul (berselimut)!
Tafseer
2
قُمۡ فَأَنذِرۡ
Qum fa anzir
Bangunlah, lalu berilah peringatan!
Tafseer
3
وَرَبَّكَ فَكَبِّرۡ
Wa rabbaka fakabbir
Dan agungkanlah Tuhanmu,
Tafseer
4
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرۡ
Wa siyaabaka fatahhir
dan bersihkanlah pakaianmu,
Tafseer
5
وَٱلرُّجۡزَ فَٱهۡجُرۡ
Warrujza fahjur
dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji,
Tafseer
6
وَلَا تَمۡنُن تَسۡتَكۡثِرُ
Wa laa tamnun tastaksir
dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak.
Tafseer
7
وَلِرَبِّكَ فَٱصۡبِرۡ
Wa li Rabbika fasbir
Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.
Tafseer
8
فَإِذَا نُقِرَ فِي ٱلنَّاقُورِ
Fa izaa nuqira fin naaqoor
Maka apabila sangkakala ditiup,
Tafseer
9
فَذَٰلِكَ يَوۡمَئِذٖ يَوۡمٌ عَسِيرٌ
Fazaalika yawma 'iziny yawmun 'aseer
maka itulah hari yang serba sulit,
Tafseer
10
عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ
'Alal kaafireena ghayru yaseer
bagi orang-orang kafir tidak mudah.
Tafseer
11
ذَرۡنِي وَمَنۡ خَلَقۡتُ وَحِيدٗا
Zamee wa man khalaqtu waheedaa
Biarkanlah Aku (yang bertindak) terhadap orang yang Aku sendiri telah menciptakannya,
Tafseer
12
وَجَعَلۡتُ لَهُۥ مَالٗا مَّمۡدُودٗا
Wa ja'altu lahoo maalam mamdoodaa
dan Aku berikan baginya kekayaan yang melimpah,
Tafseer
13
وَبَنِينَ شُهُودٗا
Wa baneena shuhoodaa
dan anak-anak yang selalu bersamanya,
Tafseer
14
وَمَهَّدتُّ لَهُۥ تَمۡهِيدٗا
Wa mahhattu lahoo tamheeda
dan Aku berikan baginya kelapangan (hidup) seluas-luasnya.
Tafseer
15
ثُمَّ يَطۡمَعُ أَنۡ أَزِيدَ
Summa yat ma'u an azeed
kemudian dia ingin sekali agar Aku menambahnya.
Tafseer
16
كَلَّآۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأٓيَٰتِنَا عَنِيدٗا
Kallaaa innahoo kaana li Aayaatinaa 'aneedaa
Tidak bisa! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur`an).
Tafseer
17
سَأُرۡهِقُهُۥ صَعُودًا
Sa urhiquhoo sa'oodaa
Aku akan membebaninya dengan pendakian yang meletihkan.
Tafseer
18
إِنَّهُۥ فَكَّرَ وَقَدَّرَ
Innahoo fakkara wa qaddar
Sesungguhnya dia telah memikirkan dan menetapkan (apa yang ditetapkannya),
Tafseer
19
فَقُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ
Faqutila kayfa qaddar
maka celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
Tafseer
20
ثُمَّ قُتِلَ كَيۡفَ قَدَّرَ
Summa qutila kaifa qaddar
Ssekali lagi, celakalah dia! Bagaimana dia menetapkan?
Tafseer
21
ثُمَّ نَظَرَ
Summa nazar
Kemudian dia (merenung) memikirkan,
Tafseer
22
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
Summa 'abasa wa basar
lalu berwajah masam dan cemberut,
Tafseer
23
ثُمَّ أَدۡبَرَ وَٱسۡتَكۡبَرَ
Summaa adbara wastakbar
kemudian berpaling (dari kebenaran) dan menyombongkan diri,
Tafseer
24
فَقَالَ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا سِحۡرٞ يُؤۡثَرُ
Faqaala in haazaaa illaa sihruny yu'sar
lalu dia berkata, "(Al-Qur`an) ini hanyalah sihir yang dipelajari (dari orang-orang dahulu).
Tafseer
25
إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا قَوۡلُ ٱلۡبَشَرِ
In haazaaa illaa qawlul bashar
Ini hanyalah perkataan manusia."
Tafseer
26
سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ
Sa usleehi saqar
Kelak, Aku akan memasukkannya ke dalam (neraka) Saqar,
Tafseer
27
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا سَقَرُ
Wa maaa adraaka maa saqar
Dan tahukah kamu apa (neraka) Saqar itu?
Tafseer
28
لَا تُبۡقِي وَلَا تَذَرُ
Laa tubqee wa laa tazar
Ia (Saqar itu) tidak meninggalkan dan tidak membiarkan,
Tafseer
29
لَوَّاحَةٞ لِّلۡبَشَرِ
Lawwaahatul lilbashar
yang menghanguskan kulit manusia.
Tafseer
30
عَلَيۡهَا تِسۡعَةَ عَشَرَ
'Alaihaa tis'ata 'ashar
Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).
Tafseer
31
وَمَا جَعَلۡنَآ أَصۡحَٰبَ ٱلنَّارِ إِلَّا مَلَـٰٓئِكَةٗۖ وَمَا جَعَلۡنَا عِدَّتَهُمۡ إِلَّا فِتۡنَةٗ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيَسۡتَيۡقِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَيَزۡدَادَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِيمَٰنٗا وَلَا يَرۡتَابَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَ وَلِيَقُولَ ٱلَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٞ وَٱلۡكَٰفِرُونَ مَاذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلٗاۚ كَذَٰلِكَ يُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهۡدِي مَن يَشَآءُۚ وَمَا يَعۡلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَۚ وَمَا هِيَ إِلَّا ذِكۡرَىٰ لِلۡبَشَرِ
Wa maaja''alnaaa As haaban naari illaa malaaa 'ikatanw wa maa ja'alnaa 'iddatahum illaa fitnatal lillazeena kafaroo liyastayqinal lazeena ootul kitaaba wa yazdaadal lazeena aamanooo eemaananw wa laa yartaabal lazeena ootul kitaaba walmu'minoona wa liyaqoolal lazeena fee quloo bihim maradunw walkaafiroona maazaaa araadal laahu bihaazaa masalaa; kazaalika yudillul laahu many yashaaa'u wa yahdee many yashaaa'; wa maa ya'lamu junooda rabbika illaa hoo; wa maa hiya illaa zikraa lil bashar
Dan yang Kami jadikan penjaga neraka itu hanya dari malaikat; dan Kami menentukan bilangan mereka itu hanya sebagai cobaan bagi orang-orang kafir, agar orang-orang yang diberi kitab menjadi yakin, agar orang yang beriman bertambah imannya, agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang mukmin itu tidak ragu-ragu; dan agar orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit dan orang-orang kafir (berkata), "Apakah yang dikehendaki Allah dengan (bilangan) ini sebagai suatu perumpamaan?" Demikianlah Allah menyesatkan orang-orang yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada orang-orang yang Dia kehendaki. Dan tidak ada yang mengetahui bala tentara Tuhanmu kecuali Dia sendiri. Dan Saqar itu tidak lain hanyalah peringatan bagi manusia.
Tafseer
32
كَلَّا وَٱلۡقَمَرِ
Kallaa walqamar
Tidak! Demi bulan,
Tafseer
33
وَٱلَّيۡلِ إِذۡ أَدۡبَرَ
Wallaili adbar
dan demi malam ketika telah berlalu,
Tafseer
34
وَٱلصُّبۡحِ إِذَآ أَسۡفَرَ
Wassub hi izaaa asfar
dan demi subuh apabila mulai terang,
Tafseer
35
إِنَّهَا لَإِحۡدَى ٱلۡكُبَرِ
Innahaa la ihdal kubar
sesungguhnya (Saqar itu) adalah salah satu (bencana) yang sangat besar,
Tafseer
36
نَذِيرٗا لِّلۡبَشَرِ
Nazeeral lilbashar
sebagai peringatan bagi manusia,
Tafseer
37
لِمَن شَآءَ مِنكُمۡ أَن يَتَقَدَّمَ أَوۡ يَتَأَخَّرَ
Liman shaaa'a minkum any yataqaddama aw yata akhkhar
(yaitu) bagi siapa di antara kamu yang ingin maju atau mundur.
Tafseer
38
كُلُّ نَفۡسِۭ بِمَا كَسَبَتۡ رَهِينَةٌ
Kullu nafsim bim kasabat raheenah
Setiap orang bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukannya,
Tafseer
39
إِلَّآ أَصۡحَٰبَ ٱلۡيَمِينِ
Illaaa as haabal yameen
kecuali golongan kanan,
Tafseer
40
فِي جَنَّـٰتٖ يَتَسَآءَلُونَ
Fee jannaatiny yata saaa'aloon
berada di dalam surga, mereka saling menanyakan,
Tafseer
41
عَنِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ
'Anil mujrimeen
tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa,
Tafseer
42
مَا سَلَكَكُمۡ فِي سَقَرَ
Maa salakakum fee saqar
"Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?"
Tafseer
43
قَالُواْ لَمۡ نَكُ مِنَ ٱلۡمُصَلِّينَ
Qaaloo lam naku minal musalleen
Mereka menjawab, "Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan salat,
Tafseer
44
وَلَمۡ نَكُ نُطۡعِمُ ٱلۡمِسۡكِينَ
Wa lam naku nut'imul miskeen
dan kami (juga) tidak memberi makan orang miskin,
Tafseer
45
وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلۡخَآئِضِينَ
Wa kunnaa nakhoodu ma'al khaaa'ideen
bahkan kami biasa berbincang (untuk tujuan yang batil), bersama orang-orang yang membicarakannya,
Tafseer
46
وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوۡمِ ٱلدِّينِ
Wa kunnaa nukazzibu bi yawmid Deen
dan kami mendustakan hari pembalasan,
Tafseer
47
حَتَّىٰٓ أَتَىٰنَا ٱلۡيَقِينُ
Hattaaa ataanal yaqeen
sampai datang kepada kami kematian."
Tafseer
48
فَمَا تَنفَعُهُمۡ شَفَٰعَةُ ٱلشَّـٰفِعِينَ
Famaa tanfa'uhum shafaa'atush shaafi'een
Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat (pertolongan) dari orang-orang yang memberikan syafaat.
Tafseer
49
فَمَا لَهُمۡ عَنِ ٱلتَّذۡكِرَةِ مُعۡرِضِينَ
Famaa lahum 'anittazkirati mu'rideen
Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)?
Tafseer
50
كَأَنَّهُمۡ حُمُرٞ مُّسۡتَنفِرَةٞ
Ka annahum humurum mustanfirah
seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut,
Tafseer
51
فَرَّتۡ مِن قَسۡوَرَةِۭ
Farrat min qaswarah
lari dari singa.
Tafseer
52
بَلۡ يُرِيدُ كُلُّ ٱمۡرِيٕٖ مِّنۡهُمۡ أَن يُؤۡتَىٰ صُحُفٗا مُّنَشَّرَةٗ
Bal yureedu kullum ri'im minhum any yu'taa suhufam munashsharah
Bahkan setiap orang dari mereka ingin agar diberikan kepadanya lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
Tafseer
53
كَلَّاۖ بَل لَّا يَخَافُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ
Kallaa bal laa yakhaafoonal aakhirah
Tidak! Sebenarnya mereka tidak takut kepada akhirat.
Tafseer
54
كَلَّآ إِنَّهُۥ تَذۡكِرَةٞ
Kallaaa innahoo tazkirah
Tidak! Sesungguhnya (Al-Qur`an) itu benar-benar suatu peringatan.
Tafseer
55
فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ
Fa man shaaa'a zakarah
Maka barangsiapa menghendaki, tentu dia mengambil pelajaran darinya.
Tafseer
56
وَمَا يَذۡكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ هُوَ أَهۡلُ ٱلتَّقۡوَىٰ وَأَهۡلُ ٱلۡمَغۡفِرَةِ
Wa maa yazkuroona illaaa any yashaaa'al laah; Huwa ahlut taqwaa wa ahlul maghfirah
Dan mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur`an) kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah Tuhan yang patut (kita) bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampun.
Tafseer
1
لَآ أُقۡسِمُ بِيَوۡمِ ٱلۡقِيَٰمَةِ
Laaa uqsimu bi yawmil qiyaamah
Aku bersumpah dengan hari Kiamat,
Tafseer
2
وَلَآ أُقۡسِمُ بِٱلنَّفۡسِ ٱللَّوَّامَةِ
Wa laaa uqsimu bin nafsil lawwaamah
dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).
Tafseer
3
أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجۡمَعَ عِظَامَهُۥ
Ayahsabul insaanu al lan najm'a 'izaamah
Apakah manusia mengira, bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang belulangnya?
Tafseer
4
بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّيَ بَنَانَهُۥ
Balaa qaadireena 'alaaa an nusawwiya banaanah
(Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari jemarinya dengan sempurna.
Tafseer
5
بَلۡ يُرِيدُ ٱلۡإِنسَٰنُ لِيَفۡجُرَ أَمَامَهُۥ
Bal yureedul insaanu liyafjura amaamah
Tetapi manusia hendak membuat maksiat terus menerus.
Tafseer
6
يَسۡـَٔلُ أَيَّانَ يَوۡمُ ٱلۡقِيَٰمَةِ
Yas'alu ayyyaana yawmul qiyaamah
Dia bertanya, "Kapankah hari Kiamat itu?"
Tafseer
7
فَإِذَا بَرِقَ ٱلۡبَصَرُ
Fa izaa bariqal basar
Maka apabila mata terbelalak (ketakutan),
Tafseer
8
وَخَسَفَ ٱلۡقَمَرُ
We khasafal qamar
dan bulan pun telah hilang cahayanya,
Tafseer
9
وَجُمِعَ ٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُ
Wa jumi'ash shamusu wal qamar
lalu matahari dan bulan dikumpulkan,
Tafseer
10
يَقُولُ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذٍ أَيۡنَ ٱلۡمَفَرُّ
Yaqoolul insaanu yaw ma 'izin aynal mafarr
pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat pelarian?"
Tafseer
11
كَلَّا لَا وَزَرَ
Kallaa laa wazar
Tidak! Tidak ada tempat berlindung!
Tafseer
12
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمُسۡتَقَرُّ
Ilaa rabbika yawma 'izinil mustaqarr
Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu.
Tafseer
13
يُنَبَّؤُاْ ٱلۡإِنسَٰنُ يَوۡمَئِذِۭ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
Yunabba 'ul insaanu yawma 'izim bimaa qaddama wa akhkhar
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
Tafseer
14
بَلِ ٱلۡإِنسَٰنُ عَلَىٰ نَفۡسِهِۦ بَصِيرَةٞ
Balil insaanu 'alaa nafsihee baseerah
Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri,
Tafseer
15
وَلَوۡ أَلۡقَىٰ مَعَاذِيرَهُۥ
Wa law alqaa ma'aazeerah
dan meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.
Tafseer
16
لَا تُحَرِّكۡ بِهِۦ لِسَانَكَ لِتَعۡجَلَ بِهِۦٓ
Laa tuharrik bihee lisaa naka lita'jala bih
Jangan engkau (Muhammad) gerakkan lidahmu (untuk membaca Al-Qur`an) karena hendak cepat-cepat (menguasai)nya.
Tafseer
17
إِنَّ عَلَيۡنَا جَمۡعَهُۥ وَقُرۡءَانَهُۥ
Inna 'alainaa jam'ahoo wa qur aanah
Sesungguhnya Kami yang akan mengumpulkannya (di dadamu) dan membacakannya.
Tafseer
18
فَإِذَا قَرَأۡنَٰهُ فَٱتَّبِعۡ قُرۡءَانَهُۥ
Fa izaa qaraanaahu fattabi' qur aanah
Apabila Kami telah selesai membacakannya maka ikutilah bacaannya itu.
Tafseer
19
ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا بَيَانَهُۥ
Summa inna 'alainaa bayaanah
Kemudian sesungguhnya Kami yang akan menjelaskannya.
Tafseer
20
كَلَّا بَلۡ تُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ
Kallaa bal tuhibboonal 'aajilah
Tidak! Bahkan Kamu mencintai kehidupan dunia,
Tafseer
21
وَتَذَرُونَ ٱلۡأٓخِرَةَ
Wa tazaroonal Aakhirah
dan mengabaikan (kehidupan) akhirat.
Tafseer
22
وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٖ نَّاضِرَةٌ
Wujoohuny yawma 'izin naadirah
Wajah-wajah (orang mukmin) pada hari itu berseri-seri.
Tafseer
23
إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٞ
Ilaa rabbihaa naazirah
Memandang Tuhannya.
Tafseer
24
وَوُجُوهٞ يَوۡمَئِذِۭ بَاسِرَةٞ
Wa wujoohuny yawma 'izim baasirah
Dan wajah-wajah (orang kafir) pada hari itu muram,
Tafseer
25
تَظُنُّ أَن يُفۡعَلَ بِهَا فَاقِرَةٞ
Tazunnu any yuf'ala bihaa faaqirah
mereka yakin bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang sangat dahsyat.
Tafseer
26
كَلَّآ إِذَا بَلَغَتِ ٱلتَّرَاقِيَ
Kallaaa izaa balaghatit taraaqee
Tidak! Apabila (nyawa) telah sampai ke kerongkongan,
Tafseer
27
وَقِيلَ مَنۡۜ رَاقٖ
Wa qeela man raaq
dan dikatakan (kepadanya), "Siapa yang dapat menyembuhkan?"
Tafseer
28
وَظَنَّ أَنَّهُ ٱلۡفِرَاقُ
Wa zanna annahul firaaq
dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia),
Tafseer
29
وَٱلۡتَفَّتِ ٱلسَّاقُ بِٱلسَّاقِ
Waltaffatis saaqu bissaaq
dan bertaut betis (kiri) dengan betis (kanan),
Tafseer
30
إِلَىٰ رَبِّكَ يَوۡمَئِذٍ ٱلۡمَسَاقُ
Ilaa rabbika yawma'izinil masaaq
kepada Tuhanmu lah pada hari itu kamu dihalau.
Tafseer
31
فَلَا صَدَّقَ وَلَا صَلَّىٰ
Falaa saddaqa wa laa sallaa
Karena dia (dahulu) tidak mau membenarkan (Al-Qur`an dan Rasul) dan tidak mau melaksanakan salat,
Tafseer
32
وَلَٰكِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ
Wa laakin kazzaba wa tawalla
tetapi justru dia mendustakan (Rasul) dan berpaling (dari kebenaran),
Tafseer
33
ثُمَّ ذَهَبَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ يَتَمَطَّىٰٓ
Summa zahaba ilaaa ahlihee yatamatta
kemudian dia pergi kepada keluarganya dengan sombong.
Tafseer
34
أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰ
Awlaa laka fa awlaa
Celakalah kamu! Maka celakalah!
Tafseer
35
ثُمَّ أَوۡلَىٰ لَكَ فَأَوۡلَىٰٓ
Summa awlaa laka fa awla
Sekali lagi, celakalah kamu (manusia)! Maka celakalah!
Tafseer
36
أَيَحۡسَبُ ٱلۡإِنسَٰنُ أَن يُتۡرَكَ سُدًى
Ayahsabul insaanu anyytraka sudaa
Apakah manusia mengira, dia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung-jawaban)?
Tafseer
37
أَلَمۡ يَكُ نُطۡفَةٗ مِّن مَّنِيّٖ يُمۡنَىٰ
Alam yaku nutfatam mim maniyyiny yumnaa
Bukankah dia mulanya hanya setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim),
Tafseer
38
ثُمَّ كَانَ عَلَقَةٗ فَخَلَقَ فَسَوَّىٰ
Summa kaana 'alaqata fakhalaq fasawwaa
kemudian (mani itu) menjadi sesuatu yang melekat, lalu Allah menciptakannya dan menyempurnakannya,
Tafseer
39
فَجَعَلَ مِنۡهُ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰٓ
Faja'ala minhuz zawjayniz zakara wal unsaa
lalu Dia menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.
Tafseer
40
أَلَيۡسَ ذَٰلِكَ بِقَٰدِرٍ عَلَىٰٓ أَن يُحۡـِۧيَ ٱلۡمَوۡتَىٰ
Alaisa zaalika biqaadirin 'alaaa any yuhyiyal mawtaa
Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?
Tafseer
1
هَلۡ أَتَىٰ عَلَى ٱلۡإِنسَٰنِ حِينٞ مِّنَ ٱلدَّهۡرِ لَمۡ يَكُن شَيۡـٔٗا مَّذۡكُورًا
Hal ataa 'alal insaani heenum minad dahri lam yakun shai'am mazkooraa
Bukankah pernah datang kepada manusia waktu dari masa, yang ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?
Tafseer
2
إِنَّا خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن نُّطۡفَةٍ أَمۡشَاجٖ نَّبۡتَلِيهِ فَجَعَلۡنَٰهُ سَمِيعَۢا بَصِيرًا
Innaa khalaqnal insaana min nutfatin amshaajin nabta leehi faja'alnaahu samee'am baseeraa
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.
Tafseer
3
إِنَّا هَدَيۡنَٰهُ ٱلسَّبِيلَ إِمَّا شَاكِرٗا وَإِمَّا كَفُورًا
Innaa hadainaahus sabeela immaa shaakiranw wa immaa kafoora
Sungguh, Kami telah menunjukkan kepadanya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kufur.
Tafseer
4
إِنَّآ أَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ سَلَٰسِلَاْ وَأَغۡلَٰلٗا وَسَعِيرًا
Innaaa a'tadnaa lilkaa fireena salaasila wa aghlaalanw wa sa'eeraa
Sungguh, Kami telah menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala.
Tafseer
5
إِنَّ ٱلۡأَبۡرَارَ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا
innal abraara yashra boona min kaasin kaana mizaa juhaa kaafooraa
Sungguh, orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur,
Tafseer
6
عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفۡجِيرٗا
'Aynany yashrabu bihaa 'ibaadul laahi yafajjiroonahaa tafjeeraa
(yaitu) mata air (dalam surga) yang di minum oleh hamba-hamba Allah, dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.
Tafseer
7
يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا
Yoofoona binnazri wa yakhaafoona yawman kaana sharruhoo mustateeraa
Mereka memenuhi nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana.
Tafseer
8
وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا
Wa yut''imoonat ta'aama 'alaa hubbihee miskeenanw wa yatemanw wa aseeraa
Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan,
Tafseer
9
إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا
Innaamaa nut'imukum li wajhil laahi laa nureedu minkum jazaaa'anw wa laa shukooraa
(sambil berkata), "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharapkan keridaan Allah, kami tidak mengharap balasan dan terima kasih dari kamu.
Tafseer
10
إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا
Innaa nakhaafu mir Rabbinna Yawman 'aboosan qamtareeraa
Sungguh, kami takut akan (azab) Tuhan pada hari (ketika) orang-orang berwajah masam penuh kesulitan."
Tafseer
11
فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ وَسُرُورٗا
Fa waqaahumul laahu sharra zaalikal yawmi wa laqqaahum nadratanw wa surooraa
Maka Allah melindungi mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka keceriaan dan kegembiraan.
Tafseer
12
وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ جَنَّةٗ وَحَرِيرٗا
Wa jazaahum bimaa sabaroo janatanw wa hareeraa
Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) surga dan (pakaian) sutera.
Tafseer
13
مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا شَمۡسٗا وَلَا زَمۡهَرِيرٗا
muttaki'eena feeha 'alal araaa 'iki laa yarawna feehaa shamsanw wa laa zamhareeraa
Di sana mereka duduk bersandar di atas dipan, di sana mereka tidak melihat (merasakan teriknya) matahari dan tidak pula dingin yang berlebihan.
Tafseer
14
وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا
Wa daaniyatan 'alaihim zilaaluhaa wa zullilat qutoofu haa tazleela
Dan naungan (pepohonan)nya dekat di atas mereka dan dimudahkan semudah-mudahnya untuk memetik (buah)nya.
Tafseer
15
وَيُطَافُ عَلَيۡهِم بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠
Wa yutaafu 'alaihim bi aaniyatim min fiddatinw wa akwaabin kaanat qawaareeraa
Dan kepada mereka diedarkan bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kristal,
Tafseer
16
قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا
Qawaareera min fiddatin qaddaroohaa taqdeeraa
kristal yang jernih terbuat dari perak, mereka tentukan ukurannya yang sesuai (dengan kehendak mereka).
Tafseer
17
وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا
Wa yusawna feehaa kaasan kaana mizaajuhaa zanjabeelaa
Dan di sana mereka diberi segelas minuman bercampur jahe.
Tafseer
18
عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا
'Aynan feeha tusammaa salsabeelaa
(Yang didatangkan dari) suatu mata air (di surga) yang dinamakan Salsabīl.
Tafseer
19
۞وَيَطُوفُ عَلَيۡهِمۡ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ حَسِبۡتَهُمۡ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا
Wa yatoofu 'alaihim wildaanum mukhalladoona izaa ra aytahum hasibtahum lu'lu 'am mansoora
Dan mereka dikelilingi oleh para pemuda-pemuda yang tetap muda. Apabila kamu melihatnya, akan kamu kira mereka mutiara yang bertaburan.
Tafseer
20
وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا
Wa izaa ra ayta summa ra ayta na'eemanw wa mulkan kabeera
Dan apabila engkau melihat (keadaan) di sana (surga), niscaya engkau akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar.
Tafseer
21
عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ وَإِسۡتَبۡرَقٞۖ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا
'Aaliyahum siyaabu sundusin khudrunw wa istabraq, wa hullooo asaawira min fiddatinw wa saqaahum Rabbuhum sharaaban tahooraa
Mereka berpakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan memakai gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih (dan suci).
Tafseer
22
إِنَّ هَٰذَا كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا
Innaa haazaa kaana lakum jazz 'anw wa kaana sa'yukum mashkooraa
Inilah balasan untukmu, dan segala usahamu diterima dan diakui (Allah).
Tafseer
23
إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا
Innaa nahnu nazzalnaa 'alaikal quraana tanzeelaa
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur`an kepadamu (Muhammad) secara berangsur-angsur.
Tafseer
24
فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا
Fasbir lihukmi Rabbika wa laa tuti' minhum aasiman aw kafooraa
Maka bersabarlah untuk (melaksanakan) ketetapan Tuhanmu, dan janganlah engkau ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka.
Tafseer
25
وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا
Wazkuris ma Rabbika bukratanw wa aseelaa
Dan sebutlah nama Tuhanmu pada (waktu) pagi dan petang.
Tafseer
26
وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا
Wa minal laili fasjud lahoo wa sabbihhu lailan taweelaa
Dan pada sebagian dari malam, maka bersujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.
Tafseer
27
إِنَّ هَـٰٓؤُلَآءِ يُحِبُّونَ ٱلۡعَاجِلَةَ وَيَذَرُونَ وَرَآءَهُمۡ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا
Inna haaa'ulaa'i yuhibboona 'aajilata wa yazaroona waraaa'ahum yawman saqeelaa
Sesungguhnya mereka (orang kafir) itu mencintai kehidupan (dunia) dan meningggalkan hari yang berat (hari akhirat) di belakangnya.
Tafseer
28
نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا
Nahnu khalaqnaahum wa shadadnaaa asrahum wa izaa shi'naa baddalnaaa amsaala hum tabdeelaa
Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka. Tetapi, jika Kami menghendaki, Kami dapat mengganti dengan yang serupa mereka.
Tafseer
29
إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا
Inna haazihee tazkiratun fa man shaaa'at takhaza ilaa rabbihee sabeela
Sungguh, (ayat-ayat) ini adalah peringatan, maka barang siapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) tentu dia mengambil jalan menuju kepada Tuhannya.
Tafseer
30
وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا
Wa maa tashaaa'oona illaa anyyashaaa'al laah; innal laahaa kaana'Aleeman Hakeema
Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
Tafseer
31
يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ وَٱلظَّـٰلِمِينَ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا
Yudkhilu mai yashaaa'u fee rahmatih; wazzaalimeena a'adda lahum 'azaaban aleemaa
Dia memasukkan siapa pun yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya (surga). Adapun bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih.
Tafseer
1
وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا
Wal mursalaati'urfaa
Demi (malaikat-malaikat) yang diutus untuk membawa kebaikan,
Tafseer
2
فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا
Fal'aasifaati 'asfaa
dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya,
Tafseer
3
وَٱلنَّـٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا
Wannaashiraati nashraa
dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Allah) dengan seluas-luasnya,
Tafseer
4
فَٱلۡفَٰرِقَٰتِ فَرۡقٗا
Falfaariqaati farqaa
dan (malaikat-malaikat) yang membedakan (antara yang baik dan yang buruk) dengan sejelas-jelasnya,
Tafseer
5
فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا
Falmulqiyaati zikra
dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu,
Tafseer
6
عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا
'Uzran aw nuzraa
untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan.
Tafseer
7
إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَٰقِعٞ
Innamaa too'adoona lawaaqi'
Sungguh, apa yang dijanjikan kepadamu pasti terjadi.
Tafseer
8
فَإِذَا ٱلنُّجُومُ طُمِسَتۡ
Fa izam nujoomu tumisat
Maka apabila bintang-bintang dihapuskan,
Tafseer
9
وَإِذَا ٱلسَّمَآءُ فُرِجَتۡ
Wa izas samaaa'u furijat
dan apabila langit terbelah,
Tafseer
10
وَإِذَا ٱلۡجِبَالُ نُسِفَتۡ
Wa izal jibaalu nusifat
dan apabila gunung-gunung dihancurkan menjadi debu,
Tafseer
11
وَإِذَا ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ
Wa izar Rusulu uqqitat
dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktunya.
Tafseer
12
لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ
Li ayyi yawmin ujjilat
(Niscaya dikatakan kepada mereka), "Sampai hari apakah ditangguhkan (azab orang-orang kafir itu)?"
Tafseer
13
لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ
Li yawmil Fasl
Sampai hari keputusan.
Tafseer
14
وَمَآ أَدۡرَىٰكَ مَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِ
Wa maaa adraaka maa yawmul fasl
Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?
Tafseer
15
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma 'izillilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
16
أَلَمۡ نُهۡلِكِ ٱلۡأَوَّلِينَ
Alam nuhlikil awwaleen
Bukankah telah Kami binasakan orang-orang yang dahulu?
Tafseer
17
ثُمَّ نُتۡبِعُهُمُ ٱلۡأٓخِرِينَ
Summa nutbi'uhumul aakhireen
Lalu Kami susulkan (azab Kami terhadap) orang-orang yang datang kemudian.
Tafseer
18
كَذَٰلِكَ نَفۡعَلُ بِٱلۡمُجۡرِمِينَ
Kazzlika naf'alu bilmujrimeen
Demikianlah Kami perlakukan orang-orang yang berdosa.
Tafseer
19
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailunw yawma 'izil lil mukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
20
أَلَمۡ نَخۡلُقكُّم مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ
Alam nakhlukkum mimmaaa'im maheen
Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (mani),
Tafseer
21
فَجَعَلۡنَٰهُ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ
Faja'alnaahu fee qaraarim makeen
kemudian Kami letakkan ia dalam tempat yang kokoh (rahim),
Tafseer
22
إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ
Illaa qadrim ma'loom
sampai waktu yang ditentukan,
Tafseer
23
فَقَدَرۡنَا فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ
Faqadarnaa fani'mal qaadiroon
lalu Kami tentukan (bentuknya), maka (Kamilah) sebaik-baik yang menentukan.
Tafseer
24
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma 'izil lilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
25
أَلَمۡ نَجۡعَلِ ٱلۡأَرۡضَ كِفَاتًا
Alam naj'alil arda kifaataa
Bukankah Kami jadikan bumi untuk (tempat) berkumpul,
Tafseer
26
أَحۡيَآءٗ وَأَمۡوَٰتٗا
Ahyaaa'anw wa amwaataa
bagi yang masih hidup dan yang sudah mati?
Tafseer
27
وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ شَٰمِخَٰتٖ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا
Wa ja'alnaa feehaa rawaasiya shaamikhaatinw wa asqainaakum maaa'an furaataa
Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar?
Tafseer
28
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma 'izil lilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
29
ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ
Intaliqooo ilaa maa kuntum bihee tukazziboon
(Akan dikatakan), "Pergilah kamu guna mendapatkan apa (azab) yang dahulu kamu dustakan.
Tafseer
30
ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ
Intaliqooo ilaa zillin zee salaasi shu'ab
Pergilah kamu mendapatkan naungan (asap api neraka) yang mempunyai tiga cabang,
Tafseer
31
لَّا ظَلِيلٖ وَلَا يُغۡنِي مِنَ ٱللَّهَبِ
Laa zaleelinw wa laa yughnee minal lahab
yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka."
Tafseer
32
إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ
Innahaa tarmee bishararin kalqasr
Sungguh, (neraka) itu menyemburkan bunga api (sebesar dan setinggi) istana,
Tafseer
33
كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ
Ka annahoo jimaalatun sufr
seakan-akan iring-iringan unta yang kuning.
Tafseer
34
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma 'izil lilmukazibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
35
هَٰذَا يَوۡمُ لَا يَنطِقُونَ
Haazaa yawmu laa uantiqoon
Inilah hari, saat mereka tidak dapat berbicara,
Tafseer
36
وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ
Wa laa yu'zanu lahum fa ya'taziroon
dan tidak diizinkan kepada mereka mengemukakan alasan agar mereka dimaafkan.
Tafseer
37
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailunw yawma 'izil lilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
38
هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ
Haaza yawmul fasli jama 'naakum wal awwaleen
Inilah hari keputusan; (pada hari ini) Kami kumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu.
Tafseer
39
فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ فَكِيدُونِ
Fa in kaana lakum kaidun fakeedoon
Maka jika kamu punya tipu daya, maka lakukanlah (tipu daya) itu terhadap-Ku.
Tafseer
40
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma'izil lilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
41
إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ فِي ظِلَٰلٖ وَعُيُونٖ
Innal muttaqeena fee zilaalinw wa 'uyoon
Sungguh, orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (pepohonan surga yang teduh) dan (di sekitar) mata air,
Tafseer
42
وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ
Wa fawaakiha mimmaa yastahoon
dan buah-buahan yang mereka sukai.
Tafseer
43
كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ هَنِيٓـَٔۢا بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ
Kuloo washraboo haneee 'am bimaa kuntum ta'maloon
(Katakan kepada mereka), "Makan dan minumlah dengan rasa nikmat sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan."
Tafseer
44
إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ
Innaa kazaalika najzil muhsineen
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Tafseer
45
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailuny yawma 'izil lilmuzkazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
46
كُلُواْ وَتَمَتَّعُواْ قَلِيلًا إِنَّكُم مُّجۡرِمُونَ
Kuloo wa tamatta'oo qaleelan innakum mujrimoon
(Katakan kepada orang-orang kafir), "Makan dan bersenang-senanglah kamu (di dunia) sebentar, sesungguhnya kamu orang-orang durhaka!"
Tafseer
47
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailunny yawma 'izil lilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran).
Tafseer
48
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ لَا يَرۡكَعُونَ
Wa izaa qeela lahumur ka'oo aa yarka'oon
Dan apabila dikatakan kepada mereka, "Rukuklah," mereka tidak mau rukuk.
Tafseer
49
وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ
Wailunny yawma 'izil lilmukazzibeen
Celakalah pada hari itu, bagi mereka yang mendustakan (kebenaran)!
Tafseer
50
فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ
Fabi ayyi hadeesim ba'dahoo yu'minoon
Maka kepada ajaran manakah (selain Al-Qur`an) ini mereka akan beriman?
Tafseer